Generals Wife

The General’s Wife Part 8: Timbal Balik

Bookmark

No account yet? Register

projectsairaakira Baca Novel Bagus Gratis Sampai Tamat

Baca Novel Bagus Gratis Sampai Tamat – Project Sairaakira

1,759 votes, average: 1.00 out of 1 (1,759 votes, average: 1.00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading... Baca Parts Lainnya Klik Di sini

BACA SINOPSIS DI SINI

“Kenapa kau tidak menikah, Paris?”

Pertanyaan itu langsung meluncur jatuh ketika Paris baru saja memasuki ruang kerja sang Jenderal, membuat lelaki berambut pirang itu tertegun, menatap sang Jenderal sambil mengangkat kedua alisnya,

“Maaf?”

Akira mendengus, “Kenapa kau tidak menikah Paris? Aku dengar kau lama menjalin hubungan dengan seorang perempuan.”

Sebuah pertanyaan yang diajukan secara tiba-tiba dari seseorang yang sama sekali tidak disangka-sangka, membuat Paris membutuhkan waktu beberapa lama menjawabnya, bukan untuk berpikir melainkan untuk mengatasi rasa terkejutnya. Yah, sang Jenderal hampir tidak pernah menanyakan masalah pribadi kepadanya sebelumnya.

“Entahlah Jenderal, mungkin saya hanya tidak percaya bahwa ada seseorang yang diciptakan untuk saya seorang, atau mungkin saya memang belum menemukan orang yang tepat.” Paris menjawab sambil mengangkat bahunya,

Akira mengangkat alisnya, “Atau mungkin kau memang tidak ingin terikat, Paris.” Simpulnya tenang, kemudian ekspresi sang Jenderal berubah muram, “Setidaknya kau bebas memilih pasanganmu, bukan ditentukan oleh kelainan genetikmu.”

Paris meringis, “Apakah hubungan anda dan nona Asia kembali memburuk? Dia…. dia masih belum ingat apa-apa bukan?”

“Dia masih tidak ingat apapun.” Bayangan kemuraman itu menjalar dari mata Akira hingga melingkupi ekspresi wajahnya, “Dan kurasa aku gagal bersandiwara sebagai suami yang baik.”

Paris membuka mulutnya hendak berbicara ketika pintu ruang kerja sang Jenderal diketuk. Sesuai protokol, Parislah yang membuka pintu. Lelaki itu berbicara sejenak di sana, dan kemudian kembali dengan ekspresi wajah pucat.

“Ada apa?” Akira menyipitkan matanya, menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

“Nona Asia, seorang pelayan menemukannya pingsan di ruang baca. Dokter Frederick sedang menanganinya, katanya… nona Asia tidak henti-hentinya mengigaukan nama Cesar.”

***

“Aku percaya bahwa kita semua ditakdirkan untuk berdamai.”

Asia berguman dan tersenyum sambil membiarkan helaian angin meniup rambut panjangnya. Mereka berdua tengah duduk di bawah pohon, di hadapan mereka terhampar rerumputan hijau nan lembut diselingi bunga ilalang yang berwarna putih pucat, menciptakan suasana damai yang melingkupi hati.

Cesar, yang duduk di sebelah Asia sambil memejamkan mata dan kaki berselonjor santai, hanya mendengus untuk menunjukkan ketidak setujuannya ketika mendengarkan kata-kata perempuan di sampingnya,

“Kalau begitu kenapa bisa terjadi perang yang begitu dasyat di bumi ini? Membuat semuanya hancur dan manusia harus mengulang semua dari awal?” Gumam Cesar miris, “Tidak Asia, manusia tidak diciptakan untuk berdamai. Aku yakin secara alami manusia menginginkan perang. Terlebih ketika hak-haknya dirampas, secara alami manusia akan berperang untuk memperjuangkan hak-haknya itu.”

“Tapi sekarang di After Earth dipenuhi kedamaian bukan? Dan kedamaian itu membuat kita semua baik-baik saja.”

“Itu adalah kedamaian yang dipaksakan.” Cesar menggeram, tampak gusar. “Sang Jenderal besar memaksa kita semua seragam karena perbedaan apapun dianggapnya bisa memicu perang. Kita diharuskan memakai pakaian yang sama, memakan makanan yang sama, mendengarkan musik yang sama, bahkan untuk mengecat rumah kita saja diharuskan seragam! Hak kita sebagai manusia yang membutuhkan ruang untuk berkreasi dan berekspresi di rampas begitu saja!”

“Tetapi bukankah itu baik? Dengan segala sesuatu yang sama, manusia tidak akan bisa merasakan iri dan dengki. Bukankah iri dan dengki itu adalah salah satu penyakit hati paling berbahaya? Karena rasa iri dan dengki bisa memicu kejahatan yang lain, termasuk pertikaian atau bahkan perang sekalipun.”

Jawaban itu membuat Cesar tidak bisa berkata-kata. Dia hanya menghela napas, lalu mendengus,

“Kau benar-benar pecinta kedamaian bukan?”

Asia tertawa, “Kau tahu Cesar, aku sangat suka sejarah, aku selalu haus akan informasi tentang bumi di masa lalu, masa dimana semua masih baik-baik saja, masa di mana perang belum menghancurkan segalanya…” Asia mengerutkan keningnya mencoba mengingat-ingat, “Ada sebuah buku yang aku temukan di perpustakaan, buku itu membahas sejarah musisi yang menginspirasi pada jaman bumi, dan ada satu kisah seorang musisi yang menarik perhatianku.”

“Siapa?” Cesar menoleh, mulai tertarik.

