Vitamins Blog

Trying to find the best one

Bookmark

No account yet? Register

31 votes, average: 1,00 out of 1 (31 votes, average: 1,00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...

 

Entah, dia berdiri untuk menatap mereka atau untuk mengukur seberapa rapuh dirinya yang bisa menumpukan diri pada kakinya yang melemah.

Perempuan itu masih menangis dalam tawa.

Tersenyum dalam tangis.

Tertawa pada kepahitan.

Dan, jangan mencoba untuk memperbaikinya.

Terakhir kali ada seseorang yang mencoba memperbaikinya, orang itu hanya memperparah luka.

Menoreh siletan besar dihati rongsoknya.

Sudahlah, biarkan dia seperti itu.

Sampai dia mengerti, bahwa iming-iming cinta hanya akan menyakitinya; sampai dia menemukan satu yang tepat.

Dia masih menunggu.

Berharap bahwa satu yang tepat itu adalah seseorang yang sudah merusak hatinya menjadi pecahan kecil, berharap lelaki itu kembali.

Entah.

Untuk apa?

Memperbaiki hati atau menoreh luka lagi?

–i38a

12 Komentar

  1. Dalpahandayani menulis:

    Terluka dalam teramat sakit
    Bagus
    Smangat

  2. berharap lelaki itu kembali..
    memperbaiki hati atau menoreh luka lagi.

    ini menyesakkan kurasa.

  3. Memperbaiki hati atau menorehkan luka lagi???
    Aduhh kok sakit ya, msh menunggu seseorang yg sudah menyakiti sedemikian rupa????apaaahh???
    Aduhhh duh duh, cinta mati kah? Klo iy, berarti benar yak klo cinta itu buta, mau sejelek apapun, sesakit apapun hati, tp klo dah cinta ya ttp aja cinta

  4. aishelatsilla menulis:

    :PATAHHATI :PATAHHATI :PATAHHATI

  5. :PATAHHATI :PATAHHATI :PATAHHATI

  6. :PATAHHATI

  7. :PATAHHATI

  8. :TERHARUBIRU

  9. fitriartemisia menulis:

    :PATAHHATI :PATAHHATI :PATAHHATI :PATAHHATI :PATAHHATI
    jangan menorehkan luka lagi atuh huhu

  10. syj_maomao menulis:

    Duhh makin nyesek yaa kak :PATAHHATI
    Memperbaiki hati atau menoreh luka lagi? Ku berharap untuk memperbaiki hati…

  11. Duh nyesek banget ya

    1. Semangat, buka hati untuk cinta yang lain ajaaa, kaborrr

Tinggalkan Balasan