azhuras-bride2
Azhuras Bride

Azhura’s Bride Part 17 : Badai di Ametyst

Bookmark

No account yet? Register

Novel AB Azhura’s Bride dapat dibaca gratis sampai tamat hanya di projectsairaakira.com. Novel Romantis Fantasi Romance bagus berkualitas di Project Sairaakira

3.116 votes, average: 1,00 out of 1 (3.116 votes, average: 1,00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...
Baca Parts Lainnya Klik Di sini

azhuras-bride2

Malam itu di seluruh dunia Ametyst. Khususnya di semua penjuru Garaya terjadi hujan badai yang sangat besar. Padahal, Saat ini musim semi sedang berlangsung di  dunia  Ametyst, yang ditandai dengan matangnya seluruh buah kulsu yang berwarna orange keemasan, memenuhi pohon hingga ratusan jumlahnya dalam setiap batangnya, hingga seluruh penjuru desa dan kerajaan-kerajaan di Ametyst bersepuh warna orange nan indah.

Musim di Ametyst hanya ada dua, Yang pertama, berlangsung sepanjang awal tahun, adalah musim semi atau disebut Razas oleh seluruh penduduk Ametyzt, Razaz berarti  “panen besar” dan  yang kedua adalah musim hujan. Musim ini berlangsung sepanjang akhir tahun, disebut Yagis oleh seluruh penduduk Ametyst, yang artinya “hujan besar” .

Musim semi ditandai dengan panen besar yang berlangsung berbulan-bulan, matahari akan bersinar cerah sepanjang hari, bunga-bunga akan bermekaran dan menyajikan keindahan warnanya nan cemerlang, semua tanaman memunculkan buahnya yang masak penuh, Pohon kailfah akan memberikan serat terbaiknya, dan hewan-hewan darat biasanya beranak pinak di bulan ini memberikan persediaan pangan yang berlimpah dan kemakmuran di seluruh penjuru Ametyst.

Sedangkan musim hujan ditandai dengan hujan yang turun terus sepanjang hari, biasanya para penduduk memanen jamur bruto, jamur lembut berwarna cokelat susu, dengan rasa seenak daging sapi dan digunakan sebagai bahan makanan pokok penduduk yang melimpah di musim hujan,  selain itu hasil sungai berupa ikan-ikanan nan lezat dan berbagai hasil laut juga sangat melimpah di musim ini.

Selama ini semua berlangsung sebagaimana adanya, di musim Razas, tidak pernah turun hujan dan di musim Yagis, hujan akan turun terus sepanjang waktu. Tetapi beberapa  waktu yang lalu cuaca yang aneh terjadi, di hari sebelum persembahan pertama anak-anak kepada sang Azhura Kahn, hujan juga turun deras di sore hari hingga penghujung malam, membuat penduduk bertanya-tanya ada apakah gerangan, sampai akhirnya mereka menghubungkan bahwa hujan itu mungkin adalah pertanda bagi kematian putri Khaeva, puteri penipu yang telah menipu seluruh Garaya selama bertahun-tahun.

Dan hari ini, kembali cuaca yang aneh datang, langit menggelap tiba-tiba di tengah malam nan hangat, udara berubah menjadi dingin dan tiba-tiba saja hujan turun begitu derasnya, bukan hanya hujan deras biasa, tetapi hujan ini adalah hujan badai, dengan angin yang menemaninya dan guntur yang tak henti-hentinya menggelegar, cuaca terasa begitu ekstrim dan menakutkan, sehingga seluruh penduduk Garaya berlindung di rumah, dibalik selimut-selimut tebal dan perapian hangat mereka, sambil hati mereka berharap-harap cemas….

Apakah hujan badai di tengah musim semi ini berarti pertanda akan ada kejadian yang lebih buruk lagi?

Semua orang mulai berdoa, semoga Azhura Kahn melindungi mereka semua, apapun yang akan terjadi nanti.

***

Kalau saja seluruh penduduk Garaya mengetahui apa yang terjadi, mungkin mereka tidak akan ketakutan lagi, mungkin mereka malahan akan bersyukur dan bergembira.

Ya, karena cuaca badai ini dipengaruhi oleh suasana hati sang Azhura Kahn.