“Namanya Bob Marley, dia adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan seorang musisi yang cukup terkenal di jamannya. Artikel itu mengisahkan tentang dirinya yang tertembak oleh orang tak dikenal, dan dalam kondisi masih terluka, dia masih tetap tampil pada konsernya yg sudah terlanjur dijadwalkan sebelumnya. Seorang reporter yang tertarik bertanya kepadanya kenapa dia tetap menghadiri konser itu padahal dia terluka, kenapa dia tidak meliburkan diri dan beristirahat di rumah saja….. Kau tahu apa jawabannya?”

Cesar menggeleng, “Tidak. Memangnya apa?”

“Dia bilang, bahwa orang-orang anti perdamaian di luar sana yang membuat dunia ini makin buruk saja tidak pernah berlibur, bagaimana bisa dia sebagai pecinta perdamaian mengambil libur?”

Tawa Cesar menggema di tengah padang rumput nan hujau mendengarkan jawaban Asia, lelaki itu menunduk, menatap Asia lembut,

“Wah kau menemukan pecinta perdamaian yang sehati denganmu, eh? Hm.. aku yakin wajah tampan si Bob ini juga menarik dirimu, karena itulah kau mengagumi kisahnya.” Lanjutnya dengan nada menggoda.

Asia cemberut digoda seperti itu. “Aku tidak tahu wajah Bob Marley ini, seluruh literatur tentang dirinya sudah hancur oleh perang, tidak ada satu fotopun yang tersisa hanya artikel itulah satu-satunya. Lagipula aku tidak tertarik ataupun penasaran akan wajahnya, aku tertarik akan kecintaannya pada perdamaian.” Wajah Asia melembut meskipun matanya tampak memohon ketika melanjutkan, “Jadi, apapun yang ada di benakmu, janganlah kau lakukan Cesar, aku tahu kau punya rencana, tetapi kumohon jikalau itu membuat seluruh anugerah kedamaian yang kita nikmati ini musnah, hentikanlah rencana itu.”

***

Cesar masih ingat setiap patah kata. S e t i a p p a t a h k a t a. Dan dia juga ingat bahwa pada akhirnya, dia memilih untuk tidak memenuhi permintaan Asia kala itu.

Permintaan untuk berdamai.

Meskipun sekarang, ketika dilingkupi oleh konsekuensi tindakannya, Cesar tidak henti-hentinya bertanya-tanya…..

Jikalau saja ketika itu dia tidak melakukan rencananya yang pada akhirnya memicu permusuhannya dengan Jenderal Akira, apakah semua akan baik-baik saja?

Apakah semua orang yang dicintainya masih akan ada di sisinya saat ini? Apakah dia tidak akan berada dalam posisi harus merenggut nyawa orang yang dikasihinya dengan tangannya sendiri?

***

Perempuan itu berbaring di sana dengan mata terpejam, dan tampak sangat pucat. Begitu pucatnya hingga Akira mengira kulit wajah Asia menyaru serupa salju, kontras dengan sprei gelap yang melapisi tempat tidur besarnya.

“Apa yang terjadi dokter?” Akira menahan langkahnya tepat di hadapan dokter Frederick yang tampaknya telah selesai memeriksa Asia. Dibiarkannya Paris yang mengikutinya berdiri di pintu untuk berjaga.

Dokter Frederick melepas kacamatanya, tampak lelah.

“Secara fisik nyonya baik-baik saja, tetapi pingsan ini diakibatkan oleh sesuatu yang traumatis….. nyonya Asia mengingat sesuatu, itu dugaan terbesar saya.”

“Mengingat sesuatu?” Suara Akira berubah dingin, “Apakah maksudmu ingatannya sudah kembali?”

Dokter Frederick berdehem, tampak gugup, “Saya masih belum bisa memastikannya, Jenderal. Seperti yang dahulu saya katakan, ingatan nyonya Asia bisa kembali sedikit-sedikit ataupun seluruhnya. Kita baru akan mengetahuinya ketika beliau terbangun.”

“Setelah dia bangun?” Mata sang Jenderal melirik ke arah tubuh Asia yang terbaring lemah dipeluk oleh hamparan selimut yang membungkus tubuhnya. Gerahamnya mengeras,

“Tinggalkan kami sendiri.” Sambungnya kemudian, memberi perintah yang membuat dokter Frederick dan Paris bergegas melangkah keluar ruangan.

Tetapi sebelum langkah Paris melintasi pintu, Akira kembali memanggilnya.

“Paris.”

Paris langsung berbalik, memberi hormat, “Ya, Jenderal?”

“Siapkan kamar putih. Untuk berjaga-jaga.”

Perintah itu bagaikan hunusan belati…. yang merobek aura kedamaian di rumah ini.

***

Tiba-tiba saja dia membuka matanya, seolah hentakan kesadarannya menelusup masuk tanpa permisi dan membangunkan lelapnya dari tidur panjang.

Asia mengernyitkan keningnya, selama beberapa saat merasa kehilangan orientasi, sampai kemudian dia menyadari bahwa dirinya ada di kamarnya, kamar Jenderal Akira ….. kamar mereka.

Dan beberapa saat kemudian, setelah inderanya mulai pulih, bulu kuduknya sedikit meremang, merasa diawasi. Otomatis Asia menoleh ke samping ranjang, dan menemukan sang Jenderal memang sedang mengawasinya.

Lelaki itu duduk di samping ranjang, di sebuah sofa tunggal yang ditarik mendekat. Kedua lengannya bertumpu di lututnya, dengan tangan terjalin di bawah dagu. Mata cokelatnya yang tajam tampak intens menatap Asia, sedikit menyipit seolah menusuk ke dalam jiwanya, sangat kontras dengan wajahnya yang tanpa ekspresi.

“Apakah kau baik-baik saja?” Bibir Akira yang menipis itu seolah tak bergerak ketika bertanya.

