Summer and Blue
Vitamins Blog

Summer and Blue

Bookmark

No account yet? Register

Musim panas, yang kuingat tentang musim panas adalah; suhu meningkat panas, kembang api, festival, pantai, dan pemuda itu. Pria dengan manik biru jernih serta kulit pucat miliknya. Itu adalah kejadian lama, jika diingat itu sudah dua tahun yang lalu. Cukup lama tapi aku tak pernah melupakannya, pria musim panas.

Ketika itu adalah malam musim panas, tapi udara tetap saja dingin. Terlebih lagi aku berada di hutan … dan tersesat. Itu sangat buruk, tapi aku tidak ingat kenapa aku sampai bisa tersesat di sana. Yang aku ingat adalah aku berteriak pada si berengsek itu, kemudian aku pergi.

Aku lelah, terlalu lelah untuk berjalan, bersuara, berpikir atau bahkan bernapas. Aku tak berpikir apapun sebelum aku berlali masuk ke dalam hutan, yang aku pikirkan adalah hatiku. Dan aku hanya berakhir meringkuk di bawah pohon. Aku … benar-benar tersesat. Kemudian…

BUK!

SRRAK!

“A-apa itu?”

Aku beranjak dari tempatku dan mencari tahu apa yang jatuh itu, rasa penasaranku membunuh rasa takutku. Lalu samar-sama kulihat bayangan seseorang kemudian aku berharap jika itu adalah tim pencari. Tapi…

Arrh!”

Aku menahan langkahku tepat sebelum hitan di depanku habis, aku melihat seorang pria dengan keadaan mengenaskan tengah merintih. Dia sangat kacau, terlebih lagi ada bekas sayakan di lengan, wajah, kaku, dan bahunya. Aku hendak menghampirinya, namun…

BUK!

Aku dikejutkan dengan sosok lain yang muncul, percaya atau tidak. Ia seperti meluncur dari langit, menghantam pria itu dan sekarang ia tengah mencekiknya. Wajahnya tak begitu jelas karena tiba-tiba saja keadaan menjadi gelap. Tapi, pria itu pun tak jauh berbeda dengan pria yang pertama, mereka seperti habis bertarung.

Aku hanya mempu bersembunyi di balik pohon, dan menyaksikan pria itu di eksekusi.

“K-kau … penghianat! Aku … tahu itu. Akan kupastikan kau … tidak akan mendapatkannya!”

“Huh.” Pria kedua itu tersenyum sinis, “Kau sudah tahu tapi kau membiarkanku? Bodoh sekali. Katakan itu jika kau bisa lolos dariku.”

AKH!!

Aku menahan napas tatkala ia mencekik pria itu dengan mudah, bahkan aku bisa mendengar suara tulang pria itu yang mungkin remuk. Sekujur tubuhku langsung mengigil hebat, rasanya semua tulangku hilang, dan kakiku tak mampu menopang. Aku hampir saja berteriak, namun suara hilang entah kemana. Setelah itu … aku ambruk.

Pria itu menoleh padaku, ia berjalan ke arahku. Tubuhku semakin mengigil, saat itu aku pikir ini gila atau aku sedang bermimpi, tapi ini nyata. Di saat itulah aku berpikir … jika aku akan bernasib sama dengan orang itu. Dari pria itu … yang kuingat adalah manik mata yang berwarna biru terang seolah menyala di kegelapan, teletah itu perlaha keadaan kembali terang.

Aku dapat melihat dengan jelas sosok itu, walau aku melihatnya dengan keadaan masih syok, takut, dan setengah sadar. Napasku naik turun tatkala dia bersimpu di depanku, manik birunya terlihat dengan jelas dari jarak seperti ini. Dan fakta yang tidak bisa di pungkiri adalah … dia tampan.

“Kau … tak perlu takut. Aku … tidak akan menyakitimu.”

Ketika suara pria itu berubah sangat rendah, seluruh tubuhku malah merinding. Dan aku tidak bisa percaya dengan hal itu. Aku tidak tahu makhluk apa sebenarnya dia, kulitnya pucat seperti mayat, matanya biru jernih, gigi taringnya lebih panjang dari orang kebanyakan, dan kukunya panjang.

“J-jangan … jangan bunuh aku. Kumohon.” Cicitku pada akhirnya.

Dia hampir tanpa ekspresi namun tatapan mata itu seolah menghipnotisku, bahkan aku tak sadar jika dia tengah membelai pipiku. Dingin, ya, kulitnya sangat dingin. Setelah itu aku merasa jika kepalaku berputas, semua di sekitarku bergerak, lalu panjanganku berkunang-kunang, dan akhirnya gelap.

Ketika aku bangun di keesokan harinya…

“Kau tidak apa-apa?”

“…”

Orang pertama yang kulihat adalah pria berengsek itu dan beberapa orang lainnya. Mereka mengatakan menemukanku tertidur di pinggir hutan, aku tidak tahu. Tapi, aku tidak menemukan orang itu lagi. Pria misterius itu telah pegi. Meski begitu … aku ingin bertemu dengannya.

 

 

 

 

 

Mei 24, 2015 (21:48)

9 Komentar

  1. Wajihah syarifah menulis:

    Keren kak,ini cerpen kak,ya ?! Kenapa gak di buat novel atau cerita bersambung aja,kak

  2. aslinya itu iseng-iseng buat projek vignite :YUHUIII kalo diterusin bingung mau kek gimana alurnya…

    Btw thanks udah baca :inlovebabe

  3. Ini ngk ada lanjutannya lagi ya?

  4. wah, kalo ada lanjutannya pasti makin seru nih kak :tepuk2tangan

  5. :MAWARR

  6. fitriartemisia menulis:

    weh, udah selesai aja ternyata

  7. farahzamani5 menulis:

    Wahhhh siapa Pria misterius ituuuu hihi
    Penasaran loh aq nya
    Mga ada ide buat lanjut cerita ini yak
    Semangatttt

  8. Eeih siapa laki-laki misterius ituuu

  9. Ditunggu kelanjutannyaa

Tinggalkan Balasan