Project Sairaakira- Vitamins Blog
Vitamins Blog

SAVERIN 14 (Patah Hati 2)

0
Views:243
Bookmark
Please login to bookmarkClose

Setelah hari itu, hari dimana kita bertiga dihukum hormat bendera di tengah lapangan. Pemuda itu menghilang. Tiga Minggu dia tidak kelihatan di sekolah, seolah tertelan bumi. Dan bukan hanya dirinya, gadis yang mengaku telah hamil anaknya pun juga ikut menghilang tanpa jejak setelah seluruh usaha keluarganya dibuat bangkrut oleh kak Saverin. Aku tidak tau pemuda itu berada di mana. Ada yang bilang ia pulang kerumah orang tuanya di Jakarta.

Ada satu perasaan kehilangan yang aku pun sendiri kesulitan untuk menerjemahkannya. Tapi aku mencoba mengabaikan perasaan ini dengan melakukan hal-hal yang dulu sering aku lakukan sebelum aku jatuh cinta.
Kak Krisan pun selalu datang mencoba untuk menghiburku. Meski aku selalu mengecewakannya dengan sikap keras kepalaku. Tapi di hari berikutnya pemuda itu kembali datang lagi kepadaku dengan satu perasaan tulus yang sama hanya untuk kembali merasakan satu kekecewaan yang sama sekali lagi. Setelah kembali merasakan satu kekecewaan yang sama sekali lagi, pemuda itu lalu berpura-pura menutupi rasa kecewanya, ia lalu mencoba menghibur diri sendiri. Pemuda itu berpendapat mungkin gadis yang disukainya masih ingin sendiri dulu, setelah putus cinta dari kekasihnya. Dan Ia selalu dengan sabar menunggu bahwa sebentar lagi gadis yang disukainya akan membalas perasaan cintanya juga. Dan tanpa ia sadari bahwa sebenarnya ada gadis lain juga yang selalu menatap ke arah nya, namun memilih untuk menyembunyikan perasaan cintanya.

Bagaimana mungkin aku mampu untuk melumpuhkan hatinya, sedangkan semua orang tau dan melihat bahwa pemuda itu begitu kuat mencintai cinta pertamanya. Ucap gadis mungil itu dalam hati. Tapi walaupun begitu, gadis mungil itu diam-diam bersyukur atas kekeraskepalaanku selama ini yang belum bisa membuka hati untuk kak Krisan. Dan jauh di lubuk hatinya, gadis itu selalu berdoa semoga suatu saat kak Krisan akan melupan gadis yang disukainya dan mulai membuka hati untuk dirinya. Doa yang sama juga yang sering dipanjatkan kak Krisan kepada Tuhan untuk diriku.

Hingga pada suatu siang yang cerah yang tak terlupakan. Mungkin cerita ini akan selalu diingat dan diceritan oleh seluruh anak perempuan di sekolahku Hinga bertahun-tahun kelak. Setelah ia menghilang selama tiga minggu tanpa kabar, kak Saverin tiba-tiba muncul di bawah pohon randu alas di depan sekolahan dengan membawa satu ikat mawar merah. Pemuda itu berdiri di sana untuk menunggu gadis kekasih hatinya (walaupun kita sudah putus, tapi baginya aku itu masih tetap kekasih hatinya).
Hampir tiga Minggu pemuda itu tidak muncul di sekolahku dan sekarang tiba-tiba ia terlihat kembali dengan membawa seikat mawar merah.Tapi pemuda itu masih nampak dengan begitu tampan. Semua orang yang melihatnya dibuatnya terpukau saat pemuda itu berdiri sambil mencium harumnya bunga mawar yang dibawanya. Membuat semua anak perempuan yang saat itu berada di tempat itu berharap bahwa Bunga itu akan diberikan untuk salah satu di antara mereka. Mereka semua penasaran untuk siapakah bunga itu akan diberikan. Apakah untuk Selena atau untuk mantan kekasihnya yang lain, yaitu diriku.

Saat mereka tau bahwa sebenarnya bunga mawar merah itu bukan untuk mereka langsung dibuatnya patah hati, dan semakin dibuatnya lebih patah hati lagi saat mereka tau bahwa sebenarnya mawar itu disiapkannya untukku.

