Daftar Postingan

Bab 10. Sorotan yang Tak Diinginkan Evelyn Whitmore tak pernah merasa kakinya begitu berat seperti malam itu. Ia berdiri di tepian ruangan, di balik deretan pilar marmer yang seakan menjadi satu-satunya pelindung dari kerumunan para bangsawan. Namun nasib—atau mungkin sekadar kesialan—berpihak lain. Saat pelayan yang sedang bergegas tersandung, nampan perak…
Diposting: 25 Oktober 2026
Bab 9. Kehadiran sang Duchess Dentum sepatu kuda di luar masih samar terdengar ketika pintu aula besar terbuka dengan perlahan. Semua kepala menoleh serempak, seolah sebuah panggung baru saja dibuka tirainya. Di ambang pintu berdirilah seorang wanita muda dengan aura yang sulit diabaikan. Her Grace, Duchess of Hawthorne. Gaunnya terbuat…
Diposting: 16 Oktober 2026
Bab 8. Senyuman Palsu Cahaya ribuan lilin yang tergantung di lampu gantung kristal berkilau di atas kepala, memantulkan bayangan emas pada marmer putih yang licin. Balai dansa itu bagai samudra berkilau—gaun-gaun sutra menjuntai, kipas-kipas renda berayun, dan permata di leher para wanita memantulkan cahaya seperti bintang kecil. Musik gesekan biola…
Diposting: 13 Oktober 2026
Bab 7. Kecanggungan yang Terasa Aula besar kediaman Earl of Pembroke berkilau oleh cahaya ribuan lilin yang dipantulkan kristal gantung. Musik waltz mengalun, langkah-langkah elegan berputar di lantai dansa, sementara bisikan-bisikan lembut terdengar di antara kipas sutra dan gelas kristal. Evelyn Whitmore berdiri di sisi Lady Selwyn, berusaha menyembunyikan rasa…
Diposting: 12 Oktober 2026
Bab 6. The Invitation London selalu memiliki dua topeng sesuai dengan waktunya. Saat siang tiba, ia adalah pusat perdagangan yang sibuk, sebuah jantung besar yang memompa kehidupan ke seluruh negeri. Jalan-jalan dipenuhi derap langkah pedagang yang bergegas, seruan keras para penjual di pasar, serta deru roda kereta kuda yang membawa…
Diposting: 10 Oktober 2026
Bab 5. House of Wexford Kediaman Duke of Wexford ialah sebuah rumah besar berlapis batu kapur pucat dengan jendela-jendela tinggi berbingkai besi, berdiri anggun di salah satu distrik paling bergengsi di London. Dari luar, bangunan itu tampak dingin, kaku, dan terlalu sempurna untuk dilihat rakyat biasa. Namun di dalamnya, lorong-lorong…
Diposting: 10 Oktober 2026
Bab 4. Pertemuan Ketiga Hari itu, London dibalut kabut tipis yang menyusup hingga ke setiap lorong sempit. Evelyn baru saja menyelesaikan tugas pagi di toko pamannya. Rak-rak sudah ditata, pena bulu berjejer rapi, dan lembaran kertas dipoles agar tampak bersih di balik kaca etalase. Mr. Alcott memutuskan untuk pergi sebentar…
Diposting: 9 Oktober 2026
Bab 3. Evelyn Whitmore Evelyn Whitmore tidak pernah menyangka dirinya akan menjejakkan kaki di kota London. Hidupnya selama dua puluh tahun lebih banyak dihabiskan di desa kecil dekat Wiltshire, tempat rerumputan membentang luas dan suara lonceng gereja menjadi penanda waktu. Kehidupan di sana sederhana, nyaris monoton, tapi aman. Ia terbiasa…
Diposting: 3 Oktober 2026
Bab 2. Kabut di Kota London Kabut tipis menggantung di atas Sungai Thames, seperti tirai kelabu yang menutupi denyut kota. Jembatan-jembatan besar dipadati lalu lintas: kereta kuda berderit, para kusir berteriak-teriak mengatur jalan, sementara derap sepatu para pejalan kaki menyatu dengan bunyi peluit polisi kota yang sibuk menjaga ketertiban. Pasar…
Diposting: 2 Oktober 2026
Prolog London, 1856. Asap dari cerobong pabrik bergulung di udara, menutup langit sore yang seharusnya berwarna keemasan. Jalan-jalan utama dipadati kereta kuda, sementara kaum bangsawan berjalan anggun dengan gaun sutra berlapis renda dan topi besar yang tampak lebih berat daripada isi kepala mereka. Kota itu, meski penuh keagungan, juga berisik…
Diposting: 1 Oktober 2026
1 2 3