137cf4bb3304ec41b591d35737e2ce92

Cerpen | Mawar Terakhir

Senja di ufuk barat. Langit memerah dengan aura kelam mendung yang kian pekat. Dapat kulihat bagaimana rimbun pepohonan berubah gelap karena mentari yang berpamit di langit sana.

Aku menarik napas panjang. Suasana dalam bus yang kutumpangi ini sepi. Sebagian besar penumpang memilih untuk memejamkan mata sebelum nanti tiba di tempat tujuan.

images (3)

Erotomania (Delusi Cinta)

 

Hai, Vitamins
Pernah mendengar istilah erotomania? Atau barangkali sudah ada yang paham dengan kata itu?
Baik, mari ulas sedikit saja sebagai hiburan di malam Minggu 🙂

Erotomania adalah sebuah istilah psikologi yang berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni eros dan mania. Eros memiliki arti cinta, serta mania yang memiliki makna berlebihan.

3d0f417ffad3792df0997c83e8ebe7a4

Mitos Perempuan

12 votes, average: 1,00 out of 1 (12 votes, average: 1,00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...

perempuan sakti karena patah
ia jadikan patahan-patahan itu kering meranggas
terpapar panas
lantas terbakar
membakar dirinya sendiri
menguatkannya seperti arang

0363a53167749259283093c167b2040e

Puisi | Tertinggal

27 votes, average: 1,00 out of 1 (27 votes, average: 1,00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...

 

Kubuka jendela barat pagi ini, Kekasih
Dersik dingin seketika memberi salam
Lantas menerobos tanpa perasaan pada rapuh hatiku yang tak menentu

860137c587ca5f4f1966ac2999754b79

Puisi | Tertikam Takdir

25 votes, average: 1,00 out of 1 (25 votes, average: 1,00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...

 

Terhampar pijar-pijar mangata terang benderang
Cahayanya menyulam elok wajahmu
Berbingkai palsu pahit kenangan
Tersemat dalam usang memori kelam

e9481952eaa853461fbd6fe2d8a82cf8

Puisi | Mengenangmu

 

Izinkan tempat itu menjadi ruang memori untukku

Menjadi tempat di mana aku bisa leluasa menyentuh dirimu sesuka hati
Berbicara tentang apa saja yang terjadi sepanjang waktu
Berpura-pura masih memilikimu dengan merangkul mesra jejak dirimu yang masih utuh tertinggal di sana

e03dbc2b4821267d39f72e92c60212dd

Gelisah tanpa Wajah

Entah bagaimana harus kusampaikan resah
Yang kini telah menjelma menjadi gelisah tanpa wajah
Tak tahu lagi mesti bagaimana kusuarakan sendu
Saat bibir bungkam tersiksa kelu
Harus ke mana kubuang pedih
Ketika air mata tak sanggup lagi merintih

Jiwaku layu terkekang sendiri
Sejak kau menjejak langkah pergi tanpa peduli

Aku Ingin Pulang

Aku Ingin Pulang

Aku ingin pulang
Aku ingin kembali menjadi diriku
Aku ingin memutar waktu
Sayangnya, sangkala telanjur melesat jauh
Meninggalkan diriku tanpa acuh

Hingga kini aku masih di sini
Berkubang pada kesedihan tak berarti
Terbelenggu penyesalan tanpa akhir
Seolah tak ada lagi tempat untuk menyingkir

The Peerless Love

The Peerless Love

Cerpen ini masuk dalam antologi cerpen “Sederetan Kisah Cinta yang Abadi” jilid 1. Selamat membaca 😊

 

Gadis itu duduk di sana. Di bangku panjang halte bus seperti biasa. Menunggu dengan sabar kendaraan yang akan mengantarnya pulang ke rumah.

Disapa Rindu

Disapa Rindu

Tetes hujan senja menggugah diri
Membuat rindu yang lama terpendam ini menegur lagi
Bergelung manja dalam gelisah jiwa tak bertepi
Memaksa tinggal seiring memori yang berjujai

Membuka lagi cercahan ingatan
Pada bait cinta dalam senyummu yang terkembang
Aku di sini menatapmu tanpa jemu
Mematri dengan penuh jelas wajah teduhmu itu