Lalu kamu kembali dengan sejuta kesedihan dan sejuta kesenangan. Benar kata orang, hai setitik, rusak move on sebelangga. Ketika aku telah berusaha mati matian untuk melupakan mu, kamu kembali dengan cengiran khasmu. Tapi, apa boleh buat? Apa aku bisa menghentikan ini? Apa aku bisa menolak? Apa aku bisa pergi sementara kamu di depan mata? Apa …