Asia mengerutkan keningnya, masih bingung kenapa dirinya ditatap dengan tatapan menyelidik setajam itu,

“Memangnya aku kenapa?” Asia mengernyit, menyentuh kepalanya yang mendadak terasa berdenyut nyeri.

“Kau pingsan di ruang baca.” Akira memberi jawaban singkat, lalu hening, dan kembali menatap Asia dengan tatapan mata tajam.

Asia meringis, mencoba meredakan rasa nyeri yang berdenyut di kepalanya.

Kenapa Akira diam? Kenapa menatapnya seperti itu? Apa yang Akira tunggu?

“Ini.” Entah darimana Akira menyodorkan dua butir pil kecil dalam telapak tangannya, “Telan pil ini, dokter bilang kau akan merasa sakit kepala ketika terbangun, ini akan meredakan nyerimu… dan cukup aman untuk kandunganmu.”

Dalam diam Asia menerima pil itu, dan menelannya, tanpa air. Manusia pada jaman dahulu dikatakan selalu menelan pil bersama air dikarenakan ukurannya akan menjadi ganjalan dintenggorokan apabila ditelan begitu saja, pun dengan rasa pahit yang biasanya tertinggal di pangkal lidah, membuatnya butuh hantaran air untuk menyapunya.

Tetapi di After Earth, pil model lama seperti itu tidak mungkin ditemukan lagi, karena telah diciptakan teknologi khusus yang membuat pil pecah tanpa rasa apapun ketika masuk ke dalam mulut dan terkena rangsangan nuansa basah air liur, lalu langsung terserap di dalam tubuh.

Teknologi terbaru ini diciptakan untuk berjaga-jaga jikalau manusia harus mengalami perang kembali dan kehilangan pasokan air, Pil ini juga sangat berguna ketika akan memberikan pengobatan kepada anak-anak, bayi, atau bahkan hewan. Selain itu pil ini lebih cepat bereaksi karena langsung diserap tubuh tanpa melalui organ pencernaan.

Rasa pusingnya langsung mereda, nyerinya menjadi sedikit tertanggungkan, dan ketika pikirannya jernih, dia mulai sedikit mengingat apa yang berkelebatan di kepalanya sebelum dirinya jatuh pingsan.

“Kebakaran itu…” Suara Asia tertelan di tenggorokannya ketika mengingat teror akan rasa sakit karena tak bisa bernapas dan panas di dadanya.

Mata Akira semakin menajam mendengar gumaman Asia,

“Kau ingat akan kebakaran panti asuhanmu itu?” Lelaki itu berbicara seolah menggeram.

Asia mengangguk, lalu menggeleng, merasa bingung.

“Aku…. aku tidak tahu… ingatan itu datang tiba-tiba sekelebatan, seolah-olah aku berada di sana kembali, aku merasakan sesaknya napas karena menghirup asap, dan panasnya kobaran api di tubuhku…. mungkin… mungkin karena itu aku pingsan.”

“Mungkin juga.” Akira mengangguk samar, memberikan persetujuannya, “Selain itu kau tidak ingat apa-apa lagi?”

Asia mengerutkan keningnya, sepatu boot ala militer itu… gendongan itu…

“Apakah… apakah kau menolongku?”

Mata Akira menyipit, “Apa maksudmu?”

Apakah dia salah berbicara? Asia membatin, tiba-tiba merasa gugup,

“A.. aku… maksudku aku ingat ketika aku hampir pingsan di tengah kebakaran , lalu seseorang menggendongku.. menyelamatkan aku dari api, orang itu mengenakan sepatu boot militer dan aku pikir itu kau.” Tiba-tiba saja Asia merasa malu mengucapkan kalimat itu. “Ah… tapi mungkin saja itu hanya halusinasiku.”

“Mungkin saja.” Bibir Akira tertarik membentuk senyum samar, tidak mengiyakan ataupun membantah, “Jadi selain itu semua, tidak ada lagi ingatan lain yang muncul?”

Kenapa lelaki ini begitu tertarik pada ingatannya?

Asia mengerutkan bibirnya, merasa aneh. Tetapi kemudian dia mencoba memaklumi ketika menyadari mungkin suaminya ini mencemaskannya – meski sikap dinginnya itu sama sekali tidak mencerminkan hal tersebut – batinnya skeptis.

“Tidak… aku tidak ingat yang lain…..” Tiba-tiba wajah Asia memucat, “Tapi… oh astaga…. di tengah kebakaran itu aku memanggil-manggil nama Cesar…” mata Asia melebar penuh teror, “Cesar yang mengirim orang untuk menculik dan membunuhku… Cesar yang kau bilang pengkhianat musuh besarmu itu…. Kenapa aku memanggil namanya? Apakah aku… apakah aku mengenalnya?”

Ekspresi Akira tampak murka mendengar kata-kata Asia, begitu murkanya hingga nyaris menakutkan.

“Mungkin ingatanmu sedikit kacau, mungkin kau memanggil namaku, tetapi karena insiden menyangkut Cesar yang traumatis untukmu, kau jadi merasa memanggil nama Cesar.” Lelaki itu memajukan tubuhnya hingga dekat dengan tubuh Asia, “Isteriku tidak mungkin memanggil nama lelaki lain ketika dia terdesak, dia sudah pasti hanya akan memanggil satu nama, namaku.” Mata Akira menajam penuh ancaman, “Oke, Asia?”

Asia merasa jantungnya berdegup, aura kemarahan sang Jenderal terasa begitu kental memenuhi udara.

“Eh… Oke.” Jawab Asia cepat, merasa terintimidasi.

“Jadi, siapa nama yang akan engkau panggil ketika kau terdesak, Asia?”

