Ungkapan (Diary)
Vitamins Blog

Ungkapan (Diary)

Bookmark

No account yet? Register

Entah sudah berapa lama,
aku tak lagi mampu mengingatnya,
karena terlalu banyak detik, menit, jam dan hari berlalu nan menjadi bulan dan tahun
meninggalkan tumpukan debu pada diary usangku

di sana dulu aku torehkan setiap isi hatiku
tentang setiap keluh kesahmu akan waktu yang terkadang membuatku layaknya batu, tak bernilai dan tak dilirik siapapun itu

namun jika kau tahu rumah tak akan berdiri kokoh tanpaku, jalanan pun juga begitu..
dan satu kisahku yang tak akan lekang oleh waktu
Di mana mungkin dirimu, mengalami hal serupa denganku

Dan perlu kau tahu terkadangpun aku merasakan kebingungan itu, di mana setiap kata, perbuatan dan juga tingkahku selalu salah di mata bundaku

contoh saja, ketika aku tak bekerja bunda selalu bilang

“Mbok yaa kamu cari kerja tho nduk, atau bantuin bunda kerja… jangan cuma bisa nganggur aja di rumah”

lalu giliran diriku sibuk kerja pulang malam bunda akan bilang

“mbok yaa kalau kerja itu ingat waktu nduk.. jangan terlalu di forsir.. mana gajimu juga gak seberapa… mbok yaudah di rumah saja”

kadang pula ada sekali waktu diriku telah selesai dengan segala pekerjaan rumah namun bunda akan bilang

” jadi anak perempuan itu mbok yaaa yang rajin,.. masa rumah bratakan di biarin saja”
ketika melihat satu saja pekerjaan yang belum sempat terselesaikan saat dia pulang.

Dan jika bunda melihatku bekerja ia akan bilang
” kog tumben2 kamu mau… ”

dan segala jenisnya…
yang terkadang membuat aku berpikir gak ada benarnya aku di mata bunda

rasa kesal dan dongkol itu pasti kadang terasa menyesakan dada…
sehingga ingin aku muntahkan semua dalam ledakan tak kasat mata…
namun apa mau di kata
jika bunda telah berlaku demikian…

namun paling tidak aku tahu…

itulah caranya memperhatikan diriku… dengan caranya yang terkadang membuat rasa kesal dalam jiwa…
namun tanpa aku sangka seorang bunda akan selalu membanggakan anaknya
kepada setiap insan yang bertemu dengannya

Dan hal itulah yang kini aku rindukan di dalam sanubariku terdalam
karena kini aku tak lagi mendengar setiap gerutuan bunda akan tingkahku

Setiap sanjungan yang ia berikan tanpa sepengetahuanku

sungguh aku rindu teramat rindu

namun aku tak lagi bisa memutar waktu yang telah lama berlalu hingga hanya sekilas kenangan samar yang tinggal di ingatanku

dan hanya sebait doa yang mampu aku lantunkan di setiap rukuk dan sujudku untuk bunda yang kusayang

10 Komentar

  1. Pelukkkk erat ka yayuk
    Mga beliau bahagia disana, bahagia liat anak ny dah tumbuh dewasa, bahagia pny anak sholehah sprt dikau dll, mga kubur beliau dijadikan raudhoh min riyadil jannah oleh Allah
    Mga nnt dipertemukan kembali di surga-Nya ya ka
    Semangat ka yayuk

  2. Biarlah rindu tetap tertanam, dengan begitu kenangan tak kan pernah pudar,
    sedih bacanya,,
    Semoga Bunda kaka diterima disisi Tuhan. Amin

  3. Sama, kadang aku juga selalu merasa apa yg aku kerjakan salah dimata ibu. Tapi itu adalah bentuk perhatian dan kasih sayang beliau terhadap kita.
    Semoga Kakak selalu diberi ketabahan. Insya Allah, semoga doa2 Kakak di setiap rukuk dan sujud di ijabah oleh Allah. Aamiin

  4. Semangat

  5. Semangat !!!

  6. KhairaAlfia menulis:

    :kehilangan :kehilangan

  7. Semangat!!!

  8. fitriartemisia menulis:

    peluuuk, doa anak shalihah untuk ibu..
    semangat kak

  9. :mauikutan

  10. :peluksabahat

Tinggalkan Balasan