Project Sairaakira - SAVERIN (Patah Hati)
Vitamins Blog

SAVERIN 13(Patah Hati)

0
Views:1,193
Bookmark
Please login to bookmarkClose

Putus cinta telah memporak-porandakan hati pemuda itu, paling tidak seperti itulah semua teman-temannya di sekolah melihatnya. Tak seorang pun mengira bahwa putus cinta kali ini sungguh membuat pemuda itu berantakan dan semua teman-teman bermainnya mengatakan hal yang sama. Teman-temannya lama-kelamaan akhirnya tau juga apa yang sedang terjadi.

“Dia kenapa?” Ucap salah satu temannya

“Sepertinya patah hati karna putus cinta” ucap salah satu temannya yang lain.

Dan para teman-teman pun mencoba membatunya mengatasi masalah rumit karna patah hati tersebut.

Mereka menyuruhnya untuk mulai memetik gitar dan bernyanyi seperti dahulu yang sering dilakukannya saat mencoba merayu para anak perempuan di sekolahku yang selalu mengejarnya. Dan beberapa gadis diantaranya langsung melemparkan diri kearahnya, berharap menjadi kekasihnya. Tapi pemuda itu seolah kehilangan semangat yang dulu, seolah dia kehilangan selera humornya pada para anak perempuan di sekolahku.  Para anak perempuan di sekolahanku pun mulai berbondong-bondong untuk merayunya kembali. Mereka mulai menghujaninya dengan berbagai hadiah. Coklat, aneka buku novel romansa romantis yang dibungkus dengan kertas merah warna merah muda dengan tapi warna merah muda juga, dan masih banyak barang yang lainnya. Hampir setiap hari barang-barang pemberian para gadis-gadis itu mulai menumpuk di mejanya, mirip seperti tumpukan barang rongsokan. Dan bukan hanya anak perempuan saja yang menyukainya, teman-teman laki-lakinya pun  mulai menyukai semua hadiah dari para anak perempuan.

Pemuda itu selalu mencoba menolak dengan ramah semua anak perempuan yang datang kepadanya untuk menawarkan cinta. Tapi saat ada gadis yang datang kepadanya untuk menawarkan cinta kepadanya bertubuh mungil dengan rambut hitam sebahu pasti akan langsung diterimanya. Dan saat semua orang melihat saat pemuda itu langsung menerima cinta dari gadis mungil berambut sebahu, mereka pun menganggap bahwa gadis itu hanya dijadikan pelarian cintanya saja.

Tapi siapa yang peduli. Bagi mereka bisa sedikit merasakan kasih sayang dari pemuda play boy itu merupakan sebuah keberuntungan. Hampir semua gadis berambut sebahu pasti cintanya akan langsung diterima. Dan biasanya setelah dua minggu pemuda itu akan langsung mencampakkan para gadis-gadis itu dengan alasan yang tidak jelas. Dan setelah cintanya dicampakkan seperti sampah, para  gadis-gadis itu akan menangis histeris. Bahkan ada yang sampai mengancam bahwa mereka akan bunuh diri jika dia dicampakkan. Tapi pemuda itu seolah tidak perduli.

Hingga pada suatu siang tiba-tiba ada sebuah rumor bahwa salah satu diantar para para mantan kekasihnya itu ada yang sedang hamil. Dan gadis itu mengatakan bahwa itu adalah anaknya kak Saverin.

Melihat pemuda itu kembali pada kebiasaan lamanya menjadi play boy, membuatku tidak merasa heran. Melihat hal-hal yang dahulu membuatku sangat penasaran bagai mana sang play boy berganti-ganti pacar setiap minggunya.

Aku yang dari awal memutuskan untuk mengakhiri hubungan sepasang kekasih ini, hampir setiap hari mendengar, hampir semua anak perempuan di sekolahku membicarakannya. Dulu ku pikir setelah putus denganku pemuda itu akan kembali kepada cinta lamanya ‘Selena’, tapi ternyata tidak. Justru ia kembali menjadi play boy. Banyak yang berkata bahwa putus cinta kali ini adalah putus cinta terburuknya.

Saat para anak perempuan di kelasku mulai bergosip tentang pemuda itu, mereka pun mulai menanyaiku tentang rumor yang sedang kencang berhembus tersebut.

“Aku tidak tau, dan itu bukan urusanku”  ucapku sambil pergi meninggalkan mereka, berjalan keluar ke bangku taman sekolahku.

Di bangku yang sering kududuki itu ada kak Saverin yang sedang duduk disana. Banyak yang bilang bahwa pemuda itu akhir-akhir ini sering duduk dibangku itu, berharap bahwa gadis yang masih disukainya tiba-tiba duduk di sebelahnya.

