Aku kembali ke tempat Alin berada. Sama sekali tidak ada bekas air mata di wajahku. Aku sudah terlalu sering menangis dan menyembunyikannya hingga tahu dengan tepat cara merias wajahku untuk menutupi jejak air mata. Karena itu, alat make-up lengkap tidak pernah lupa kubawa. “Kakak sakit?” tanya Alin dengan nada khawatir. “Mendadak sakit perut. Sepertinya tamu …













