Prolog Happy Reading Dennis menatap serius. Seserius ia menyimak dalam diam ketika sang Ayah mengutarakan niatan yang dianggap cukup gila. Sumpah, omong kosong macam apa ini! Dalam benak tak rela mati-matian. “Setidaknya harus ada orang ketiga untuk menyetujui ini. Ayah tentu tahu siapa orangnya kalau bukan aku sendiri. Ya tuhan, aku tidak mengerti jalan pikiran …





