Seminggu menjadi Butler seorang Bastian Thomas Hussein benar-benar membuat badan Emmy remuk. Bastian tidak hanya menyiksanya secara fisik, tetapi juga secara batin. Begitu banyak pekerjaan seabrek yang diberikan Bastian, mulai dari menyiapkan sarapan, makan siang, dan makan malam. Yang semuanya harus dikerjakan Emmy sendiri, yah dia yang memasak. Dan itu bukan hanya untuk Bastian, tetapi juga untuk ardha juga para pengawalnya. Belum lagi mengurusi pakaian mereka yang harus dikerjakan sendiri juga oleh Emmy. Berulang kali Ardha meminta Bastian untuk melaundry saja pakaian2 itu, ia tidak tega melihat Emmy harus mencuci pakaian yang banyak setiap harinya belum lagi menyetrikanya. Namun Bastian selalu menolak mentah-mentah usul itu. Bahkan sering kali mereka bertengkar karenanya. Tidak hanya itu, Bastian bahkan melarang Villa House yang bertugas membersihkan villa setiap harinya untuk datang, yang itu artinya, Emmy jugalah yang akan membersihkan villa besar tersebut seorang diri.
Ardha benar-benar merasa kasihan kepada Emmy, tidak hanya Ardha, para pengawal Bastian pun juga merasakan hal yang sama. Mereka suka mencuri-curi waktu untuk membantu Emmy, hanya bantuan kecil seperti mencuci piring bekas makan mereka, meskipun hanya bantuan kecil seperti itu Emmy sudah sangat berterima kasih. Bahkan si tampan Lucas dan George juga sering membantu Emmy, mereka bangun pagi-pagi membantu membersihkan kolam renang dari sampah dedaunan, membantu menyapu dan mengepel seluruh villa kecuali kamar Bastian, membantu menyiapkan sarapan, bahkan terkadang membantu Emmy menyuci. Tentunya tanpa sepengetahuan Bastian.
Emmy sendiri merasa heran, selama menjadi Butler, belum pernah dirinya diperlakukan seperti ini. Kenapa Bastian begitu kejam, mungkinkah Bastian ingin membalas dendam ? Pertanyaan itu terus terngiang-ngiang dikepala Emmy membuat kepalanya menjadi sakit. well, tidak hanya kepalanya tetapi juga seluruh badannya. Dia tidak hanya merasakan pegal, tetapi juga panas dingin di tubuhnya.
“Emmy, kamu kenapa ? Kamu terlihat pucat , kamu sakit ?” tanya Bastian yang menghentikan aktifitas Emmy yang sedang menyetrika banyak pakaian.
Emmy melihat raut kekhawatiran di wajah Bastian, namun segera ditepisnya, tidak mungkin Bastian mengkhawatirkannya ” Aku tidak apa-apa Bastian, ada apa kesini ? Kamu membutuhkan sesuatu?”
Pertanyaan Emmy membuat Bastian sadar dari rasa khawatir nya, ia teringat kembali alasan dirinya mencari Emmy
“Apa kamu lupa dengan jadwalku mlm ini ? Aku harus menghadiri undangan private party temanku di hotel Bintan Lagoon, kenapa kamu belum menyiapkan pakaianku? Aku sudah hampir terlambat!!” ucapnya dengan nada galak
“Maafkan aku Bastian, aku lupa. Akan aku siapkan segera” jawab Emmy sambil melangkah keluar dari ruangan pantry menuju kamar Bastian. Namun belum jauh Emmy melangkah, Bastian melihat Emmy berjalan dengan sempoyongan. Merasa ada yang tidak beres akhirnya Bastian menyusul Emmy. Tepat ketika dia sudah berada dibelakang Emmy, gadis itu terjatuh lemas dan segera Bastian menangkapnya.
Bastian mengerjap bingung. Dia merasakan suhu tubuh Emmy yang sangat panas. Dengan panik dia memanggil seluruh orang yang ada di Villa itu. Semua pengawalnya datang dengan berbondong-bondong termasuk kaki tangannya, Ardha.
“Astaga Bastian, apa yang terjadi dengan Emmy ?” tanya Ardha dengan raut wajah syok
“Tidak tahu, cepat panggilkan dokter! Cepaaat!!” perintah Bastian sambil menggendong Emmy membawanya menuju kamarnya.
