azhuras-bride2
Azhuras Bride

Azhura’s Bride Prolog : Azhura Kahn

Bookmark

No account yet? Register

3.435 votes, average: 1,00 out of 1 (3.435 votes, average: 1,00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...

azhuras-bride2Azhura Kahn

Namanya berarti cahaya ilahi.

Dia adalah dewa dari segala dewa, dengan kekuatan tertinggi di  Ametyst, dunia mereka yang subur dan makmur.  Banyak dewa dan dewi yang dipuja oleh penduduk Ametyst, tetapi hanya satu yang dipuja sekaligus ditakuti oleh manusia dan bahkan juga ditakuti oleh kalangan dewa. Dia adalah Azhura Kahn.

Namanya disebutkan dengan penuh hormat dan bibir bergetar, kuil-kuil pemujaan untuknya adalah yang terbesar dari segala yang ada. Patung yang melambangkan dirinya, dibuat dari emas murni bertaburkan berlian, dengan sosok seperti manusia bertubuh sempurna, matanya selalu dilambangkan menatap tajam kepada pemuja yang membungkuk di bawahnya, dan dagunya selalu dibuat mendongak penuh keangkuhan,  dan kedua tangannya memegang pedang dan tengkorak. Bunga-bunga persembahan bertaburan di bawah kaki patung dirinya. Seluruh  penduduk selalu membungkuk di hadapannya, hampir enam belas kali sehari, memuja sang dewa.

Salah satu kuil Azhura Kahn yang terbesar ada di sini : Garaya, sebuah negara kecil penghasil buah kulsu, buah berwarna orange keemasan dengan daging buah yang lembut berair, sangat terkenal untuk sajian keluarga kerajaan. Hampir seluruh perbukitan Garaya ditanami pohon buah kulsu, memenuhi seluruh bukit dengan daun pohonnya yang berwarna orange terang. Lokasinya ada di selatan peta dunia Ametyst, sebuah kerajaan kecil tetapi makmur dan ditakuti, karena dulu, disinilah Azhura Kahn pernah muncul dan menunjukkan kekuatannya kepada manusia.

Dulu sekitar lima ratus tahun yang lalu, kisah betapa dasyatnya kekuatan Azhura Kahn masih terngiang di telinga seluruh manusia, kisah yang diturunkan selama lima ratus tahun, setiap kisah membawa penuturan yang berbeda, tetapi pesannya tetap sama :

Jangan pernah membuat marah sang Mahadewa, Azhura Kahn.

Kisah itu tetap sama, mengisahkan seorang raja dengan kekuatan besar bernama Raja Savala, yang merasa bisa mengalahkan sang Azhura Kahn. Raja Savala adalah raja yang terkuat di dunia Ametyst pada masa itu, lelaki itu setengah dewa setengah manusia,  Raja Savala  menaklukkan hampir seluruh kerajaan di sekitarnya, wilayah jajahan dan kekuasaannya sangat luas, hingga dia disebut sebagai sang penakluk. Hanya ada satu ganjalannya : kerajaan Garaya, kerajaan kecil yang subur diujung selatan dunia. Raja Savala sudah pasti akan membumi hanguskan kerajaan itu, karena pendeta yang juga merangkap sebagai pemimpin kerajaan menolak mengirimkan persembahan upeti dan budak belian sebagai tanda takluk kepadanya.

Kerajaan Garaya memang didominasi oleh kalangan pendeta pemuja sang Mahadewa, Azhura Kahn. Kuil-kuil persembahan untuk sang Mahadewa tersebar di seluruh penjuru kota, dengan penduduknya yang selalu membawa keranjang-keranjang bunga dan persembahan untuk sang Azhura.

Ketika Raja Savala mengirimkan utusannya, untuk mengancam Sang Pendeta tertinggi supaya tunduk di bawah kekuasaannya, Sang pendeta tertinggi malahan  mengirimkan utusannya kembali pulang kepadanya, dengan membawa pesan, bahwa Kerajaan Garaya hanya akan tunduk kepada satu saja, Mahadewa Azhura Kahn.