Kenapa suaminya memperlakukannya seperti memperlakukan penjahat?

“Namamu.” Asia menjawab secepatnya ketika menyadari kegusaran mulai merayap di wajah sang Jenderal karena dia tak kunjung menjawab.

“Bagus. Kalau begitu beristirahatlah.” Akira beranjak, tapi masih bergeming, “Jangan pernah menyebut nama lelaki lain di sini, apalagi di atas ranjangku, Asia. Atau aku akan membuatmu menyesal.” Ancamnya dingin sebelum berbalik meninggalkan Asia yang masih terpana kebingungan.

***

“Bagaimana, Jenderal?” Paris bertanya segera setelah dia memberi hormat kepada Akira, “Kamar putih sudah saya siapkan…”

“Tidak.” Akira mengangkat tangannya, menghentikan kata-kata Paris, “Kita tidak membutuhkannya, Asia tidak mengingat apapun yang berarti.”

Paris mengerutkan keningnya, “Tetapi bukankah ketika tidak sadarkan diri tadi nona Asia mengigaukan nama Cesar? Apah itu bukan….” kalimat Paris berhenti karena Akira melemparkan tatapan membunuh kepadanya.

“Dia tidak ingat apapun tentang Cesar. Ingatan yang datang padanya hanya sekelebat tentang kebakaran panti asuhan itu. Sepertinya kita masih bisa tenang, dan berharap kondisi ini terus berlangsung sampai bayinya lahir.”

Ketika melanjutkan kata-katanya, mata Akira berubah kejam, “Aku ingin kau mengerahkam segala daya upaya untuk menemukan Cesar, Paris. Sudah terlalu lama pasukan kita tampak bodoh karena Cesar selalu berhasil meloloskan diri. Aku mau Cesar dilenyapkan. Segera.”

Paris mengangguk, lalu sedikit membungkukkan tubuhnya, “Baik Jenderal, akan saya laksanakan.”

Setelah itu Paris melangkah ke pintu, hendak pergi, tetapi seolah tersadar sesuatu, langkahnya terhenti.

“Ada apa?” Akira mengangkat alis, melihat sikap Paris yang ragu-ragu.

Paris berdehem, “Informasi ini hendak saya sampaikan tadi pagi, tetapi tertunda.” Tidak biasanya Paris tampak gelisah, “Informan saya mengatakan bahwa hari ini nona Athena tiba di Marakesh city.”

“Athena.” Tak ada ekspresi di wajah Akira ketika menyebut namanya, “Dia pasti melihat tayangan pengumuman kehamilam Asia, karena itu dia ada di sini.” Ada senyum di wajah Akira.

“Saya takut dia akan menjadi ancaman bagi nona Asia, anda telah bertunangan dengannya bertahun-tahun dan kemudian meningalkannya karena nona Asia. Nona Athena pasti kembali dengan maksud tertentu.”

“Tentu saja dia punya maksud tertentu.” Akira terkekeh, “Aku kenal sekali dengan Athena, dia selalu punya maksud di balik semua tindakannya. Tetapi tenang saja, Paris, kita akan menyambut Athena dengan tangan terbuka.”

***

Sisi tempat tidur itu sedikit melesak ke samping dikarenakan beban yang naik ke atasnya, membuat Asia terbangun dari tidurnya.

Asia menolehkan kepalanya, dan sedikit terkejut menemukan Akira naik dan berbaring di ranjang di sisinya.

Lelaki itu memang selalu tidur bersamanya setiap malam, tetapi hampir setiap hari Jenderal Akira selalu pulang larut malam dan beranjak tidur ketika Asia sudah masuk ke dalam mimpi terdalamnya hingga bahkan tidak menyadari bahwa sang Jenderal datang, begitupun di pagi hari, Akira biasanya bangun pagi-pagi sekali hingga Asia terbangun hanya ditemani sisi ranjangnya yang sudah dingin.

Tetapi malam ini Asia tak mudah jatuh tertidur, entah karena obat yang diminumnya, entah karena dia tadi sudah terlalu lama tak sadarkan diri. Yang manapun itu, suasana seperti ini membuat Asia gugup dan tidak nyaman, apalagi mengingat terakhir kali mereka menghabiskan waktu terbangun di ranjang ini adalah karena mereka bercinta… yang pada akhirnya berubah menjadi bencana di pagi harinya.

“Apakah aku mengganggu tidurmu?” Lelaki itu tampak menatapnya menembus keremangan kamar nan gelap itu.

Asia menggelengkan kepalanya lemah, “Tidak… aku belum tidur.”

“Kenapa?”

“Kenapa apanya?”

“Kenapa belum tidur?”

Asia menghembuskan napasnya panjang, “Aku… aku tidak tahu.”

Dan kemudian, dengan gerakan tidak disangka-sangka, Akira mengulurkan jemarinya, lalu menarik Asia ke dalam pelukannya, membuat Asia terkesiap ketika wajahnya membentur dada bidang nan kokoh itu, wajahnya memerah dan degup jantungnya seketika mengeras,

“A…apa…”

“Sshh…” jemari Akira menyentuh belakang kepalanya, membuat Asia makin merapat, “Tidurlah, kau harus beristirahat selagi bisa, mengumpulkan energi. Karena kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi esok pagi.”

Asia terdiam, meskipun tidak mengerti akan maksud kata-kata Akira. Dia terdiam, merasakan panasnya tubuh lelaki itu yang membungkus tubuhnya, dan degup jantung sang Jenderal yang bergema di pipinya…. bagaikan alunan musik yang menghantarkannya ke alam mimpi.

Asia sudah hampir terlelap, ketika dia mendengar bisikan Akira di atas kepalanya, bisikan samar yang membuatnya bingung sedang berada di alam mimpi atau tidak.