“Aku sengaja menunggumu” ucap pemuda itu sambil menyeretku ke belakang sekolah.

“Apa yang sebenarnya pemuda ini ingin lakukan, kenapa ia mengajakku kebelakang sekolahan?” Tapi belum juga pertanyaan ku terucap tiba-tiba dari tentangan dari belakang mengenai pemuda itu.

“Jangan dekatinya lagi!” Ucap kak Krisan

“Bulan urusanmu” ucap kak Saverin sambil melayangkan tinjunya.

Mereka berdua langsung berkelahi di belakang sekolah, saling beradu tinju dan tendangan. Saling menghajar sampai babak belur. Para anak laki-lakinya yang menyaksikan perkelahian mereka kebingungan bagaimana cara melerai mereka berdua. Bahkan ada yang sengaja membiarkan perkelahian mereka, seolah mendapatkan sebuah tontonan gratis. Kapan lagi melihat dua anak laki-laki paling keren di sekolahanku berkelahi untuk memperebutkan cinta dari seorang gadis.

Melihat tidak ada satupun yang berniat untuk melerai mereka berdua, membuatku berinisiatif untuk melerai meraka. Tapi belum jaga aku melerai mereka, tiba-tiba sebuah tinju melayang mendarat di pipiku,  dan aku pun tidak ingat apa yang terjadi setelah itu, aku semaput.

Ternyata penderitaan ku hari ini belum usai. Setelah sadar, kita bertiga langsung di panggil keruang  BK untuk mempertanggung jawabkan kelakuan kita bertiga.

Guru BK di sekolahku melihat perbuatan kita bertiga bukanya marah, justru merasa terhibur sekaligus khawatir kepadaku, bagaimanapun juga bahwa kenyataanya aku telah menggunakan kecantikan ku sebagai senjata untuk melumpuhkan hati para lelaki itu, sekaligus membuat mereka bertekuk lutut tak berdaya.

Dihukum hormat bendera selama satu jam pelajaran, hampir seluruh anak diseolahku melihat kita dengan berbagai tatapan. Ada yang tersenyum, para gadis-gadis itu ada yang iri, ada juga tatapan puas melihat kita dihukum.

Saat kita bertiga sedang menjalani hukuman hormat bendera, ada seorang gadis mungil, yang rambutnya diikat dua datang menghampiri kita sambil membawakan sebotol minuman dingin. Gadis mungil itu mendekat untuk memberikan minuman dingin yang dibawanya untuk kak Krisan. Dan gadis mungil itu sama sekali tidak mengindahkan kak Saverin.

“Kau lihat itu, tidak semua anak perempuan disekolah ini tergila-gila padamu!” Ucapku pada kak Saverin

“Jangan coba-coba untuk mendekatinya, dia tidak tertarik kapadamu” ucapku dengan nada cemburu sangat jelas.

Saat kak Krisan menerima air dari gadis mungil itu, ia langsung tersenyum sambil terus melihat ke arah gadis itu. Dan akupun mencoba untuk berprasangka baik.

“Mungkin kak Krisan sudah mulai menyukai gadis mungil itu” ucapku dalam hati

“Gadis mungil itu sangat mirip dengan mu” ucap kak Saverin “dan kamu tau, bahwa desas-desus tentang seorang gadis yang hamil itu bukan anak ku, belum ada satupun gadis lain yang pernah kucium bibirnya setelah dirimu”

Ucapan pendek pemuda itu berhasil menerbitkan sebuah senyum di bibirku. Aku telah tau bahwa pemuda itu tidak akan berbuat seperti itu.  Tapi tentu saja saat itu aku tidak akan menoleh kearahnya. Aku lebih memilih menunduk menyembunyikan rona merah di pipiku, karna bahagia.

Kak Krisan pun lalu menoleh kearahku setelah melihat gadis mungil tersebut pergi berlalu. Pemuda itu pun lalu tersenyum ke padaku. Ia mengingat di hari pertama kali ia melihatku di hari pertama masuk ke sekolah sebagai murid baru. Penampilanku terlihat sangat lucu dengan rambut diikat dua dengan pita berwarna merah putih seperti warna bendera. Memakai seragam yang masih baru berwarna putih abu-abu, mengenakan sepatu hitam, kaos selutut, walaupun mengenakan kaos kaki panjang selutut tapi betis rampingnya terlihat istimewa.