Raja Savala marah besar, dia merasa sebagai yang terkuat. Tidak ada siapapun di Ametyst ini yang bisa mengalahkannya. Bahkan sang Mahadewa Azhura Kahn pun tidak pernah muncul di dunia ini. Namanya memang selalu bergaung, tetapi keberadaannya hanyalah mitos belaka.

Para penasehat Raja Savala sudah berusaha mencegahnya membumi hanguskan kerajaan Garaya, mereka adalah orang kolot yang percaya bahwa Azhura Kahn memang benar adanya. Mereka percaya bahwa menyerang kerajaan yang memuja sang Mahadewa adalah keputusan bodoh dengan konsekuensi menakutkan.

Tapi Raja Savala tidak peduli. Berbekal kesombongan dan kekejaman yang menguasai hatinya, dia memimpin sendiri ribuan pasukannya yang bengis, untuk menyerang kerajaan Garaya. Posisi mereka tidak seimbang, kerajaan Garaya tidak punya pasukan, pemimpin tertinggi kerajaan mereka pun hanyalah seorang pendeta tertinggi kuil pemujaan Azhura Kahn.

Maka terjadilah penghancuran yang menakutkan. Dari cerita-cerita itu, semuanya mengisahkan bahwa kerajaan Garaya benar-benar luluh lantak dalam arti yang sesungguhnya. Seluruh rumah penduduk yang tidak berdosa dibakar sampai hangus, lelaki, perempuan dan bahkan anak-anak yang tidak berdaya dimusnahkan dengan kejam, dan kuil terbesar Azhura Kahn diserang, pintu pualamnya yang tinggi dirobohkan, dan Raja Savala sendiri yang memimpin penyerbuan untuk menghancurkan kuil sang Mahadewa.

Ketika mereka memasuki kuil raksasa itu, hanya ada satu orang disana, sang pendeta tertinggi menunggu sambil berdiri menghadang, seolah ingin melindungi patung Azhura Kahn yang dihormati di belakangnya, dikisahkan bahwa Raja Savala maju, lalu menusuk sang pendeta tertinggi tepat di jantungnya,  dengan pedangnya yang besar dan berkilauan. Masih terdengar tawa keras penuh kepuasan Raja Savala, ketika sang pendeta tertinggi jatuh rubuh ke belakang, dengan darah bercucuran, terciprat ke patung emas Azhura Kahn di belakangnya.

Savala menginjak mayat sang pendeta tertinggi dengan tawa pongahnya, lalu menatap penuh kebencian kepada patung Azhura Kahn yang beku di depannya, penuh cipratan darah Sang Pendeta tertinggi. Dengan penuh semangat, dia memerintahkan penghancuran patung yang melambangkan kekuatan sang Mahadewa. Tetapi bahkan belum sempat bibirnya terkatup, cahaya terang menyelubungi patung itu, sinar emasnya bercahaya, dan kekuatan yang maha dasyat seolah menyelubungi seluruh penjuru kuil membuat sesak semua manusia yang berada di dalamnya.

Lalu mata patung itu terbuka, mata merah menyala laksana api yang membakar. Sang Azhura telah menjelma dan menampakkan wujudnya, dengan pedang raksasa di tangan kanan dan tengkorak di tangan kirinya, sang Azhura mengayunkan pedangnya, bahkan tanpa bergeming dari posisi berdirinya dan hanya dalam sekejap mata, seluruh pasukan Raja Savala yang jumlahnya ribuan itu, mati tertebas dengan tubuh terbelah dua.

Hanya Raja Savala yang disisakan, berdiri dengan terkejut memandang sekelilingnya, memandang ribuan pasukan terbaiknya yang dibangga-banggakannya sebagai pasukan terkuat di Ametyst, mati berdarah-darah di kakinya, hanya dalam sekali tebasan dari pedang sang Azhura Kahn.