“…..Kau harus memberikan kesetiaanmu kepadaku, Asia. Dan aku akan melindungimu sebagai timbal baliknya…..”

***

Suara sepatu boot itu menggema mengetuk lantai marmer di lorong-lorong benteng Marakesh City nan panjang. Tubuh wanita itu tinggi, dibalut oleh seragam hitam pasukan elite militer nan berkharisma,’meskipun sama sekali tidak melunturkan aura feminim nan cantik yang terpancar dari tubuhnya. Rambut pirang panjangnya yang indah kali ini digulung ke atas, membentuk cepol rapi di kepalanya.

Keseluruhan penampilannya luar biasa, membuat siapapun yang berpapasan dengannya di lorong itu terpana penuh kekaguman.

Langkah perempuan itu terhenti di depan pintu besar di ujung lorong. Lalu dia mengetuk pintu itu.

Akira, yang sedang berada di dalam ruangan itu bergumam datar, matanya masih tidak lepas dari peta strategi yang terhampar di mejanya.

“Masuk.”

Pintu itu terbuka, dan sosok perempuan itu melangkah masuk.

“Saya datang untuk melapor, Jenderal.”

Akira mendongakkan kepalanya dari berkas di mejanya, dan kemudian tersenyum samar ketika menatap sosok di depannya.

“Ah, Letnan Athena. Selamat datang kembali di Marakesh City.”

Baca Parts Lainnya Klik Di sini

KONTEN PREMIUM PSA


 

Semua E-book bisa dibaca OFFLINE via Google Playbook juga memiliki tambahan parts bonus khusus yang tidak diterbitkan di web. Support web dan Authors PSA dengan membeli E-book resmi hanya di Google Play. Silakan tap/klik cover E-book di bawah ini.

Download dan install PSA App terbaru di Google PlayWelcome To PSAFolow instagram PSA di @projectsairaakira

Baca Novel Bagus Gratis Sampai Tamat – Project Sairaakira

BAGIAN DARI AFTER EARTH KINGDOM UNIVERSE

  1. The General’s Wife / The General’s Wife Revolution ( versi buku cetak )
  2. Lieutenant’s Darling
  3. The General’s Wife Regeneration
  4. Cesar’s Prey 
  5. The General’s Wife Resurrection
  6. Lieutenant’s Baby
  7. Lieutenant’s Daughter

 

222 Komentar

  1. Coba ya obat jaman sekarang begitu ._. Lebih enak… eh gak deng~ gak mau minum obat.. minum obat kan sakit artinya.. gak mau wkwkwk

    Tulisan kaka rapi. Aku suka.
    Aku selalu betah baca cerita kalo tulisannya rapi dengan EYD yang benar dan kata baku yang pas. Wisss~ aku bicara kyk guru bahasa indonesia ya?? Heheh abaikan bang akira

  2. Tipe Paris kebalikan dr Akira :-)

  3. Jadi ikut panik bacanya, pengen biar asia lupa ingatan aja terus hehe, maafkan (:

  4. yah..walaupun mbak Athena maksa tetap nggak bisa klop kan?.

  5. :good:

  6. coba aja kalau ceasar mendengarkan kata asia waktu itu, pasti semuanya gk aka kek gini :cry:
    tapi beginilah kisahnya *cielahhh :good: :yahoo:

  7. pratiwi120390 menulis:

    :good: :good:

  8. curiocherry menulis:

    Dari awal dulu baca part ini, rasanya pengen ngegampar Akira. Dia nggak tahu bahwa ucapan selamat datang ini adalh sambutan untuk malapetaka. Oh, well, maybe he deserved it. :unsure:

  9. Ismaya Miftahul menulis:

    Nama nya bagus Athena,tapi kelakuannya :negative:

  10. Athena..

  11. OrryelNarsa menulis:

    Lengkaplah sudah haha..
    PHO selalu terjadi dan melengkapi semuanya..
    Asia+Akira+Cesar+Athena..
    Cinta segi empat eh? Hahaha..
    Semangat untuk team PSA..

  12. Tulisannya rapiii bgt,,great job

  13. wah ada pendatang baru ternyata. apakah athena masih punya perasaan ama jendral akira.

  14. Gimna ni nasib selanjutnya asia.,

  15. Andaikan asia amnesia selamanya.. wkwk
    Hmm ada cast baru nongol, eh mantan tunangan jendral pula.. aigoo..
    Entah kenapa aku jadi merasa sangat tidak senang dengan kedatangan athena ini.. :-(

  16. suka banget liat reaksi possesif sang jendral akira :yahoo: tapi sang mantan tunanan datang ko jadi gak enak hati :-(

  17. antob_picula menulis:

    ya benar.

  18. bunnypuppy23 menulis:

    Hmm :PEDASS

  19. D.zherant menulis:

    Wkwkwkwk iyakan pas baca part ini jadi ga sabar nunggu cerita abang paris :YOUSHOU

  20. SyarifahAlydrus menulis:

    :SETRUM benci banget sama athena arhhhh

  21. RiniAnsyah3 menulis:

    Okeeeeeee…
    Saingan alias pengganggu datang…. :NGOMEL

  22. anna_yunita menulis:

    :ASIA

  23. timbal balik ya. Asia saingan kamu udah datang tuh.. Sebaiknya akira dirantai aja supaya ngga bisa kelain hati :D eaaaaa

  24. KristinaBakara menulis:

    Asia vs athena?

  25. syahrianti menulis:

    yang satu belum kelar muncul lagi yang lain :WELL
    Apa ‘kamar putih’ itu semacam tempat penyiksaan? Tempat penyekapan Asia?
    Sampai sejauh ini masih belum paham kenapa mreka saling benci :MIKIR
    karakter asia yg sebenarnya belum dimunculin, penasaran sama sikap aslinya dan kenapa dia bisa amnesia

  26. Obatnya keren yaa langsung menyerap tubuh.. dan reaksinya cueeepaaat sekalii.. cool
    Siapa lagi yg datang?? Pengganggu baru??