Selama ini sang Mahadewa selalu bisa membatasi dirinya, mengendalikan emosinya dengan baik dan teratur, sehingga cuaca di seluruh dunia Ametyst pun berlangsung dengan teratur. Hujan akan turun di musim hujan, dan matahari akan terus bersinar di musim semi. Semua berlangsung sebagaimana seharusnya di dunia Ametyst.

Tetapi malam ini, sepertinya sang Azhura Kahn lepas kendali, tidak bisa mengendalikan emosinya.

Karena dia sedang bersama dengan pengantinnya di dalam sana.

Saule, sang Dewa matahari sedang mengerutkan keningnya sambil menatap ke bawah, ke arah dunia Ametyst yang sedang diguyur hujan badai. Saat ini dia sedang berada di ruang utama Samada Ka, kediaman resmi sang Mahadewa Azhura Kahn, tadinya dia datang menghadap hendak mempertanyakan hujan badai yang tiba-tiba mengguyur dunia Ametyst di musim semi dimana seharusnya dia, sang Dewa matahari menambatkan sang surya supaya bersinar penuh tanpa gangguan.

Tetapi kemudian Saule hanya bisa bertemua dengan Kurejas, Sang Kebijaksanaan,  yang mengatakan bahwa sang Mahadewa Azhura Kahn sedang menghabiskan waktu dengan pengantinnya di peraduannya di salah satu istananya yang dirahasiakan, dan beliau tidak bisa diganggu.

Sang Mahadewa Azhura Kahn memiliki pengaruh yang kuat atas cuaca di dunia Ametyst, dan mengingat beliau saat ini sedang menghabiskan waktu dengan pengantinnya, pantas saja hujan badai turun dengan derasnya.

Saule menatap ke hujan deras di bawah, mengernyit karena matahari miliknya kemungkinan tidak akan bisa muncul kembali esok hari jika cuaca tetap berlangsung seperti ini. Dia memang menguasai matahari, tetapi tetap saja, kendali atas cuaca ada di tangan sang Mahadewa Azhura Kahn.

“Menurutmu akan berapa keadaan seperti ini berlangsung? Isteriku, Menuo sang Dewi bulan juga bertanya-tanya karena hujan badai malam ini membuatnya tidak bisa memunculkan rembulan, dan air laut bergolak hebat di luar kendalinya.”

Kurejas terkekeh mendengar pertanyaan Saule, dia mengangkat bahunya dan berkata,

“Menurutmu berapa lama? Tidakkah kau ingat berapa lama kau menghabiskan waktumu di kamar ketika kau bersama isterimu untuk pertama kalinya?, mungkin hal ini bisa berlangsung berbulan-bulan, mungkin juga singkat tergantung bagaimana sang Mahadewa bisa mengendalikan emosinya kembali.” Kurejas tidak bisa menyembunyikan nada geli di suaranya, “Kita semua tahu bahwa sang Mahadewa bahkan sudah menunggu tujuh belas tahun lamanya untuk memiliki pengantinnya. Menurutku hujan badai ini akan berlangsung terus-terusan.”

Saule mau tak mau ikut tersenyum mendengar jawaban Kurejas, “Tidak pernah seperti ini sebelumnya, sang Mahadewa Azhura Kahn tidak pernah lepas kendali sebelumnya. Bagaimanapun marahnya beliau, bagaimanapun meledaknya emosinya, beliau selalu bisa membangun batas kendali sehingga cuaca di dunia Ametyst tetap teratur…. kali ini benar-benar berbeda, hujan badai yang begitu deras ini… sepertinya sang Mahadewa Azhura Kahn benar-benar lepas kendali.”

Kurejas menganggukkan kepalanya,

“Yah, ini adalah pengantin yang sudah ditunggunya sekian lama. Dan Puteri Armenia adalah pasangan takdirnya. Kita seharusnya maklum.”

Saule menganggukkan kepalanya, “Kalau begitu aku akan menyampaikan berita ini kepada isteriku dan dewa-dewa lainnya yang sedang bertanya-tanya tentang apa yang terjadi, aku percaya bahwa kabar tentang malam pertama sang Mahadewa ini adalah kabar bagus untuk mereka semua.”

“Kau harus menyimpannya hanya untukmu dan isterimu.” Tiba-tiba saja suara Kurejas berubah serius, “Aku memberitahukan semua kepadamu karena kau adalah dewa yang dapat dipercaya, begitu juga dengan Menuo. Tetapi aku tidak mau kabar bersatunya Sang Mahadewa dengan pengantinnya diketahui oleh semuanya dan bisa sampai ke telinga Yazza. Katakan saja seolah kau tak begitu tahu tentang semua ini, ucapkan semua sambil lalu kepada dewa-dewa yang lainnya, dan biarkan semuanya tersebar bagaikan rumor dan gosip di kalangan para dewa.”