Dia mendongakkan kepalanya, mencoba menantang ke arah sang Azhura Kahn yang berdiri berkilauan dengan api menyelubungi tubuhnya, tetapi matanya terasa sakit, karena rasanya seperti menatap ke arah matahari yang menyilaukan dan menyengat. Raja Savala mau tak mau menundukkan kepalanya untuk melindungi matanya.

Dan kemudian sang Azhura Kahn maju, matanya masih menyala merah, lalu membuka mulutnya dan bersuara. Menurut kisah-kisah itu, suaranya begitu keras menggelegar bagaikan guruh gemuruh yang menggema bersahut-sahutan, hingga seluruh penjuru dunia Ametyst mendengarnya.

“Jangan pernah mengganggu Garaya. Karena isteriku akan terlahir di sini.”

Lalu pedangnya diarahkan ke arah Raja Savala, dan hanya dalam hitungan detik, sang Raja hangus terbakar, menjadi hempasan abu yang tak berbekas. Kemudian sang Azhura Kahn menghilang, meninggalkan patung dengan pandangan marah dan pedang terhunus, yang masih berdiri hingga saat ini, berada di pusat kuil terbesar di kerayaan Garaya.

Dan begitulah ahkir dari riwayat Raja Savala yang sombong dan penuh kekuasaan.

Sejak saat itu, dalam lima ratus tahun berlalu, meskipun terjadi perebutan kekuasaan berganti-ganti di seluruh Ametyst, kerajaan Garaya tidak pernah tersentuh sama sekali. Karena semua orang percaya, bahwa kemarahan Azhura Kahn akan muncul jika kerajaan Garaya diusik.

Dan dalam lima ratus tahun ini, sang Mahadewa Azhura Kahn tidak pernah muncul sama sekali, hanya berkatnya yang dipercaya melimpah membuat kerajaan Garaya dipenuhi kemakmuran, kerajaan Garaya adalah satu-satunya kerajaan Ametyst yang tanahnya bisa ditumbuhi pohon kulsu, pohon buah paling mewah yang sering disebut sebagai buah para dewa.

Sedangkan kisah tentang isteri sang Mahadewa yang akan terlahir di Garaya mulai dipertanyakan, karena tidak pernah ada pembuktiannya setelah lima ratus tahun berlalu. Kebanyakan penduduk berpikir bahwa tidak mungkin, Sang Azhura Kahn, dewa yang paling kuat di antara semua dewa, akan memperistri seseorang dari kalangan manusia.

Dan kisah itu berkembang menjadi kisah yang dipercaya turun temurun, dengan sikap skeptis akan kata-kata Azhura tentang kelahiran isterinya di Garaya.

Sampai kisah ini dimulai…..

533 Komentar

  1. Pooja Kharisma menulis:

    Back back back :sebarcinta

  2. Mamita Fatih menulis:

    :sebarcinta

  3. Refa aulia menulis:

    Azhuraa :sebarcinta

  4. Pooja Kharisma menulis:

    Backkk :sebarcinta

  5. hii aku pendatang baru nihhh

  6. Hee kangeennn

  7. Shelli Novianti menulis:

    Azhura

  8. Team #rereader :NGAKAKGILAA

  9. Baca azhura kesekian kali di web bahkan dari awal di wp gapernah bosen

  10. Baca ulang :haisalamkenal

  11. :haisalamkenal i’m back

  12. Baca lagee🤭

  13. Fighthing

  14. Syakila Femmy menulis:

    :kisskiss

  15. Reread this after 5 years :habisakal

  16. Arfridayusa Dianni menulis:

    Baca ulang :happy

  17. Syafa'atun Munajah menulis:

    Kangenn bgt baca iniii

  18. Ingat awal2 masuk ke psa ini baca cerita ini langsung jatuh cinta sma psa

Tinggalkan Balasan