  27. Alasan paris kok sama dg aku :LETNANPARIS :LETNANPARIS
    nnt letnan paris nikahnya sama aku jenderal :MUEHEHE :MUEHEHE

  28. Tiyan Septiyani menulis:

    saya tipe orang yang nggak suka minum obat apa lagi pil. tapi kalao pil nya sejenis kaya yang di after earth sih, beda lagi. hehee..

    “Aku percaya bahwa kita semua ditakdirkan untuk berdamai.” -asia

    “…..Kau harus memberikan kesetiaanmu kepadaku, Asia. Dan aku akan melindungimu sebagai timbal baliknya…..” -Akira. sangat jenderal Akira sekali.

  29. Sikap Akira yg kejam ke Asia apa krn merasa Asia komplotan sm kakanya Cesar untuk memberontak?

  30. Keren ya obat bisa kaya gitu. Coba sekarang ada obat kaya gitu, gak ada lagi yang namanya minum obat harus digerus atau ditelen bareng pisang wkwkw

    Suka bangetlah sama tulisan kaka, sampe sekarang belum nemu salah salah kata yang berarti..

  31. raraagustin menulis:

    Kalo Asia lupa ingatan terus kan bisa deket sama jenderal akira..
    Gapapa asia sembuhnya ntar aja wkwk

    1. ratushayle menulis:

      setuju wkwkwk

  32. Aq mah brharap da obat kyk gtu… jd gak perlu siapin kberanian law mw mnum obat….hehehe
    Cie… cieeee… jendral cemburuuuu

  33. Keren ya obatnya bisa kayak gitu

  34. Jendral jendral.. Kok lucu sih kalo cemburu.. Asia gak akan kemana2 asal sikap jendral tetep manis kayak gitu..

  35. Paris kok ramah bgt padahal pasuka militer hitam jangan2 sikapnya ga seramah wajah yg ditunjukannya?

  36. Kamar putih itu apaan ya ?
    Tempat penyiksaankah.?

  37. part ini ternyata yang ada Bob Markey nya.. eh…salfok xexexe ??

  38. part ini ternyata yang ada Bob Marley nya.. eh…salfok xexexe ??

  39. Athrna tuh mantannya akira yaaa?

  40. SriRahayuYayuk menulis:

    hahaha aku jadi membayangkan wajah terkejut letnan paria ketika JA melemparkan pertanyaaan ini

    “Kenapa kau tidak menikah, Paris?”

    pasti lucu bgt hehe

  41. SriRahayuYayuk menulis:

    Part awal mula munculnya sosok Athena

  42. Nice :tepuk2tangan

  43. Jenderal Akira : “Kenapa kau tidak menikah paris” :CURIGAH
    Letnan Paris : “kenapa? Karena jodoh saya belum lahir pak” :aaaKaboor
    :KETAWAJAHADD *yang ini versi jawaban ngawur dari saya. Okey Abaikan* :HUAHAHAHAHA

  44. Athena :DOR!

  45. Favorite coupleee

  46. INi nih, qoute TGW yg ada di home~ :LOONCAT

  47. LydiaMarcella_Putri menulis:

    Jangan bawa 2 Bob Marley kedalam hidup kamu asia..mending bawa aku aja.hehehe

  48. :matamata

  49. Team asia..

  50. huuu letnan anthena datang dan menghancurkan segala rencana ><

  51. Muncul sosok athena disni..
    Baru nyadar athena juga nama kota
    Paris ada temennya :happyhappy
    Ada kairo, asia juga :YUHUIII

  52. Yah…masuk dia di part ini

  53. :aaaKaboor

  54. :CURIGAH

  55. Paling kesel ma.athena.. iiih sebel

  56. :cintakamumuach

  57. Makin kesini makin seru, deg2kan, penuh teka- teki. Kayaknya nano pokoknya????

  58. pake nama negara semua wkwkkw :KENTUUT

  59. MayuriKanzawa menulis:

    :MAWARR

  60. Muncul perusuh dsni…. Athena :ayamseterong

  61. Heztykhayeye menulis:

    Sang mantan datang :LOONCAT

  62. Re-read

  63. :PATAHHATI :TERHARUBIRU

  64. Su pengacau dataaaaaang…… Je je jeeeeeeng~~~~ :ASAHPISAU2 :ASAHPISAU2

  65. fitriartemisia menulis:

    Athena.. ciyan sama dia. Tapi gimana dong, aku Asia-Akira shipper hihihi :dragonmintacium

  66. Senengnya jadi asia yang dilindungi sang jendral

  67. azzampradipta16 menulis:

    Aih.. Pho dtg..

  68. Si wanita jahat datang. Wanita pencemburu + pendendam itu mengerikan. Liat saja si Athena, padahal sebelumnya dia wanita baik tapi karena patah hati ditinggal Jenderal Akira buat dia jadi pendendam :ASAHPISAU2

  69. Pengganggu datang…

  70. Masalah baru datang :nooo!

  71. Asia setia ko. Jendral

  72. Atsumichiaiko menulis:

    Yah..pengganggu datang :ASAHPISAU2 :DOR!

