“kamu melihatnya?” tanyanya riang. kedua sudut bibirnya tertarik hingga menampilkan deretan gigi timun yang dimilikinya. matanya yang sipit semakin tak terlihat ketika ia tersenyum seperti ini. jangan lupakan suara ketawanya yang renyah. membuatku tak tahan untuk merangkul lengan tangannya dengan erat. “ya, aku melihatnya. apa yang membuatmu menyukainya?” tanyaku heran. “jangan tanyakan alasannya. karena bagiku, …




