Radif membuka matanya dan langsung menatap langit-langit kamar, rekaman kejadian kemarin terulang kembali dalam pikirannya. Harusnya ia tidak terkejut dengan reaksi Al yang marah, ia hanya…menyesal? Radif mengusap wajhanya kasar, kenapa ia harus mengatakan itu? Kenapa ia meminta Al untuk memulai semuanya dari awal. Sementara ia sendiri bingung, dari awal itu seperti apa? Sepanjangn ingatkannya …