  73. :PATAHHATI :PATAHHATI

  74. Toppp Abiisss

  75. Pihak ketiga ……. hmmmmm

  76. paris sampe kaget gitu ya waktu JA nanyain tentang nikah :ngetawain

  77. keren banget, minum obat tanpa air. seandainya sekarang ada obat kayak gitu, pasti enak. ga perlu repot kalo mau minum obat, eh bukan minum ya berarti. tapi makan hehe

  78. Athena :DOR! :DOR! :DOR! :ASAHPISAU2 :ASAHPISAU2 :ASAHPISAU2

  79. Aduhh sang mantan datang

  80. Bang Akira…. Ga kuku aqu~~ :tendangkerikil :dragonbaper

  81. Orang ketiga?.,

  82. :panikhati

  83. Welcome Athena, sang mantan. Tapi kl macem2 habisin aja bang Akira :ASAHPISAU2 :DOR!

    Kapan ya ada obat kaya gitu… Ga perlu minum air bergelas2 buat nelen obat segede gajah dan buat ngilangin rasa pahit dimulut yang ga hilang jg hbs minum terus2an. Apa lagi puyer… Duh itu bikin anak kecil benci obat. :TERHARUBIRU

    Paris smp shock gitu ditanyain knp ga nikah. :BAAAAAA

  84. Pengganggu dateng….

  85. :BAAAAAA :aaaKaboor

  86. Kemunculan letnan athena bikin aku gondok banget, berasa asia dapet saingan gitu, apalagi nih cewek masa lalunya jenderal. apalagi di part ini penerimaan bang jenderal ke athena begitu baik… aku sempet mikirnya mungkin dia bakal jadi saingannya asia.. :DOR! :DOR!

  87. iriienfadiliah menulis:

    Ketika mantan jendral datang menghancurkan impian jendral mempunyai sesorang keturunan :TERHARUBIRU

  88. windaturistiani menulis:

    :NABRAKKACA :NABRAKKACA orang ketiga datang..

  89. :ASAHPISAU2

  90. :TERHARUBIRU

  91. agh datang satu lagi nyamuk :DOR!

  92. datang lagi nyamuk satu :DOR!

  93. Sebel sm athena.ngapain si dtng ganggu aj.

  94. Yg d maksud JA Paris lg deket sama cewe itu India kali ya,,jd inget crta mreka ini kan waktunya barengan ya LD sama TGW,,skrg nasib Asia lg amnesia trus India nasibnya gmna ya :BAAAAAA

  95. Mantan jenderal datanggg

  96. Choco_cone31 menulis:

    aiiih ruba betina udh dateng ni

  97. laelapuspita menulis:

    Athena come backkkk…

  98. Sri Rahayu Anggraeni menulis:

    :ragunih

  99. Yey tambah seru nihh

  100. Duh pengganggu datang???

  101. :pingsan!

  102. :tidakks!

  103. Athena itu siapa lagi? Wkwk

  104. Aduh asia punya saingan ne.

  105. Athena tv kah? :ragunih

  106. Geregettt?

  107. Dulu waktu baca pertama. Pas bagian ini ma sebelumnya, aku pikir cesar itu kekasihnya asia. Eh tenyata bukan. Terus aku mikirnya athena ini bakal jadi musuh sampe akhir part nanti. Eh ternyata salah juga.

  108. Letnan athena mantannya jenderal akira yah, gimana yah reaksinya asia

  109. Saya lgs benci ma athena…
    Sebellllll :NABRAKKACA

    1. Baked Potato menulis:

      sama dong, hahaa

  110. maersalalalalabobo12 menulis:

    :LARIDEMIHIDUP

  111. Di waktu ini kayaknya jenderal paris belum bertemu india yaa :ragunih

  112. Datang tokoh baru…orang dari masa lalu akiraa haaft

  113. “Kau harus memberikan kesetiaanmu kepadaku Asia. Dan aku akan melindungimu sebagai timbal baliknya..” kok gua suka kata2 ini ya :NGEBETT :inlovebabe

  114. dulu pertama kali baca sempet ngira Letnan Paris itu udah tua

  115. Mantan-_-

  116. Baked Potato menulis:

    deep pls :PATAHHATI

  117. Baked Potato menulis:

    waww, posesif

  118. athena si pengganggu & musuh asia,

  119. Ewww mantan

  120. :NABRAKKACA

  121. Si mantan hadir :LARIDEMIHIDUP

  122. Mantan muncul kembali biasanya suka membawa kekacauan

  123. Semoga Athena tidak menjadi penghalang bagi Akira dan Asia. Entah mengapa aku lansung gak suka sama Athena. :tidakks!

  124. Asia agresif juga ya. Bawaan bayi atau bawaan hati.?

  125. Sebel klo ada org ke 3. Bwa bncana pasti deh?

  126. :LARIDEMIHIDUP

  127. Mantan yang ga bisa move on dataaangg :LARIDEMIHIDUP

  128. AimeeCho838 menulis:

    Sudah muncul calon calon pengganggu.

  129. Ngga asik klo ngga ada penggangu antara Akira dan Asia

  130. :peluksabahat :peluksabahat :peluksabahat :peluksabahat

  131. ketamu mantan nich jendral…. :byesampaijumpa

  132. afsyeengrey menulis:

    Dan si mantan yg gagal mupon pun datang -__-

  133. sang kyung jung menulis:

    Entah kenapaa berharap asia cepet ngingat semuanya dan kembali memberontakkk uwoww

  134. Athena bakal jadi ancaman ga yaa buat asia

  135. calisthaiden menulis:

    Tercium bau bau PHO disini

  136. Huaaahhhh sang mantan~

  137. C R A C I M E L menulis:

    Mantan oh mantan

  138. mantan :ragunih

  139. Mantan nya dateng :LARIDEMIHIDUP

  140. :tidakks!

  141. :tidakks! :bebekngintipdendam

  142. jenigriyani menulis:

    Oh No..
    @Projectsairaakira

  143. aureliafirmansyah menulis:

    sang mantan jenderal yang akhirnya muncul juga..
    gak sabar nunggu konflik cinta mereka selanjutnya..

