“Semuanya akan baik-baik saja, sayang. Ibu ada di sini.” Wanita paruh baya itu menggenggam erat tangan putrinya. Matanya menatap sendu. Tayuya tersenyum kecil. Sesekali dia meringis kesakitan. Cuci darah selalu menjadi momen tak menyenangkan baginya. “Aku sudah tidak apa-apa, bu. Sebentar lagi sakitnya juga akan hilang, seperti biasanya.” Mebuki mengusap pelan dahi putri sulungnya, penuh …












