Vitamins Blog

Langit untuk Jingga (Delapan-B)

Bookmark

No account yet? Register

345 votes, average: 1,00 out of 1 (345 votes, average: 1,00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...

Setelah berhasil membungkam mulut Vanya dan Nada dengan mengancam aku tidak akan melanjutkan ceritaku jika mereka terus mengoceh sendiri, akhirnya kedua orang itu mau diam juga. Membiarkanku bercerita hingga selesai.

“Ughh apa gue bilang. Gue dari dulu udah firasat kalau Langit ada perasaan sama lo J,” ujar Vanya.

“Kasihan banget Langit J, selama ini berarti cinta dia bertepuk sebelah tangan. Dia rela nutupin perasaannya demi tetep bisa deket terus sama lo,” lanjut Vanya.

“Terus menurut kalian, gue sekarang harus bersikap gimana ke Langit?” tanyaku.

“Bagaimanapun kalian itu pernah dekat, bahkan sangat-sangat dekat. Nggak akan sulit buat merubah kedekatan kalian selama ini,” ujar Alya memberi saran.

Nada menganggukkan kepala. “Gue sih setuju sama saran Rizal, nggak ada salahnya lo buka hati lo buat Langit. Nggak usah yang terlalu muluk lah, cukup lo buka hati buat Langit, biarin waktu yang jawab semuanya gimana baiknya, setidaknya hubungan kalian minimal bisa kayak dulu lagi,” Nada menimpali.

“Coba aja J, ini saran kita-kita sebagai sahabat lo. Kita nggak mau lihat lo merana terus, buktiin kalau meskipun lo janda, lo masih bisa bahagia dan bisa dapet perjaka J,” ucapan Alya membuat Vanya dan Nada tergelak. Mereka terus tertawa, membuatku ingin melempar mereka dari monas sekarang!

“Hehh yang jomblo bukan gue aja kali! Mending gue udah pernah laku. Noh, dia malah ngarepin-”

“Ehh kampret!” Nada menyumpal mulutku dengan secakup kentang goreng. Aku membelalakkan mata dan merusaha menelan semua kentang goreng yang masuk kedalam mulutku.

“Apa J? Nada masih ngarepin suami orang ya, hahaha.” celetuk Vanya melanjutkan kalimatku yang terputus. Kami tertawa senang saat melihat Nada misuh-misuh tidak jelas karena godaan kami.

“Ehh bentar deh, gue kesana dulu. Itu Bilva bikin ulah lagi deh kayaknya,” ucap Vanya terburu-buru setengah panik dan berjalan cepat mendekati tempat Bilva bermain.

Aku kembali menyeruput Esspresso-ku lagi dan kembali meresapi semua ucapan sahabat-sahabatku.

Sekarang sedikit keraguanku mulai pudar, aku tidak akan bisa mengetahui bagaimana kedepannya jika aku tidak mengambil keputusan sekarang. Membuka hati untuk Langit?

Aku akan mencobanya.

***
Lama ngga posting, hayuk masih ada yang nunggu kelanjutannya nggak nih?

SitiIsmaya

Pecinta musik -random - Dan penikmat novel romance ?

15 Komentar

  1. Aq aq aq ‘sambil angkat kaki ehh salah angkat tangan tinggi2 haha’
    Aihhh cwe klo dah kumpul selalu yak berisik ehhhh kyk aq ga gtu ajahhh haha
    Yey Yey Yey Jingga mau buka hatiny buat langit, ayoo langit tunjukan pesona mu
    Ngakak lgi pas baca ‘ meskipuna lo janda, lo bsa bahagia dan bisa dapet perjaka Hahaha’
    Aihhh ga sabar nunggu kelanjutanny Hehe
    Ditunggu yak
    Semangatttt trs

    1. mulut temen2 jingga pada licin semua emang, wkwkw ?? makasiii yaks masih mau nunggu jingga, eh btw di wattpad dah part 10 loh ?

    2. farahzamani5 menulis:

      Siapppp nnt mampir ke watty dikau hehe

  2. elvira naina13 menulis:

    Masihhhh!aku masih nunggu

    1. uluuuh makasih kaka elvira kuu, hehe ^^

  3. langit mana langit? :PATAHHATI

    1. masih ngumpet ?

  4. Cara nyari part awalnya gimana ya thor?
    Gak ngerti mau baca dari awal

    1. lihat di profil aku aja kak, terus klik blog. hehe

  5. KhairaAlfia menulis:

    Tuh J, ikutin saran sahabatmu,,
    Kan kasian Langitnya,,
    btw Langit kok gak nongol” ya,,

  6. Langit dimana langit? :PATAHHATI

  7. Duuuhhh

  8. fitriartemisia menulis:

    Langitnya belum nongol2 ehehhe

  9. Bang Langittt??

  10. Ini masih dilanjut nggaaa

Tinggalkan Balasan