Pemuda itu pertama kali melihat gadis yang disukainya melalui jendela kelasnya. Saat gadis yang disukainya sedang menjalani ospek anak baru. Pemuda itu mengingat bahwa gadis itu tidak terlalu menonjol dibandingkan yang lainnya. Gadis itu dimatanya nampak seperti bidadari. Dan sejak pandangan pertama pemuda itu seperti lumpuh terkena sihir cinta.

Pemuda itu pun selalu memperhatikan gadis manis itu. Dimatanya gadis itu sangat memesona. Walaupun rambutnya dikuncir dua dengan atribut ospek yang aneh. Tapi semua itu sama sekali tidak bisa menyembunyikan kecantikannya.

“Apakah ia seorang bidadari?” Itulah kalimat pertama yang ia ucapkan saat melihat gadis manis yang disukainya itu. Dan tanpa sadar ia pun mulai terseret dalam arus  demam cinta yang nampaknya sangat menggoda untuk dicoba. Sejak pertemuan pertama tersebut seketika hatinya lumpuh terkena sihir cinta.

Sebagaimanapun besarnya keinginan pemuda itu untuk mengenal gadis itu, tapi ia tidak berani melakukannya. Ia mencari setiap kesempatan yang ada untuk mulai mengenal gadis manis itu. Pemuda itu sangat jago berkelahi. Baginya menghadapi dua, tiga, empat atau lima orang preman tidak sedikit pun membuatnya takut. Tapi mengapa saat ia ingin menanyakan sebuah nama seorang gadis saja, ia seperti tidak mampu. Pemuda itu sering diam-diam melihat gadis manis yang disukainya duduk dibangku taman sekolah, di perpustakaan saat gadis itu sedang membaca buku, atau pun saat gadis yang disukainya berjalan ke kanting sekolahnya dengan teman-temannya. Saat pertama kali pemuda itu memperoleh senyum yang manis, pemuda itu merasa seolah jantungnya berhenti berdetak beberapa saat.

“Senyumannya telah melumpuhkan hatiku” itulah kalimat yang diucapkan kak Krisan saat melihat gadis yang disukainya tersenyum ke arahnya .

Dan saat pulang sekolah pemuda itu diam-diam menunggu gadis manis yang disukainya di parkiran sekolah. Dari kejauhan ia selalu bermimpi suatu saat ia akan mengantarkan gadis yang disukainya pulang kerumahnya dengan berboncengan motor berdua. Dan pemuda itu diam-diam mengikuti gadis yang di sukainya pulang dari belakang, memastikan bahwa gadis itu pulang dengan selamat. Itulah hal-hal indah yang biasa dibayangkan oleh seorang anak SMA yang sedang jatuh cinta.

“Aku akan mendekatinya” itulah kalimat yang setiap hari ia ucapkan di depan cermin dikamarnya setiap pagi sebelum berangkat sekolah.

Bagaimanapun, ia tak berani melakukannya. Pemuda itu pernah berpura-pura berjalan di sebelah gadis pujaannya. Saat gadis pujaan hatinya menyapanya dengan ramah lalu gadis itu tersenyum manis semua rencana yang ada diotaknya seketika musnah, menguap entah kemana. Ia hanya mematung sambil menatap gadis pujaan hatinya berlama-lama tanpa berkedip.

Hingga pada suatu hari saat ujian semester, alam seolah berbaik hati kepadanya untuk duduk satu meja, walaupun tidak ada satupun percakan  yang terjadi diantara mereka.

Pemuda itu selalu terlihat kaku. Hingga pada hari ketiga, tiba gadis pujaan hatinya mengajaknya berbicara duluan untuk meminta batuan mengerjakan soal ujian. Sampai sekarang pemuda itu masih mengingat dengan jelas  apa yg gadis manis itu ucapkan.

Dan bukan rahasia lagi jika pemuda itu sangat menyukai gadis manis itu. Mungkin bisa saja pemuda itu merebutnya dari temannya. Tapi sampai sekarang pemuda itu sama sekali belum melakukannya.

Keinginannya hanya sederhana. Suatu saat gadis pujaan hatinya melihat ke arahnya. Membalas perasaan cintanya dan pemuda itu kan datang kerumahnya, melamar dan mengawininya secara baik-baik. Namun sayang impian indah itu tidak akan pernah terwujud. Bahkan perasaan cintanya itu akan layu, sebelum mekar sempurna.

 

 

1 Komentar

  1. Padahal udah putus, tapi saat dia bilang “Belum ada perempuan manapun yg kucium bibirnya setelah dirimu” eh gue malah kesenangan. Sebenarnya kita faham tentang konsep jadi mantan ga sih 😩😭😭.