Aku yang tidak menyangka akan kemunculan pemuda ini dibuatnya terkejut dan semakin terkejut lagi saat ia mengatakan kata perpisahan bahwa ia akan menyusul orang tuanya di Jakarta dan akan melanjutkan pendidikannya di sana. Dia mengatakan bahwa ibunya saat ini sedang sakit.
Pemuda itu pun memelukku lama sebelum mengucapkan satu kalimat perpisan.
” Lima tahun yang akan datang, dan jika kamu belum menikah, aku akan datang kerumah, lalu mengetuk pintu rumahmu, kemudian meminta ijin kedua orang tuamu untuk melamarmu, jadi kumohon tunggulah aku”.

Aku tidak menjawab pernyataannya,  hanya mengangguk pelan.Lalu kita pun berpelukan aku yang sedikit terharu dibuatnya meneteskan air mata. Di bawah pohon randu alas di depan sekolahanku kita berpelukan. Dan akupun menangis untuk perpisahan ini. Pemuda itu lalu mengecup keningku lama. Semua anak yang melihat kita berpelukan mesra lama dibuat terharu. Semua orang bisa melihat kuatnya ikatan cinta kita berdua.

Melihat kita berpelukan mesra, kak Krisan yang saat itu berdiri diantara kerumunan orang yang melihat kita tidak bisa menahan rasa kecewa dihatinya, ia pun lalu pergi membawa luka patah hati. Ia berjalan dengan menyedihkan, berjalan tanpa arah tujuan seperti orang bingung. Hingga sampai di belakang pasar. Dan sialnya di belakang pasar dia justru bertemu para pengamen jalanan yang dulu pernah dihajarnya dengan brutal. Para pengamen yang masih menyimpan dendam di hatinya dan melihat kak Krisan berjalan sendiri, merekapun langsung mendekat menghajar kak Krisan tanpa permisi, tanpa bertanya dulu langsung menghajarnya tanpa ampun. Kak Krisan yang saat itu seolah telah kehilangan semangat hidupnya seolah pasrah saja dirinya dipukuli dan di tendang hingga babak belur.

Perkelahian itu berlangsung dengan tidak seimbang. Kak krisan yang saat itu sedang dalam keadaan hati yang bersedih karena patah hati, seolah tidak punya semangat untuk bertarung membalas pukulan para pengamen jalanan tersebut. Ia dipukuli hingga babak belur dan hampir pingsan, tetapi ia diam saja dan tidak membalas.

Hingga seorang ibuk-ibuk setengah baya yang kebetulan berniat ingin menjemur ikan asin dagangannya di belakang kiosnya terkejut melihat anak SMA yang sedang dikeroyak di tanah lapang diantara semak-semak di belakang pasar. Teriakannya mengagetkan para pengamen yang sedang sibuk menghajar kak Krisan, dan mengundang rasa penasaran para sopir ongkot yang sedang menunggu penumpang di pasar itu. Salah satu pemuda yang dulu pernah dihajar habis-habisan oleh kak Krisan yang mengeluarkan senjata tajam pun langsung kaget mendengar teriakan ibuk-ibuk penjual ikan asin tersebut. Ia pun lalu memasukkan kembali senjatanya dan langsung berlari tunggang-langgang, para pengamen yang lainnyapun langsung lari kocar-kacir bersama semua temannya meninggalkan kak Krisan yang sudah pingsan di tempat itu. Para sopir angkot yang sedang sibuk bermain kartu permainan pun langsung berlari ketempat ibu tersebut dan mereka menemukan kak Krisan yang sudah pingsan dengan kondisi babak belur.
Beruntung gadis mungil yang selalu menunggu angkot untuk pulang dia masih ada di situ. Salah satu sopir angkot yang menyelamatkan kak Krisan berkata. Bahwa di belakang pasar ada anak sekolah yang habis dikeroyok berasal dari sekolahan mu. Gadis mungil itu pun lalu menunda kepulangannya. Dan dia lalu lebih memilih untuk ikut mengantarkan kak Krisan ke rumah sakit terdekat.
Belakangan cerita sebenarnya terungkap bahwa para pengamen itu sengaja membalas dendam ke kak Krisan karena salah satu diantara pengamen tersebut ternyata menyukai gadis mungil tersebut. Saat salah satu diantara mereka mencoba mendekati gadis mungil tersebut untuk menanyakan namaya tiba-tiba gadis itu berteriak karena takut dan itu lah yang membuat kak Krisan salah sangka dan langsung menghajar kedua pengamen itu dulu.