the saint - Copy

THE SAINT

#1 Fantasyland Universe : STATUS ONGOING


BAGIAN DARI FANTASYLAND UNIVERSE

  1. The Saint
  2. The King
  3. The Knight

SINOPSIS CERITA 

white is not always light – black is not always dark

Dalam Kerajaan Kraghon, terdapat tiga pilar utama yang menentukan kejayaan dan keberlangsungan kerajaan. Pilar pertama adalah sang raja yang merupakan pemimpin kerajaan, yang identik dengan pasukan berseragam merah sebagai sumber kekuatannya. Pilar kedua adalah sang suci, yang merupakan pemimpin kuil suci dengan pasukan berseragam putih sebagai sumber kekuatannya dan pilar ketiga adalah sang kesatria tertinggi yang membawahi seluruh angkatan militer dan kekuatan pasukan besar berseragam hijau. Ketiga pilar ini terikat sumpah darah dan harus selalu berdamai serta bekerjasama, sebab ada kutukan tak tertulis yang menyatakan bahwa jika satu pilar naik maka dua pilar lain akan ikut naik dan jika ada satu pilar runtuh, maka dua pilar lain akan ikut runtuh.

Moira adalah gadis biasa, masa lalunya memang sedikit malang karena dia harus hidup terlunta-lunta bersama ibunya yang sakit dan lemah dan ditinggalkan oleh ayah mereka yang tak tahu di mana. Meskipun begitu, Moira menerima keadaannya dengan hati besar, sebab dia tahu bahwa banyak di luar sana yang lebih malang dari dirinya. Setidaknya dia masih punya rumah untuk bernaung, pakaian untuk membungkus tubuhnya dan sedikit makanan untuk mengisi perut dan bahkan untuk dibagi kepada orang lain.

Ya, Moira adalah gadis yang baik hati, yang selalu ingin membantu orang lain dibalik kekurangannya. Namun, kebaikan hatinya pada suatu waktu, telah melibatkannya dalam lingkaran menyeramkan yang membuatnya terkepung dalam konflik mengerikan  yang tak pernah diduganya.

Itu semua karena dia salah memilih orang untuk ditolong!

****

“Siapa namamu? Kenapa kau bisa ada di sini?” Moira bertanya lembut sambil mengulurkan tangannya.

Akan tetapi kelembutannya tidak mendapatkan tanggapan baik, karena makhluk itu malahan menggeram dengan galak ke arahnya, seolah mengusirnya pergi dan menjauh.

Makhluk itu sudah menyuruhnya menjauh, dan seharusnya Moira menurutinya, dengan begitu hidupnya pasti akan aman, baik-baik saja dan dipenuhi kedamaian. Sayangnya, di titik seperti itu, Moira malahan mengawasi sosok makhluk di kegelapan itu yang tampak menyedihkan. Wujud makhluk itu adalah sosok seperti perempuan atau laki-laki… dia tidak tahu karena makhluk itu terlalu kurus seperti tulang terbungkus kulit, akan tetapi rambutnya panjang, jadi Moira akan menganggapnya anak perempuan. Selain pakaiannya compang-camping, lusuh, kotor, penuh darah dan rambutnya tak karuan, makhluk itu juga tampak kesakitan dan terluka.

Tidak! Moira jelas tak akan meninggalkan makhluk itu sendirian!

“Aku akan menolongmu, kau harus ditolong.” Moira menyingsingkan lengannya, bertekad menyeret makhluk galak tapi lemah itu ke dalam rumah apapun yang terjadi.

Siapa yang tahu bahwa kebaikan hati Moira saat itu, akan membawanya pada kengerian takdir yang tak pernah disangkanya?

****

“Wahai sang suci, Izaka yang mulia. Bukankah ini sudah waktunya?”

Sosok sang panglima bertanya sambil berlutut di depan sang suci yang sedang berdiri di depan jendela yang terbuka.  Seperti yang sebelum-sebelumnya, sosok sang suci selalu identik dengan rambut putih bersih seperti pilinan salju, ditambah mata perak terang berkilauan yang indah. Sang panglima telah melihat banyak sang suci sebelumnya, dia juga sudah pernah melihat semua lukisan sang suci dari setiap generasi sampai ratusan tahun yang lalu, tetapi dia belum pernah melihat ada mata perak secerah dan seterang ini.

Jelas bahwa sang suci adalah yang paling kuat di antara seluruh generasi keturunannya.

“Memang sudah waktunya.” Sang suci tersenyum dengan kelembutan tenang yang menentramkan. “Sudah waktunya dia dijemput,” tambahnya pelan sementara matanya berkilat dengan nuansa aneh yang menggetarkan

 


BAB CERITA TERSEDIA

1 | 2 | 3 |


JUDUL PER PART