Gifts Of Love Bab 1: Hadiah Untuk Papa

Mimpiku adalah bahagia bersamamu, Namun jika mimpimu adalah bahagia tanpa ada namaku di dalamnya, maka aku akan melepaskanmu. -o0o- Seorang pria dengan perawakan tinggi, tegap, dan berkulit putih pucat, berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Pria itu mengenakan kemeja putih bersih dipadukan dengan setelan jas pas badan, jas itu seakan dibuatkan khusus untuk dirinya. Seorang pria …

Red Velvet dan Gadis Bermata Lavender

  Ana menenteng aneka belanjaan yang mengantung di lengan kecilnya. Bahunya seolah mau copot mengingat beberapa bahan yang dibelinya cukup. Bibirnya menggerutu jengkel, salahkan Elang yang seenak perutnya memaksa Ana untuk belanja selama sebulan. Ah, harusnya saat itu ia tak menjanjikan untuk menuruti semua permintaan Elang. Ana dan mulut besarnya. Hah. Ia jadi harus bangun …

Sebuah Kata ‘Perpisahan’

Loading…   Hanya sebuah kalimat sederhana Dengan kata-kata yang cukup simple. Yang keluar dari mulutnya, Namun semua itu mampu meruntuhkan sebuah kepercayaan yang aku bangun dalam beberapa tahun ini, Mampu membuatku diam seribu bahasa, dengan otak yang berpikir lamban. Memberiku pengaruh yang luar biasa hingga aku benar-benar kehilangan sesuatu yang  sungguh berharga, yaitu sebuah ikatan yang …

CERAI ATAU BUNUH!

Cerai atau bunuh! Itu adalah pilihan Aldric dari isteri ketiganya yang bernama Keyla. Isteri yang paling rewel dan juga judes dalam segala hal diantara dua isteri Aldric lainnya. Anehnya, diantara ketiga isterinya, Aldric paling menyayangi Keyla dan akan menurut pada semua permintaan Keyla. Aldric bahkan jarang pulang untuk menemui dua isteri lainnya hanya karena Keyla. …

[Jalan Setapak dan Jalan Tol]

  Tahu tidak? kehidupan kita ini seperti jalan setapak. Dan seperti yang kamu tau, jalan setapak tak semulus dan sesempurna jalan tol. Banyak lubang, becek, licin, berbatu. Namun, dari ketidak sempurnaan itu kita belajar menghadapi. Berjalan di jalan setapak harus sabar, jika terburu-buru kemungkinan kamu akan jatuh tergelincir dan terluka, tapi apa kamu mati? Tidak. …

Menunggu

Mungkin kalau senin itu kamu datang, Aku akan menganggap bahwa Tuhan merestui kita. Lalu dengan bagaimanapun cara, harus menunggumu berapapun lamanya, akan kulakukan. Tapi ternyata tidak. Kamu tidak datang. Sekali lagi harus aku lah yang menjadi pihak pengemis kabar dan kepastian. Hari minggu itu terakhir kalinya aku mengejarmu. Datangkah dirimu? Bolehkah sekali ini aku meminta …

Hate You

  Langit POV     Mega… Begitu kupikir sahabat sahabatnya memanggilnya Si anomali dalam setiap sisi Si dingin yang ternyata tergila gila dengan cerita dongeng Si judes yang bisa menangis tanpa henti ketika menonton melodrama Mata cokelatnya seakan menelanjangiku membuka topeng si ceria Langit Hari hari penuh penderitaan katamu ketika kepala sekolah meminta -memaksa-kita menjadi …

Khayalan Semu

  Mimpi itu adalah sebuah khayalan dan angan Yang berasal dari alam bawah sadar Yang berawal dari sebuah keinginan   Semalam aku bermimpi Kau datang ke rumahku Menemuiku untuk menceritakan alasan kepergian dirimu Kau datang setelah pergi tanpa alasan Kau kembali setelah pergi membawa separuh hati   Kau hadir seolah begitu nyata Membawa senyum dan …

Melepaskan

Setelah hari di mana aku tahu, kamu telah jatuh cinta pada seseorang yang bukan aku. Sekarang, aku tahu aku benar-benar telah kehilangan kamu. Aku tidak marah jika pada akhirnya kamu pergi demi seseorang yang baru. Aku hanya terluka, itu pun karena aku sendiri yang mengizinkan luka itu ada. Jangan terlalu memikirkan bagaimana keadaanku setelah kepergianmu, …

SABAR

Saya bukan seorang penyabar. Kadang saya merasa kesabaran saya berada pada garis batasnya, berada pada puncaknya dimana tidak bisa lagi saya kendalikan. Tapi saya sadar, rasa sabar tak punya batas. Kita membatasinya karena kita ingin membatasinya, bukan karena ia punya batas. Maka saya mencoba untuk selalu memberi sedikit demi sedikit kesempatan pada rasa sabar untuk …

Menegur dan Menasehati

Sebaiknya dan seharusnya, menegur dan menasehati tidak dilakukan di tempat umum. Apalagi jika ia telah mengakui kesalahannya, pun hingga berkenan meminta maaf. Bukankah Allah menyukai hamba yang menjaga saudaranya dari rasa malu dan diolok-olok? Bukankah sebaiknya aib atau kesalahan orang lain harus ditutupi? Sudahkah kita menempatkan diri di posisi mereka yang sedang merasa dipermalukan? Ingatlah, …