Hai..Ini adalah halaman khusus member Vitamins PSA
Silakan log in dulu untuk yang sudah member
atau jika belum mendaftar jadi member silakan register/daftar
Jika ada kendala silakan klik icon Whatsapp di kanan atas untuk hubungi Admin PSA. Thanks.

Hai..Ini adalah halaman khusus member Vitamins PSA
Silakan log in dulu untuk yang sudah member
atau jika belum mendaftar jadi member silakan register/daftar
Jika ada kendala silakan klik icon Whatsapp di kanan atas untuk hubungi Admin PSA. Thanks.

Hai..Ini adalah halaman khusus member Vitamins PSA
Silakan log in dulu untuk yang sudah member
atau jika belum mendaftar jadi member silakan register/daftar
Jika ada kendala silakan klik icon Whatsapp di kanan atas untuk hubungi Admin PSA. Thanks.

Hai..Ini adalah halaman khusus member Vitamins PSA
Silakan log in dulu untuk yang sudah member
atau jika belum mendaftar jadi member silakan register/daftar
Jika ada kendala silakan klik icon Whatsapp di kanan atas untuk hubungi Admin PSA. Thanks.
Apa yang terjadi ketika tubuhmu terlempar ke 500 tahun kebelakang, hidupmu berubah total serta tidak mengenal siapapun. Aryasena Hanba, mahasiswa semester 3 jurusan akuntansi terbangun dari tidur mendapati dirinya di sebuah tempat yang berbeda, tidak mengenal siapapun. Semua wajah yang dia temui itu sama dengan yang dia kenal di dunianya tapi tidak ada satupun yang …

Satu tahun kemudian. “Nanti saya jadwalkan di hari Rabu, ya Kak…” “Oke mba, Terimakasih…” “Sama-sama.” “Dapet berapa orang, Dis?” Tanya Sabrina pada Gadis selepas custemernya selesai sesi tanya jawabnya. Gadis menyerahkan map data pengunjung pada Sabrina, wanita kepala hampir empat puluh tahun itu meneliti kemudian mengangguk puas dengan daftar pengunjung yang datang. Saat ini mereka …
Al bangun dengan mata yang berat dan hidung yang masih tersumbat. Sepertinya ia menangis sampai tertidur. Kepalanya terasa pusing dan berat. Al mengambil hapenya, tertera jam sembilan lebih lima belas. Sepertinya ia harus merelakan upah kerajinannya lagi minggu ini hilang, Al memutuskan untuk tidak masuk lagi hari ini. Jadi Al absen selama dua hari. Ada …
Diana menatap headphone-nya yang sudah mengelap. Sungguh, perkataan Brian membuatnya pusing dan juga khawatir. Sebenarnya Diana sudah menjalin hubungan dengan Brian hampir dua bulan, hubungan itu bermula saat Diana sedang makan siang di kantor saat jam istirahat. Dirinya sosok yang tidak mudah berbaur dengan yang lainnya. Ya, Diana lebih suka menyendiri, makan di sudut kantin …
Al mengamati sekumpulan anak dibujung kelas, sekelompok anak itu sedang mengobrol dan tertawa seperti anak sekolah pada umumnya. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, namun mereka nampak asyik sekali. Al iri. Ya ia iri anak-anak satu kelasnya dapat dengan bebas berkumpul dan berbicara dengan teman yang lain. Namun Al berbeda. Sadar terlalu lama memperhatiakn mereka …
**** Sepasang manik mata hijau zamrud milik Norman tak berani menatap lurus ke depan, hanya tertunduk, terpaku pada hamparan tanah kosong beralaskan rerumputan hijau yang tak lagi terlihat subur melainkan sedikit gersang lantaran menerima fenomena alam tak terjelaskan saat sosok Tiara yang terbangkitkan seakan menyerap seluruh energi kuasa langit dan dunia bawah tanah. Norman …
“Wah ini martabak jumbo pak.” mata Ujang berbinar. “Martabak jumbo?” tanya Rangga tak percaya. “Iya! Wah pak martabak ini keliatan sangat enak!” jelas Ujang dengan semangat. Bukanya mendekat dan melihat sendiri bentuk martabak yang dibilang Ujang, Rangga mengangkat alisnya. Kenapa dia tahu kalau saya suka martabak? Apa karna Diana? Rangga berdehem sejenak, dan kemudian berbalik …
**** Hanya dalam waktu sekejap saja, Tiara dan Norman telah berpindah tempat dari ruang kamar yang tak begitu luas tadinya hingga kini berakhir berdiri berdampingan di depan sepasang daun pintu gerbang bernuansa kayu oak yang menjulang tinggi, kokoh, dan megah. Gagang pintunya seperti cincin besi berdiameter sangat besar yang berlapis emas berkilau hingga silaunya cahaya …

