Vitamins Blog

Kak Devan, I love you!!

Bookmark

No account yet? Register

31 votes, average: 1,00 out of 1 (31 votes, average: 1,00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...

 

 

Ini cerita kedua ku… Selamat membaca, maaf kalau banyak Typo yaa.. Dan cerita ini murni dari pemikiran aku..

 

 

••••

 

 

 

Kiena suka dengan kakak seniornya! Namanya Devan! Bagi Kiena kak Devan itu seperti oksigen yang menyambutnya setiap pagi ketika ia sampai di gerbang kampus!

Kak Devan yang cuek, Kak Devan yang dingin.. Semua yang ada didalam diri Devan Kiena suka!! Sampai rasanya kalau gak ketemu Devan, Kiena bisa rindu setengah mati.

Masalahnya, Devan itu susah banget ditemuin, kayak kutu yang nyumpel di rambut dan bikin gatel! Sama gatelnya kalau mata Kiena gak ngeliat Devan sehari aja.

Cowok itu selalu aja ngurung dirinya didalam kelas, jadi susah banget buat Kiena  PDKT!

 

“Astaga Kie! Lo suka sama kak Devan?!” Kiena mengangguk semangat, sewaktu Della sahabatnya bertanya dengan wajah kaget. Untung aja kelas lagi sepi, jadi orang orang nggak akan tau kalau primadona kelas Sastra Indo kepincut sama cowok yang namanya Devan.

 

“Lo suka sama si culun itu? Omg! Apa mata lo udah katarak Kie” kali ini yang menyahut Rani, sahabat Kiena yang suka pakai bulu mata palsu.

 

“Idih! Suka suka gue dong, lagian kak Devan itu ganteng abis, lo lo pada aja yang belom tau” balas Kiena cuek.

Kiena udah nebak 100% reaksi sahabat sahabatnya itu kayak gimana. Dan tebakannya selalu benar.

 

“Gila lo, kak Angga yang keren badai membahana bisa kesilau sama si cupu Devan.. Omg, omg.. Ini bencana!” Kiena memutar bola matanya malas, satu lagi si mulut bebek yang suka ngatain orang seenaknya. Mona.

Gak peduli sih, seperti apa reaksi berlebihan sahabat sahabatnya ini.. Lagian Kiena gak minta pendapat mereka.

 

“Udah deh yang penting gue kan udah kasih tau kalian kalau gue suka sama kak Devan, jadi jangan mak comblangin gue sama kak Angga lagi!” ancam Kiena kesal pada Mona karna cewek itu yang paling ngotot agar Kiena dan Angga dating.

Pertamanya sih Kiena ngak peduli sewaktu Mona dan dua sahabatnya comblangin Kiena sama kak Angga atas permintaan cowok itu. Tapi makin lama, makin membuat Kiena muak karna Angga semakin berharap.

 

“Ngak bisa Kie, gue udah janji sama kak Angga buat dia bisa deket sama lo.. Lagian nih ya, siapa suruh lo punya muka yang cantik kebangetan” cerocos Mona.

 

“Idih, pokoknya gue gak mau! Itu urusan lo semua..” Kiena beranjak berdiri dari tempat duduknya, berjalan kearah pintu keluar “mau kekantin nggak? Sekalian gue mau liat apa ada oksigen gue disana..” Kiena terkikik geli, disambut dengusan jijik ketiga sahabatnya.

 

“Jijik tau nggak Kie” sungut ketiganya berbarengan.

 

“Bodo” balas Kiena mengedikkan bahu tidak peduli.

 

.

 

Sesampainya dikantin kepala Kiena sibuk melongok kesana kemari, matanya mengintai tajam bak elang, menelisik seluruh isi kantin dari ujung sampai keujung. Berharap jika oksigennya kali ini juga berada di kantin, dan sepertinya do’a Kiena terjawab.

mata Kiena melebar ketika menangkap sebuah pemandangan langka yang bergitu indah. Dalam hati Kiena memekik keras, ternyata ada Devan disana.

Astaga.. Jantungnya tiba tiba sudah maraton didalam. Pipinya langsung memerah saat melihat tubuh Devan dari samping. Wajah serius Devan yang membaca sebuah buku ditangannya menurut Kiena.. Sangat sempurna.

 

“Kiena!”  panggilan itu membuyarkan semua lamunan Kiena. Disampingnya ketika sahabatnya tengah menatap jengah kearahnya.

 

“Apa?” tanya Kiena bingung.

 

“Tuh dipanggil kak Angga, si cupu pujaan lo juga ada disana!” Della berbisik ketika mengatakan kalimat terakhirnya. Kiena mengalihkan tatapannya, benar disana ada Angga.. Tapi kenapa tadi Kiena hanya melihat Devan.

 

“Ya udah yuk kesana” ajak Kiena semangat menggandeng ketiga temannya.

Ketika sampai dihadapan Angga dan Devan, Keina tidak bisa menyembunyikan senyum lebarnya.

