Vitamins Blog

TERLAMBAT?

Bookmark

No account yet? Register

26 votes, average: 1,00 out of 1 (26 votes, average: 1,00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...

Tampan. Kesan pertama setiap orang padamu adalah tampan. Tentu saja, siapa yang bisa menolak pesonamu itu, eoh? Hidung yan meninggi, alis mata tebal yang lebat, tatapan mata elang, serta bibir yang selalu ramah memberi senyuman kepada siapapun. Senyum itu seperti membuka kembali begitu banyak kenangan. Potongan-potongan kejadian masalalu mulai menyeruak kembali diingatanku. Ahhhh, tunggu! Kurasa ada yang berbeda dari senyumanmu itu. Tidak, tidak. Senyummu masih tetap menjadi candu untukku, tidak berubah. Hanya sajaaa ada yang berbeda……

“apa aku sangat tampan sampai kau melihatku begitu?” tanyamu, membawaku kembali ke alam nyata

“heiiii, sudah cukup. Tak bisakah kau berhenti menggodaku? Kita baru bertemu beberapa bulan setelah sepuluh tahun tak bertemu” sungutku, lebih tepatnya menutupi rasa malu karena tertangkap basah megamati wajahmu

“ahahahahaa, bahkan setelah sepuluh tahun pipimu masih merah saat malu? Padahal sekarang kau sudah jadi lebih tinggi dan kurus, dan cantik. Tapi ciri khasmu tak berubah, eh?” kau mengusap rambutku

no, no! just stop it. You’ll make it messy! Aku mengamati gigimu. Seingatku dulu, semua teman perempuan suka pada senyummu.” Kataku sambil merapikan rambutku yang berantakan. Kuamati kau menyeruput café latte-mu sambil menyipitkan matamu, tanda kau sedang berpikir.

“ohh, maksudmu gigi gingsulku? Aku memasang kawat gigi tentunya, emmm kurasa aku memakai besi di gigiku itu setelah kau pindah. Kau tau? Itu adalah masa-masa yang berat karena aku tersiksa memakan sesuatu selama seminggu!” kau memasang muka menyedihkan yang membuatku memukulmu. Seketika tawamu membelah seisi kantin ini, anehnya tawamu menular padaku.

“sepertinya aku harus pergi sekarang. Dia sudah menungguku.” Aku menoleh ke arah yang kau maksud. Disana, sosok wanita cantik yang perah kau kenalkan padaku sebagai kekasihmu. Senyum sumringah terpancar dari wajahmu. Aku hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalaku saat kau membelah hujan deras untuk menemuinya. Entah apa yang kalian bicarakan sampai wanitamu itu tersipu dan akhirnya kalian berdua menghilang dibalik rintik hujan.

Aku hanya bisa menghela napas panjang. Pertemuan yang tak terduga denganmu sungguh begitu menyenangkan. Kau, dengan senyum hangat dan keramahan tulus, membawa perasaan yang dulu kuanggap hanya angina lalu tak penting. Tapi sepertinya rintik-rintik hujan telah membantuku menyadari semuanya dengan mudah,

“apakah aku benar-benar terlambat? Masihkah aku punya harapan untuk mengejar sepuluh tahun keterlambatanku?”

 

*pdtr*

 

 

 

#jungy

hai haiiii, salam kenal kakk. sedang mencoba menulis kak, apabila berkenan tinggalkan pendapat yaaaa sebagai panduan supaya lebih baik lagiii  😉

21 Komentar

  1. :PATAHHATI :MARAHNANGIS

    1. :PATAHHATI :PATAHHATI

  2. nikenprabaretna menulis:

    Ni kenapa nggak da ratingnya….
    buat ya…
    Ceritanya bagus , feel juga terasa meski da typo tapi nggak masalah.
    Aq suka suka :owlkasihbunga :owlkasihbunga

    1. oke siapp kak, maaf masih newbi kak. belum bisa ngotak ati hihiii ^^
      maksih dukungannya kak

  3. indahlestari644 menulis:

    Feel nya keren 🙂

    1. makasih kakkk ^^

  4. Aku suka aku suka,,,,feel nya dapet.tapi masih ada sedikit typo

    1. waaaah, terimakasih kak. semoga tulisan saya bisa lebih baik lagi ya kak ^^

  5. :dragonbaper :anakayamnangis :AKUGAKTERIMA

    1. :PATAHHATI :PATAHHATI

  6. Masih masih masih bsa
    Tng aja, msh bisa kok, lahhhh aq semangat bngt ni nulis komen ny Hahaha
    Kok tau2 udahann sihh ceritany
    Aihhhh bru ketemu tp dia sdh berdua
    Aihhhh itu sakittttttnya dimanamanamanamana huhu
    Jngn2 si cwo jg pny rasa yg sma ya, lahh jdi bikin kesimpulan sndri nih aq ny
    Ditunggu kelanjutanny
    Semangat trs yak

  7. aishelatsilla menulis:

    Selama janur kuning belum melengkung,masih milik umum kok :BANTING!

    1. Betul betul betul

  8. Pingkyqueen17 menulis:

    Cerita nya bagus, feel nya dapet.
    Mungkin si cewek kurang berjuang tuh hehe

  9. ini akan ada lanjutannya kan,,
    sedih lah kalau harus sampai disini aja,,

  10. :PATAHHATI

  11. Masih bisa kok berjuang, hihihi

  12. :PATAHHATI :PATAHHATI :PATAHHATI

  13. :PATAHHATI :PATAHHATI

  14. fitriartemisia menulis:

    masih kok, masih bisa :LARIDEMIHIDUP

  15. Ditunggu kelanjutannyaa

Tinggalkan Balasan