***
“Nona Emmy hanya kecapekan. Mungkin karena terlalu memforsir diri untuk bekerja sehingga membuat kondisi tubuhnya drop. Harus diperhatikan lagi waktu istirahatnya juga makannya, karena sepertinya nona Emmy tidak menjaga pola maknnya dengan baik selama beberapa hari ini. Saya sudah memberikan resep obat juga vitamin penambah daya tahan tubuh untuk nona Emmy. Setelah ini biarkan dulu nona Emmy beristirahat mungkin selama dua atau tiga hari kedepan” ucap dokter panjang lebar yang langsung membuat Bastian merasa bersalah. Bagaimana bisa dirinya begitu kejam dengan Emmy, membuatnya bekerja rodi bahkan sampai sakit seperti ini.
Setelah dokter pergi Bastian kembali lagi kekamarnya. Dia melihat Emmy dan menatap wajah cantiknya yang terlelap begitu damai. Bastian menyentuh puncak kepala Emmy, mengusap dengan lembut rambut halus Emmy. Dulu rambut itu adalah kebanggaannya. Mengingat hal itu Bastian kembali diliputi rasa sakit di hatinya.
“Bagaimana bisa ? Setelah apa yang kamu lakukan, hatiku bahkan masih memilihmu, merindukanmu” ucap Bastian lirih. Kemudian ia pun pergi keluar kamar dengan hati yang galau.
“Aku akan membawanya pulang kerumahnya besok, aku sudah menghubungi perusahaan tempat dia bekerja, dia tidak akan menjadi butler mu lagi.” kata – kata Ardha membuat Bastian menatapnya tajam
“Jangan mulai lagi Ardha” ucapnya datar
“Aku harus menghentikannya. Aku tidak tau apa yang membuatmu begitu membencinya. Cara mu memperlakukannya benar-benar kelewatan, dan aku sudah tidak tahan lagi, lihat apa yang terjadi padanya karena perbuatanmu ?!” ucap Ardha berapi-api. Kilatan marah terlihat jelas dimatanya.
“Sepertinya kau lupa siapa boss nya disini” mendengar hal itu tatapan Ardha kembali melembut
“Kumohon Bastian, sudahi ini. Jangan menyiksanya lagi. Aku tidak tahan melihatnya seperti itu” ucap Ardha dengan wajah memelas
“Kau menyukainya ?” tanya Bastian yang membuat Ardha bungkam seketika.
Melihat Ardha yang bungkam Bastian terkekeh “memang sulit menolak pesona mantan gadisku itu, bahkan sahabatku yang katanya membenci wanita yang telah menyakitiku dimasa lalu, ternyata justru malah jatuh hati padanya” cibir Bastian dengan wajah mengejek. Mendengar itu Ardha syok terkejut
“Dia..” tanyanya tercekat
“Ya dia wanita itu, cinta pertamaku, wanita yang teramat sangat menyakitiku” ucap Bastian dengan wajah sendu. Tak lama air mata pun mengalir di pipi Bastian. Membuat Ardha terperangah. Ini adalah air mata pertama setelah bertahun-tahun Ardha tidak melihatnya lagi di wajah Bastian. Ia jadi teringat masa lalu, saat pertama kali dirinya bertemu dengan Bastian.
“Siapanamamu?” tanyaseorangpria remaja tampan kepadapriaremajayang terlihat culun dan dekildi hadapannya. Namunpriaculunitutakmenggubris. Melihathalitu, priaremajatampanitupunmenjadikesal.
“Heiakubertanyapadamu!” ucapnyalagisambilmelambai-lambaikantangannyakepadapriadidepannya. Namunlagi-lagipriaitutakmenggubris
“Huh, sombongsekalikau ! Kalaubukankarenapermintaan Daddy kuuntukmengajakmumengobrol, takakansudiakumenyapamu” ucapnyalagi. Namunkaliinipriaculunitumendongakmenatapkearahnya. Priatampanitubegituterkejutmelihatrautwajahdidepannya. Terlihatjelaspriaituhabismenangis, tatapanmatanyamemancarkankesedihanyangteramatdalam.