Saule tertegun, tahu bahwa Kurejas sedang sangat serius dengan perkatannya, “Apakah menurutmu Yazza masih terobsesi dengan pembalasan dendamnya?”

Kurejas menganggukkan kepalanya,

“Akulah sang dewa pencipta, akulah yang paling merasakan jika ada kekuatan gelap yang berkumpul menghimpun kekuatan, dan aku tahu bahwa kekuatan gelap itu bersumber dari Yazza. Ya Saule,dendam  Yazza masih berkobar begitu kuat sama seperti yang dulu, dan dia sedang mencari tahu di mana Azhura Kahn menyembunyikan pengantinnya, karena pengantin sang Azhura adalah satu-satunya jalan baginya untuk membunuh sang Azhura Kahn. Dan begitu dia mengetahui di mana pengantin Azhura berada, dia akan berusaha mengambil pengantin Azhura dengan segala cara.”

“Kalau begitu kita harus berhati-hati.” Suara Saule merendah, “Aku akan melakukan instruksimu, Kurejas, dan aku juga akan berjaga-jaga atas kemungkinan pergolakan apapun.”

Saule lalu mengucapkan salam perpisahan, dan melangkah pergi, ditelan awan kuning keemasan, meninggalkan Samada Ka,  kediaman resmi sang Azhura Kahn.

***

Ruangan kamar itu gelap, dengan kaca besar dan gorden terbuka yang seharusnya memantulkan cahaya bulan menembus jendela, memberikan cahaya alami di ruangan tak berlampu dan bercahaya itu. Sayangnya, malam ini, hujan badai turun begitu derasnya sehingga bahkan bulanpun tak mampu memaksakan diri untuk memunculkan wujudnya.

Gelap sekali.

Dan dalam kegelapan itu, ada sosok yang sedang bergeming seolah benda mati, menatap air yang tak henti-hentinya menghantam kaca bening jendela itu, seolah-olah ingin memecahkannya dan memaksa masuk. Hujan badai yang begitu dasyat ini bahkan sampai mampu menembus kegelapan area hutan kubikh yang mengelilingi istananya di lembah yang paling gelap dunia Ametyst, dan air hujannya yang begitu keras, dengan rakusnya membasahi batang-batang pohon kubikh yang berwarna hitam legam, seolah-olah ingin melunturkan racun pekat yang ada di sana.

Yazza, yang sekarang sudah berada di dalam istananya, Moarte, dia  meninggalkan Ruth dalam rumah di tepi hutan bersama beberapa pelayan Azalelnya yang sedang menyaru rupa sebagai manusia. Yazza saat ini   sedang berdiri di depan jendela di ruang paling utama istana yang dipenuhi dengan kegelapan pekat itu, dan merenung dalam kebisuan beku.

Dia tahu apa arti hujan badai di tengah musim semi yang seharusnya berlalu tanpa hujan ini.

Dia tahu bahwa Azhura Kahn sudah berhasil memiliki pengantinnya.

Yazza mengetatkan gerahamnya, merasakan dorongan amarahnya yang bergolak. Sekarang semuanya akan menjadi sulit. Jika Azhura Kahn berhasil memiliki tubuh pengantinnya, maka kemungkinan besar dia sudah memiliki hati dan jiwa pengantinnya.

Mata hijau Yazza masih memandang nyalang ke arah hujan badai dan kemudian tiba-tiba, hanya dalam sekejap, mata itu menyipit, seolah tersengat oleh kesakitan yang amat sangat.

Yazza mengerang, memeluk dadanya, dan kemudian tubuhnya rubuh ke lantai, meringkuk di sana dalam posisi mirip janin di dalam kandungan, sambil memegang dadanya dalam erangan kesakitan yang dalam.

