Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, pun suasana di luar rumah tampak akan turun hujan, terdengar dari suara gemuruh dari atap rumah.
Di dalam kamar yang temaram dan luas itu, sesosok wanita sedang tengkurap di tengah ranjang empuk dengan bantal menyangga dadanya. Jendela kamar, tirainya dibuka setengah menampakkan embun air hujan yang mulai membasahi kaca jendela.
Wanita itu larut dalam film yang di tontonnya, tenggelam dalam keseruan adegan yang spektakuler dan sedikit mencekam.
Ya, orang gila mana di malam yang semakin larut seperti itu, bukannya tidur bergelung dibawah selimut hangat dan mimpi indah, malahan menonton film yang menguji adrenalinnya.
Menit berganti jam, suasana film pun semakin menegangkan. Saat si wanita masih fokus menonton, tiba-tiba dia dikagetkan oleh sekelebatan bayangan hitam yang terpantul dari jendela kamarnya.
Bayangan itu tentu membuat nyalinya menciut, dengan buru-buru dia menutup film dari gadgetnya, kemudian menyembunyikan di bawah bantal.
Selimut membungkus tubuhnya dari ujung kaki sampai kepala, kemudian hanya deru nafas yang kembang kempis saja yang terdengar. Tengkuknya meremang, kakinya gemeteran. Wanita itu memejamkan mata.
Dalam hatinya mengumpat tingkahnya yang konyol. Di saat sedang menonton film dengan adegan tembak menembak penuh darah dan jeritan minta tolong saja dia masih fokus menonton tanpa berkedip, kenapa hanya melihat bayangan hitam saja langsung gemeteran seperti ini?
Udara didalam selimut mulai panas, dan wanita itu seketika membuka selimutnya. Rambutnya yang menutupi wajahnya dia ditiup-tiupkan dengan konyol.
Saat sedang melakukan aksinya itu, tiba-tiba bayangan hitam itu terlihat lagi, tapi anehnya bayangan hitam itu diam, tak bergerak. Jantung perempuan itu berdetak kencang, merasa ngeri dengan wujud hitam yang sekarang sedang berdiri di luar kaca jendela kamarnya.
Apa dia harus mengintip?
Ah tidak, sepertinya itu akan terlihat sangat mengerikan. Bagaimana jika wujud itu tidak memiliki wajah?
Dalam situasi yang melandanya sekarang, perasaannya campur aduk, antara takut dan penasaran. Takut jika penampakan itu adalah wujud mahluk astral yang menampakkan diri. Dan penasaran, kalau-kalau itu adalah seorang maling yang sedang mengendap-endap?
Yah, itu pasti maling, mana mungkin itu setan? Bahkan guru ngajinya dulu pernah berkata kalau jin, setan atau sebangsanya tidak memiliki bayangan!
Mendapatkan pencerahan itu, dia pun mengangguk-anggukan kepala. Dengan cepat, si wanita itu menyibak selimutnya dan bangkit dari tempat tidurnya kemudian melongok kearah jendela.
Hilang?
Tidak ada apa-apa di sana, hanya bayangan ranting pohon mangga yang melambai-lambaikan daunnya.
Saat perempuan itu menempelkan wajahnya dikaca jendela, pemandangannya terlihat sangat konyol. Di mana, bibir, pipi, hidung, jidat, terhimpit ketat di dinding kaca. Seperti tubuh seekor siput tak bercangkang yang merayap di permukaan kaca. Siapapun yang melihat pemandangan itu dari luar malam-malam seperti ini, pasti mengira ada penampakan aneh di dalam kamarnya.
Suara benda jatuh berbunyi keras dari ruang dapur, hingga mengagetkan wanita itu, dengan cepat dia melepaskan wajahnya itu dari kaca jendela dan buru-buru meraih benda apa saja yang ada di sekelilingnya.
Matanya yang bulat dan tajam menjatuhkan pandangannya pada sapu lidi yang terlihat kuat.
Sapu lidi yang ada di kamarnya itu, berfungsi untuk membersihkan kasur dari remahan makanan atau aktivitas lainnya. Bukannya sapu lidi yang biasa untuk menyapu halaman rumah. Perempuan itu suka makan diatas tempat tidurnya. Jadi untuk menjaga kebersihan kamarnya, dia menyimpan benda itu dekat tempat tidurnya.
Perempuan itu meraih gagang sapunya dan mulai turun dari ranjang, berjalan mengendap-endap. Saat sudah keluar dari kamar dan sekarang sudah berdiri di pintu dapur, perempuan itu tidak melihat apa-apa, semuanya masih rapi.