“Bastian” ucappriaculunitupelan. Namunpriatampandidepannyamasihdapatmendengar
“Ardha” ucappriatampanitu akhirnya menyebutkannamanya. Bastianhanyamenatapnyasebentarlalumenundukkanlagiwajahnya. DapatArdhalihatbahwaBastianternyatakembalimenangis. Ardhasangatheranmelihatnya
“Kenapakamumenangis ? Bukankahseharusnyakamusenang ? Lihatlah, pestamewah ini untukmu. PestayangdiadakanomArmanHusseinuntukmenyambutkamu, putrakandungnya.” ucapArdhaberusahamenghibur. NamunBastianbukannyaberhentimenangistetapijustrusemakinmengencangkantangisnya. MendengaritupunArdhamenjadikelabakan.
“Sssttt, berhentimenangis! KaumaumembuatkudibunuhDaddykukarenatelahmembuatanakseorangArmanHusseinmenangis ? Huh ?” tanyaArdhadengannada jengkel
“Maaf, akumerindukanseseorang” ucap Bastian lirihyangmembuatArdhamengernyitbingung
“Siapa ? Bukankah seluruh keluargamuyangdariIndonesiajugahadirdisini ?” tanyaArdhapenasaran
“Mantanpacarku” jawabanpolosBastiansuksesmembuat Ardha tertawaterbahak-bahak. NamunsaatmelihattatapansenduBastianArdhapunmenghentikantawanya.
“Maafkawan, hanyasajakauaneh. Jikasudahmenjadimantanberartiitumasalalu. Kautidakharusmengingatnyalagi” ucapArdhaberusahabijak
“Akutidakbisa, diatelahmenyakitiku. Tetapiakutidakbisajugamelupakannya. Akutakutmenjadigilakarenaterusmemikirkannya” jawabBastiandenganairmatakembalimengalirdi kelopakmatanya. MelihathalituhatiArdhaterenyuh. Sungguhdiatidakpernahmelihatorangbegitumenderitakarenamencintaiseseorang. KemudianmengalirlahsegalaceritatentangkisahcintaBastianyangpahitkepadaArdha. MendengarkisahitumembuatArdhabegitumembencisosokyangmenjadimantanBastian. DirinyapunbertekatuntukmembantuBastianmelupakanmantannya. ArdhayangmengertifashiondanstylepunmulaimendandaniBastian. PadadasarnyaBastianitumemangtampan. Hanyasajaketampanannyaitutersembunyidibalikkeculunandankedekilandirinya. JadilahsetelahbeberapabulankemudianBastiantelahberubahmenjadiorangbaruyangtampan. Bahkanketampanannyaitusemakinbertambahseiringberjalannyawaktu. Begitubanyakwanitayangjatuhhatipadanya. Bastianpunberubahmenjadiplayboyyangmengencanibanyakwanita. Bastian juga tidak pernah menangis lagi sejak hari itu. MelihathalitupunArdhamenjadisenangdanbanggadenganhasilkerjakerasnya.
“Apa yang harus aku lakukan Ardha ? Nyatanya aku masih mencintainya, aku harus bagaimana ?” pertanyaan Bastian membuat pikiran Ardha kembali kemasa sekarang.
“Apa kau ingin mendapatkannya lagi ? Ingin bersamanya lagi?” Ardha balik bertanya
“Tidak, aku tidak ingin hancur untuk kedua kalinya” jawab Bastian mantap.
Mendengar itu Ardha tersenyum “bagus, lakukanlah apa yang ingin kau lakukan terhadap wanita itu. Aku tidak akan melarang mu lagi untuk menyiksanya”
Jawaban Ardha membuat Bastian tertawa ” lalu bagaimana dengan perasaanmu yang baru tumbuh itu , huh?” tanya Bastian dengan nada sarkas.
Ardha ikut tertawa ” seperti yang kau bilang ini baru tumbuh, aku bisa menghilangkannya dengan mudah” ucapnya sambil menjentikkan jari “bagaimana kalau malam ini kita bersenang-senang ?” lanjutnya lagi. Bastian menaikkan satu alis tanda bertanya
“Kita cicipi beberapa wanita di kota ini kawan.” ucapnya menambahkan. Bastian tersenyum mendengarnya. Lalu tanpa menunggu waktu lama, Bastian menyuruh beberapa pengawalnya untuk mencarikan beberapa wanita untuk menemani malam mereka yang panjang.


Next ahahah. Gak sabar ..?
Aku baru cek postingan dan ternyata ini udh up dari tanggal 7 November ?. Bastian walaupun masih merasa sakit hati tetap khawatir ya Emmy, semoga hubungan mereka membaik xixixixi. Semangat terus ka!~^^ ? :givelove
Hadeh bastian