
PROSA HATI – #2 Pengingat
5 Mei 2022 in Vitamins Blog
Dan ketika kamu sudah tidak tahu lagi harus bagaimana, berdoalah kepada-Nya.
Bukankah itu nikmat sesungguhnya menjadi manusia yang bertuhan?
Biarkan takdir Tuhan yang menuntunmu, pada sesuatu yang lebih baik dari apa yang mampu kau bayangkan~ ;)
(5-5-2022)
KONTEN PREMIUM PSA
#pt-cv-view-94294a5lko .pt-cv-carousel-caption { background-color: rgba(193,177,27,0.03) !important; }
#pt-cv-view-94294a5lko .pt-cv-title a, #pt-cv-view-94294a5lko .panel-title { font-size: 12px !important; line-height: 1.3 !important; font-weight: 600 !important; }
#pt-cv-view-94294a5lko .pt-cv-content , #pt-cv-view-94294a5lko .pt-cv-content *:not(.pt-cv-readmore):not(style):not(script) { font-size: 12px !important; line-height: 1.3 !important; }
#pt-cv-view-94294a5lko .pt-cv-carousel-caption { background-color: rgba(51,51,51,.6) !important; }
#pt-cv-view-94294a5lko .pt-cv-readmore { color: #ffffff !important; background-color: #00aeef !important; }
#pt-cv-view-94294a5lko .pt-cv-readmore:hover { color: #ffffff !important; background-color: #00aeef !important; }
Semua E-book bisa dibaca OFFLINE via Google Playbook juga memiliki tambahan parts bonus khusus yang tidak diterbitkan di web. Support web dan Authors PSA dengan membeli E-book resmi hanya di Google Play. Silakan tap/klik cover E-book di bawah ini.
Download dan install PSA App terbaru di Google Play
Folow instagram PSA di @projectsairaakira
Baca Novel Bagus Gratis Sampai Tamat – Project Sairaakira

PROSA HATI – #1 Melepaskan
23 April 2022 in Vitamins Blog
Senyaman itu,
Ketika merentangkan kedua tanganku tanpa beban di alam bebas seakan aku siap mengepakkan sayap nyaris terbang.
Menengadahkan wajahku pada bentangan langit luas sembari merasakan semilir angin menyentuh lembut lantas menarik garis-garis senyum yang kupatuhi tanpa perlawanan.
Rintik hujan yang turun perlahan pun begitu menyenangkan ketika kuhitung satu persatu sentuhannya pada tubuh yang tengah dipenuhi kelegaan tak terkira.
Tentang aku dan seluruh cerita yang menumpuk seperti buku harian usang dalam hidupku.
Tentang aku yang menatap hidup dengan seluruh cara sekuat dan sebisaku.
Mensyukuri keluguan yang mengajariku arti ketulusan yang menjadikan putih akan tetap menjadi putih dan segala hitam takkan meruntuhkanku maupun menggoyahkanku sedikitpun.
Tenggelam dalam kilas balik tentang menjadi rapuh, menjadi kuat, dan segala sesuatu yang membawaku berlabuh pada titik untuk kemudian cinta pada diri yang telah suka rela menjadi kawan terbaik nan terabaikan sepanjang waktu.
Di bawah rintik hujan aku menari, membiarkan langkah kakiku melompat riang bagai anak kecil mengikuti denting-denting,
Menjadikan mendung tak lagi mampu menggelayuti kalbuku hingga pilu,
Aku bersenandung dan menari merayakan diriku sendiri.
Menyambut kedatangan dengan salam keramahan,
Melepas kepergian dengan lambaian tangan penuh kesan,
Tidak ada yang kusesali.
Bukankah manusia memang datang silih berganti?
Tidak ada yang perlu tinggal dalam paksa, tidak pula menetap untuk tertawan, pun tak perlu menjadi kawan yang tak diinginkan.
Tidak perlu ada candu pada sendu maupun rindu yang menderu,
Tidak tentang aku dan kamu.
Tidak tentang apapun.
Aku, merasa cukup.
***
Seems like i’ve been died inside my heart but it doesn’t matter because I feel better enough.