Lantas suara apa tadi? Kalau semuanya masih rapi seperti ini. Terus bunyi itu… itu… apa?
Perempuan itu merinding di sekujur tubuhnya, bahkan keringat dingin mulai keluar dari pelipisnya.
Saat perempuan itu membalikkan tubuhnya, seketika tubuhnya menegang, matanya membeliak, mulutnya mengangga. Sapu lidi yang tergenggam ditangannya jatuh dengan menyedihkan.
Tidak mungkin!
Ya, bagaimana perempuan itu tidak shock luar biasa. Jika, jika mahluk yang ada di depannya itu teryata perwujudan dari film horor yang sebelumnya dia tonton!
Wujud itu sangat jelek dan mengerikan! Dengan mulut lancip, kepala bertanduk, kulit berlendir, bahkan tekstur kulitnya pun terlihat sangat tebal dan keras! Hampir mirip seperti kulit badak atau dinosaurus.
Heh, tunggu! Kenapa dia menyamakan kulit penampakan itu dengan badak atau dinosaurus? Memangnya dia pernah menyentuh kedua binatang itu?
Isi kepala perempuan itu begitu berisik, sangat bertolak belakang dengan tatapan mata shock dan tubuhnya yang menegang. Saat dia masih berpikir ini itu, tiba-tiba sosok jelek yang didepannya berjalan mendekat.
Lari! Ayo lari! Ah sial, kenapa kakinya kebas, brengsek!
Tubuh perempuan itu panik, ingin berteriak tidak bisa, ingin berlari pun tidak mampu. Sungguh, keadaan yang sangat memprihatinkan.
Saat mahluk jelek dan menyeramkan itu sudah berdiri tepat didepannya, tiba-tiba tangannya terangkat, perempuan itu seketika memejamkan matanya, berpikir jika mahluk jelek itu akan mencekiknya.
Apa yang terjadi?
Merasa sudah lama memejamkan mata dan tidak terjadi apapun, dengan cepat perempuan itu membuka matanya dan mendongak ke atas. Dan…dan apa yang terjadi. Mahluk yang sebelumnya terlihat jelek dan menyeramkan kini berubah menjadi manusia yang luar biasa tampan! Bahkan ketampanan itu sangat tidak membumi! Dan… dan sosok itu sekarang menatapnya penuh senyum!
Perempuan itu ternganga, menatap takjub. Jika diperhatikan lebih detail, sosok itu teryata perwujudan dari jagoan yang ada di film itu!
Wow!
Perempuan itu menepuk-nepuk pipinya kiri kanan, berharap ini bukanlah mimpi melainkan kenyataan.
Saat si perempuan itu sedang melakukan aksinya, si jagoan tampan yang ada di depannya itu, secara mengejutkan memegang pergelangan tangannya.
“Hei, kau sedang apa? Walaupun kau menampar pipimu seribu kali pun tak ada ada rasa sakit di sana, paham.”
Perempuan itu tidak bisa membalas perkataannya, merasa mulutnya kebas dan terlakban.
“Kau senang, bertemu jagoanmu, hmm?”
Dengan cepat dan semangat perempuan itu mengangguk-anggukan kepalanya.
Wujud mahluk kharismatik itu tersenyum, tanpa diduga menundukkan kepalanya semakin dekat dan dekat. Jantung perempuan itu berdegup kencang tak terkendali, matanya semakin melebar, wajahnya merah padam, saat kedua pundaknya dicengkeram keras oleh sosok indah di depannya.
“Tutup matamu, oke.” ucapnya lembut.
Dengan patuh perempuan itu menutup matanya rapat-rapat. Bisa dirasakan wajah perempuan itu meremang saat… saat sosok itu hendak mendekati bibirnya!
Heh, tunggu! Apakah dia akan dicium?
Saat hidung mereka bersentuhan dan bibir mereka begitu dekat hanya terpisah jarak sehelai rambut, perempuan itu, bisa merasakan sosok indah yang hendak menciumnya itu menyeringai lebar.
Siapa yang menduga saat ciuman itu baru dimulai sepersekian detik, tiba-tiba pundak perempuan itu tergoncang kuat. Dari kejauhan terdengar suara samar, seperti orang memaksanya untuk bangun!
“Hei, bangun! Sudah pagi, ayo bangun!” ucapnya tegas tanpa hati, hingga membuat mimpi indah si perempuan itu menguap musnah entah kemana.


Pernah ketemu sama org pdhl org nya berjarak 6 jam dri tmpt kita
Mimpi memang sangat anomali sekali ya😂
Aku pun pernah mimpi naik pesawat, padahal pesawat itu sangat kecil, mirip ukuran capung.
Tks y kak udh update.