Sudah menghayalnya? Menghayallah setinggi mungkin, selagi menghayal itu belum dilarang.” Sedetik setelah Rangga menyindir, senyum menghayal Ujang langsung lenyap berganti ekspresi bersungut-sungut. Ujang memiringkan kepala dan langsung berhadapan dengan wajah Rangga yang dekat sekali dengannya! Dan… dan Ujang geli setengah mampus saat melihat kumisnya. Sungguh, jika itu Asep, Ujang tak butuh waktu lama dan langsung …

Ruka begitu terkejut dengan apa dilihatnya, tak mengira akan melihat sosok gadis itu. Gadis yang bukannya bersikap histeris dengannya tetapi malah membantunya menyembunyikan diri dari kejaran penggemar. Tapi, bukankah dia bilang tidak mengidolakan dirinya? Atau mungkin matanya keliru tadi? “tolong mundurkan mobilnya sebentar!” Ujar Ruka pada supir. Ia ingin memastikannya. “Hah! Di luar …
Radif membolak-balik lembar brosur kusut di tangannya namun pikirannya tidak pada tempatnya. Ingatannya melayang kembali ke dua hari yang lalu. Saat Radif duduk diam mendengarkan sepasang kucing yang ngebet kawin memadu kasih di depannya. Radif pikir penderitaanya hanya akan berakhir saat jam kerjanya selesai. Namun Jery si sialan ini tetap menyeretnya hingga berakhir dengan menjadi …

“Hei Bos apa kau akan selalu berpelukan seperti itu, teganya kalian. Cepat lempar bunga itu, apa kau tidak lihat, Maya sudah menunggu momen ini?” Adelle berseru yang langsung direspon kekehan semua tamu undangan yang hadir. “Hei kau ini. Sepertinya kalimat itu cocok untukmu yang sepertinya sudah tidak sabar ingin menyusul Renata.” Maya menyangga tuduhan Adelle …

“Jika malam ini kau menerima tawaran pernikahanku, secepatnya aku akan mengumumkan pada semua orang kalau aku akan menikahimu.” Alex masih berjongkok, dengan tangan masih menunjukan sepasang cicin indah berkilauan dihadapan Renata. “Aku bahkan sudah memberitahu semua orang rumah, bahwa aku akan segera menikah dan membawa calon nyonya di sana dan respon mereka…” melihat Alex menghentikan …

Setibanya di apartemen, Ketty langsung melemparkan tasnya di sofa. Berjalan cepat ke arah lemari dan mengambil pakaiannya dengan brutal dan memasukan ke dalam koper. Sepanjang aktivitasnya itu, Ketty selalu mengumpat pada mereka yang telah mempermalukan di kantor itu. Semua gara-gara kau! Saat dirasa sudah memasukan semua pakaiannya ke dalam koper. Tanpa membuang waktu di tekannya …

Di saat yang sama pintu ruang kerjanya terbuka, menampakkan pemandangan yang tentunya sangat mengejutkan baginya. Bahkan sangking terkejutnya Alex sampai bangkit dari duduknya! “Kau” ucapnya tak percaya. Alex berjalan mendekat ke arah Ketty dengan penuh perhitungan. Setelah sampai tepat di depannya, dia menatapnya dengan sinis. “Apa yang kau lakukan di sini.” ucapnya dengan nada tidak …

Alex tiba-tiba berjongkok dengan mengunakan satu lututnya, kemudian tangannya masuk kedalam saku mantelnya mencari barang yang sudah disiapkan untuk diberikan pada sosok yang tengah berdiri di depannya. Saat jemarinya sudah menemukan sesuatu yang dicarinya, Alex pun menengadahkan kepalanya menatap Renata yang berdiri menunduk menatapnya. Dengan gerakan pelan Alex menunjukkan sesuatu yang membuat ekspresi Renata Shock …

**** Perlahan, kedua kelopak mata milik Tiara terbuka sempurna setelah ia mengerjapkannya beberapa kali hingga kilat dari bola mata hazel miliknya nampak membulat indah lantas menatap dengan sorot pandang nanar pada langit-langit kamar yang ditempatinya melewati malam panjang untuk kesekian kalinya. Biasa saja, kosong dan hampa. Pagi itu terasa sangat hening dan lelah yang menyeruak …