  144. Ayu Lestari menulis:

    Happy banget Akira mau ketemu mantan..?

  145. asia sudah mulai ingat sama masalalunya

  146. Ayu permatasari menulis:

    Kembali’y sang mantan :PATAHHATI :PATAHHATI :PATAHHATI :PATAHHATI

  147. :cintakamumuach

  148. Ingin kubunuh mantanmu…
    Uwoouwooo ?? :DOR! :DOR! :DOR!

  149. Missjangchoii1 menulis:

    Athena?
    Kira-kira siapa yang menjadi penyelamat Asia waktu itu?
    Masih penasaran sama kamar putih tsb.
    Apa yang terdapat didalamnya

  150. Natasya Benson menulis:

    Mantan terindah bukan itu? Wkwkwk perasaan akira mulai berubah ya

  151. mantan njirrr :v

  152. Bakal ada konflik nih.. apa yg bakal athena lakuin? Lalu asia bakal gmn? Ada insiden cemburu2 menguras hati gk?

  153. Bencana…siaga 2 …nenek sihir datang :CURIGAH

  154. Ya ampuun tunanganmu anggota militer jg akira
    Hidup mu membosankan

  155. Kurome Hiyoshi menulis:

    Nah loh… Kedatangan sang mantan XD

  156. fitriartemisia menulis:

    keingetan sketchnya kak @nolandzeta huhuyyy nongol nih Letnat Athena. sayangnya muncul terus dihukum mati huhuuhu

  157. Syafriska Amelia Nst menulis:

    Santai aja
    Mantan kekasih yg tdk bertahan lama
    Hahaha

  158. Welcome tan :bebekngintipdendam

  159. Gilaa. Gue salfok ama pilnya. Kapan? Ada pil model begitu?? Bosen banget ama pil model lama. Semoga menkes liat ini trus bikin pil model baru deh :HULAHULA :LOONCAT

  160. Pengen puk puk jendral deh :ngambeknih

  161. Baca ulang

  162. Si mantan akhirnya nongol juga

  163. :gulungguling

  164. :CURIGAH mantan kembali, bakalan ada yg gak beres nih

  165. Mantan’nya jendral datang … heol… ??

  166. Prisma Lincia menulis:

    Mantan is back !!

  167. aninagustina menulis:

    The power of mantan :PANDAELUS

  168. Dipertiwie menulis:

    Mantan kekasih Jendral Akira is BACK …. :KAGEET :ASAHPISAU2 :DOR!

  169. Disaat mantan belum bisa move on….. :LARIDEMIHIDUP

  170. fitriartemisia menulis:

    ancaman sang mantan hmmm :DOR!

  171. carlawella menulis:

    waspada dengan mantan :CURIGAH :CURIGAH :ASAHPISAU2

  172. carlawella menulis:

    dulu aku kira caesar itu pacarnya asia :dragonhihihi

  173. medusa :CURIGAH

  174. mustika lisa amalia menulis:

    Mantan kembali, ancaman datang??
    :CURIGAH

  175. susanti_hendriadi menulis:

    Sang mantan comeback beybeih

  176. Lely Damayanti menulis:

    Bgmn rasanya ya liat mantan pacar lg??? Trus malas sekantor breng????

  177. oh sang mantan :evilmode

  178. Akira ketemu mantan pacar :bantingkursi :bantingkursi

  179. Arfan Naendra menulis:

    Dan cerita se amazing ini slalu berbekas dihati :kisskiss

  180. mantan terindah :kisskiss

  181. asia pecinta kedamaian dan jendral akira yang berusaha membuat semuanya damai..
    bukankah mereka pasangan yang serasi? :lovely

  182. Airaqyoung1215 menulis:

    :kisskiss :kisskiss :kisskiss

  183. Sipengacau datang haha?

  184. Kaikou Nezumi menulis:

    Mantannnnn, apakah dia pengganggu juga

  185. Dhian Sarahwati menulis:

    Konflik…mantan Dateng…jeng..jenggg

  186. Mau dong pil kayak gitu :kamubikinngakak

  187. Walaupun kau adalah mantan terindah nya sekalipun tapi Jendral tidak akan tergoda :kamubikinngakak

  188. Ada POV khusus akira ga?
    Penasaran apa yang ada dalam benak akira.
    Kapan benih2 cinta itu muncul??? :lovely

  189. SERAFINA MOON LIGT🌙❤💡 menulis:

    akulah sang Mantan :evilmode :wkwkwkwk

  190. marizka nuril menulis:

    Re-read jendral lagi :ayojadian

  191. Diah Wardani menulis:

    :lovely

  192. Ada pengganggu si mantan datang :mimisankarnamu

  193. Horor ya ceu :NGAKAKGILAA

  194. Thanks!

  195. Wow mantannya anggota militer dong😃mari kita lihat, apakah akan ada bibit2 pelakor hmm🤨

  196. Kinky Rain menulis:

    :luculuculucuih

  197. dewantilaraswaty menulis:

    :sebarcinta :luculuculucuih :DUKDUKDUK

  198. AuroraGren menulis:

    :sebarcinta :sebarcinta

  199. Pooja Kharisma menulis:

    :kumenangismelepasmu :kumenangismelepasmu

  200. Wow, mantan akira dibidang militer juga

  201. Bukan kaleng-kaleng

  202. Dera Puspita Dewi menulis:

    :lovelove :ohyeaaaaaaaaah!

  203. Putik Lestari menulis:

    :lovelove

  204. Hmmmm yuuu :lovelove

  205. dianyuli396 menulis:

    Waduh ada MB mantan

  206. Tenang….Akira always for Asia forever :kudukungkau

  207. Pesaing datang…