Kutukan yang ditanggungnya membuat Macuahuiti terpendam di dalam tubuhnya selamanya,  Macuahuiti adalah senjata yang dicurinya dari Azhura Kahn dan digunakannya untuk membunuh Mirtis sang Dewa kematian, berupa pedang besar berbentuk sepotong kayu yang memiliki potongan tajam obsidian. Obsidian tersebut tertanam di sisi kanan-kirinya membuat senjata tersebut sangat berbahaya ketika digunakan untuk menebas lawannya. Dan ketika senjata itu ada di dalam tubuh Yazza,kadangkala, di malam-malam tertentu, Macuahuiti yang begitu ganas melukainya dari dalam, menyayat-nyayat dirinya hingga menimbulkan kesakitan yang tak tertanggungkan, bahkan oleh dewa kematian seperti dirinya.

Yazza mengerang, seluruh kulitnya semakin pucat pasi hingga nyaris putih, keringat dingin mengalir di tubuhnya, menandakan bahwa kesakitan yang dirasakannya begitu berat. Rasanya seperti tubuh bagian dalamnya disayat-sayat dengan belati yang tajam, dan kemudian besi panas dicocokkan ke dalam luka itu.

Penderitaan ini, kesakitan ini, harus Yazza tanggung selamanya, sebagai hukuman bagi dirinya.

Biasanya setelah menanggung deraaan kesakitan dan luka dalam akibat hantaman Macuahuiti dari dalam tubuhnya, Yazza akan terbangun dengan tubuh remuk redam, dan para pelayan setianya, para Azalel yang melayaninya akan segera meramukan ramuan khusus dari pohon Kubikh untuk diminum olehnya.

Ramuan pohon kubikh bisa menjaci racun yang paling mematikan bagi manusia, tetapi bagi dewa kematian, ramuan itu bisa menjadi obat untuk menyembuhkan diri dan menghilangkan rasa sakitnya. Ramuan itu, di lidah para dewa terasa begitu manis dan memabukkan, bagaikan alkohol yang membuat ketagihan. Karena itulah dulu Mirtis, sang dewa kematian yang sebelumnya, kecanduan meminumnya, hingga harus menanggung konsekuensi mengerikan, tubuh dan parasnya yang tampan lama kelamaan berubah menjadi sosok tengkorak hidup yang menakutkan……

Dan Yazza yang terpaksa meminum ramuan pohon Kubikhpun juga akan menanggung akibat mengerikan dari ramuan itu suatu saat nanti. Jika terlalu banyak meminumnya, dia mungkin akan berubah seperti Mirtis,kehilangan raganya yang indah bagaikan malaikat, dan berubah menjadi tengkorak hidup. Sekarangpun seluruh tubuhnya sudah menjadi dingin seperti es, karena ramuan pohon kubikh itu telah bercampur dengan darahnya dan terus ada di dalam sana hingga mengubah suhu tubuhnya…..

Tetapi semuanya akan sepadan pada saatnya nanti.

Jikalau nanti Yazza berhasil membalaskan dendamnya kepada Azhura Kahn, seluruh rasa sakit dan penderitaannya ini pasti akan sepadan. Yazza rela menanggung kesakitan yang lebih dalam, asalkan dia bisa membunuh Azhura Kahn.

Jemari Yazza mencakar lantai kayu nan hitam meninggalkan bekas dalam dan kuku yang berdarah, ketika rasa sakit itu semakin menohoknya, menusuk-nusuk dirinya dengan kejam.

Yazza memejamkan matanya, membiarkan rasa sakit itu menguasai kesadarannya, tidak melawannya. Karena melawan rasa sakit itu malahan membuatnya terasa semakin buruk.

Sang Dewa kematian membiarkan seluruh tubuhnya bagaikan dicacah habis oleh rasa nyeri yang menyiksa, dan kemudian…… kemudian entah kenapa, bayangan anak perempuan kecil yang diserapnya dari ingatan Khaeva tiba-tiba muncul.

Anak perempuan kecil yang mengenakan baju orange berkibar, dengan mata keemasan dan rambut hitam panjang nan indah, tertawa lebar sambil memegang keranjang persembahan di sebelah tangannya.

Di tengah kesadarannya yang semakin menghilang, Yazza merasakan dirinya seolah berada di sana, di hadapan anak perempuan kecil itu, dan mengulurkan tangannya, menggapai, seolah meminta pertolongan

…..dan anak kecil itu membalas uluran tangannya……

Yazza masih bisa bergumam sebelum dirinya terjatuh ke dalam kegelapan yang sakit dan pekat….. dia menggumamkan nama anak perempuan kecil itu bagaikan mantra penyelamat, nama mahluk yang bisa mengakhiri penderitaannya.