 

“Hai kak Angga..” saat ketiga temannya menyapa Angga hanya Kiena yang menyapa Devan.

 

“Hai kak Devan” sapa Keina, Devan mendongak sebentar kemudian tersenyum samar menanggapi sapaan Kiena.

 

duhh.. Mama.. Mama, Keina kena serangan jantung.. Manis banget Duh duh, jantungku, gak kuat’  batin Keina memekik.

 

“Kok cuma Devan doang yang disapa Kie, kak Angga kok nggak” Kiena menoleh kearah Angga yang tersenyum ramah.

 

“Oh, belum disapa ya??.. ha ha, hai kak Angga” sapa Kiena malu. Salah tingkah karna di perhatikan juga oleh Devan.

 

“Hai juga Kiena cantik”

 

“Ciieee… Ekhhemmmm!!” goda ketiga sahabatnya dan Kiena langsung melirik tajam kearah tiga temannya memberi tatapan membunuh, sedangkan Angga hanya tertawa kecil.

 

“Kak Devan lagi baca buku apa?” tanya Keina penasaran, bersyukur karna sekarang dia duduk didepan Devan.

Pokoknya sekarang Kiena harus bisa ngonbrol banyak sama Devan, kesempatan langka.

 

 

“Manajemen bisnis” jawab Devan singkat, tiba tiba cowok itu berdri dari duduknya, membereskan buku bukunya dan sebelum pergi Devan berpamitan pada Angga. “Angga, aku pergi dulu ya.. Kita lanjutin di rumah” sambungnya menepuk pelan bahu Angga dan berlalu begitu saja.

 

“Ok!” balas Angga.

Kiena mendesah kecewa, kenapa Devan sudah pergi kan Kiena masih kanget berat. Rupanya desahan kecewa itu didengar Angga.

 

“Kenapa Kie?” Kiena yang masih mengawasi kepergian Devan mengalihkan tatapannya, menatap wajah Angga yang menatapnya dengan alis terangkat.

 

“Eh, gak papa kok kak, kayaknya kak Devan pergi karna ada kita deh” cetus Kiena kikuk.

 

“Ha ha.. Enggak kok, Devan emang gitu. Santai aja”

 

“Tapi kayaknya kalian lagi ngerjain sesuatu” Kiena menatap buku milik Angga yang sudah tertutup dengan pandangan tak enak.

 

“Iya, tapi bisa dilanjutin dirumah kok”

 

“Rumah?” tanya Mona sambil menyeruput teh botol yang diambilnya dari lemari pendingin.

 

“Ha ha.. Iya, aku sama Devan sepupu, jadi kita tinggal serumah” jelas Angga santai.

Kiena ternganga kaget, begitu pula ketiga sahabat Kiena.

 

“Apa! Sepupu? Serumah?” tanya Rani tak percaya.

 

“Iya.. Emang kenapa?”

 

“Ya rasanya nggak cocok aja kak, kak Angga yang ramah dan super kinclong sepupuan sama kak Devan yang cupu” jawab Mona santai sambil menelisik wajah Angga dan membandingkannya dengan Devan yang cupu dan kaku itu.

 

“Kinclong? Dikira mobil” celetuk Della membuat Angga terkekeh melihat tingkah ketiga Juniornya ini.

 

Sedangkan Kiena, alarm dikepala Kiena langsung berbunyi ‘apa!! Sepupu? Serumah?.. Oh Tuhan, jadi ini yang orang orng selalu bilang kalau jodoh itu nggak akan kemana! dan sekarang gue punya alasan buat terus ketemu sama kak Devan!’ batin Kiena senang.

 

END OF PROLOG

11 Komentar

  1. Di tnggu kelnjutanyaa???

  2. Kenapa harus kutu? :tidakks!

  3. Prolognya seru nieh
    Kirain oneshoot

  4. Wow wow wow
    Suka suka suka
    Devan oh Devan, penasaran knp tu cwo dingin2 gtu haha
    Bakal ada cinta segi banyak nih, ehh segi tiga mksd aq hihi
    Ditunggu kelanjutanny
    Semangat trs ya

    1. tottemobakadesu menulis:

      kayak nya segi 4 deh ka… soalnya nanti Devannya suka sama aku wkwkwk *Peace :BAAAAAA

    2. farahzamani5 menulis:

      Gubrakkk haha
      Tambah seru dah klo ampe segiempat yak

  5. tottemobakadesu menulis:

    awassss Kie… nanti dikira suka ama ka Angga wkwkwk

  6. Devan si cupu??
    liat aja nanti kalau aslinya udah keliatan pasti ganteng banget kan??

  7. Ditunggu next nya ya

  8. fitriartemisia menulis:

    wah prolognya bagusss
    kirain oneshoot

  9. Kenapa kalau yang namanya Devan selalu dingin yaa??

Tinggalkan Balasan