…..Armenia……

Dia harus bisa menemukan perempuan itu, segera.

Baca Parts Lainnya Klik Di sini

KONTEN PREMIUM PSA


Semua E-book bisa dibaca OFFLINE via Google Playbook juga memiliki tambahan parts bonus khusus yang tidak diterbitkan di web. Support web dan Authors PSA dengan membeli E-book resmi hanya di Google Play. Silakan tap/klik cover E-book di bawah ini.

Download dan install PSA App terbaru (No Ads) di Google Play

Welcome To PSAFolow instagram PSA di @projectsairaakira

200 Komentar

  1. Yazza :PEDIHH :PATAHHATI

  2. aninagustina menulis:

    Wah bau²nya armenia bisa meluluhkan hati ’sang kematian’ nih..
    Btw itu kurejas sama saule malah ngomongin pengantin baru ya, aduhh :dragonmintacium

  3. Kok sedih yaa.. :PATAHHATI

  4. siti nuraeni menulis:

    Ternyata sang kematian menginginkan pengantin sang mahadewa juga?

  5. siti nuraeni menulis:

    Ternyata sang kematian menginginkan pengantin sang mahadewa juga??

  6. Ya ampun ceritanya makin kereeeeennnnn :tidakks!

  7. Rz.hameeda menulis:

    Apa cuma aku yang sering salah sebut nama Saule jadi Sule? ??

  8. Kenapa banyak banget yang ngerebutin akuuu????

  9. sayhanarin menulis:

    Yazza biarkan Armenia sama Asyura. Kamu sama aku :TERHARUBIRU

  10. ?

  11. Kasian kamu yazza :ngambeknih :ngambeknih masih dikengkang amarah dan dendam dihati :ELUSELUS sinih tak elus-elus biar luluh :byesampaijumpa

  12. Hadeeeeehhhh

  13. Lely Damayanti menulis:

    Jgn2 Armenia itu reinkarnasi dri Dewi Calamara???? :DORONG :ELUSELUS

  14. Ku dukung Yazza tpi Yazza gak boleh ama Armebja, Yazza kudu cari cewek kuat pokoknya :bantingkursi

  15. yazzaaa ??

    semangat terus kak, tambah keren deh pokoknya :kedip :lovelove

  16. :matamemohon

  17. Jangan jatuh cinta sama istri dewa azhura ihh yazza:(

  18. Kalem big zhura..

  19. :badmood

  20. Airaqyoung1215 menulis:

    Juljuljul :kisskiss :iloveyou

  21. Airaqyoung1215 menulis:

    Dupaaa :bantingkursi

  22. Dhian Sarahwati menulis:

    MP_nya dewa bikin heboh jagat raya…
    Yazza jangan ganggu Armenia dong

  23. SERAFINA MOON LIGT🌙❤💡 menulis:

    Omg ka au aku ngeri bnget membayangkan kesakitan ny yazza.. :berkacakaca

  24. Rahasia di balik kelambu :ayojadian :bantingkursi
    Jd baper dg pasangan azhura armenia

  25. Jangan sampe si Yazza malah jatuh cinta ke Armenia juga :khu..khu…

  26. Best🌞🌞

  27. kasian yazza tapi aku tetep ga setuju kamu ganggu pasangan lain ya 😾

  28. dwioktapia30 menulis:

    :lovely :lovely

  29. yasmin cavelli menulis:

    reread ❤️

  30. shanaya_lee menulis:

    :gakmauahgakmau :gakmauahgakmau :gakmauahgakmau

  31. MyHaruHaru menulis:

    Dari sini kita dpt mengambil hikmahnya bahwa segala sesuatu yang terlihat negatif (badai) bisa saja dibaliknya sebenr nya adalah sesuatu yang manis (ehem.. gk ush d jelasin)

  32. Indah Narty menulis:

    Ternyata sedih :kapannihadeganciuman

  33. Azzalea Dian menulis:

    :sebarcinta

  34. dewantilaraswaty menulis:

    Ya Ampun Yazza :kumenangismelepasmu :kumenangismelepasmu

  35. Shelli Novianti menulis:

    :habisakal

  36. Mamita Fatih menulis:

    :happy

  37. Lagi sedihhh

  38. Kasian Yazza..

  39. Kasian bdg yazza

Tinggalkan Balasan