Vitamins Blog

Perjalanan Si Penakut (Part 1)

Bookmark

No account yet? Register

23 votes, average: 1,00 out of 1 (23 votes, average: 1,00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...

Loading…

 

1. Awal Mula

 

Sebelum keberanian itu datang menyapa, aku hanyalah seorang penakut.

Yang saking penakutnya, sampai mandi pun harus ditunggui dan pintu dibiarkan terbuka. Aku akan berteriak-teriak jika ditinggal barang sebentar pun. Semua keluargaku hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuanku. Menyebalkan memang, tapi apa mau dikata, aku memang si penakut. Nenekku selalu menjulukiku “si beurangan” (bahasa sunda yang artinya si penakut).

Nenekku selalu bilang begini “jadi jalma mah ulah beurangan-beurangan teuing, bisi cilaka kupokal” (jadi orang itu jangan terlalu penakut, yang ada malah celaka sendiri). Katanya setan itu gak bisa ngebunuh manusia, manusia itu terbunuh karena rasa takutnya sendiri. Misalnya: orang takut ngeliat setan, terus dia lari-larian, dia gak liat di depannya itu ada apa, bisa aja ada pisau terus dia kesandung terus ketusuk pisau pas dijantung, mati deh. Jadi kan yang ngebunuh itu buka setan, tapi rasa takutnya dia sendiri. Jadi jangan percaya sama film, film itu kebanyakan bohong. Semua cerita setan yang difilmin ya dimodifikasi sesuai kebutuhan pasar, biar lebih seru biar laku.

Nenekku juga sering bilang “belajar berani dari sekarang, belum tentu selamanya kita bisa bergantung sama orang. Kalau mau berani, nyium orang yang meninggal deh dijamin pasti jadi berani”. Aku pasti selalu menjawab “enggak banget nyium orang yang meninggal, liat orang yang meninggal aja gak berani. Sekalinya liat orang yang meninggal, malah nempel terus di kepala terbayang-bayang mukanya”.

Lalu suatu hari di tahun 2006 saat aku kelas 1 SMA, nenekku meninggal, dan aku sebagai cucunya diharuskan menciumnya untuk yang terakhir kali. Awalnya aku tidak mau, karena lagi-lagi aku takut. Namanya juga si penakut. Aku cuma takut wajah nenekku terbayang-bayang terus di kepalaku, yang malah membuatku semakin takut. Tapi karena aku terus dipaksa untuk mencium, akhirnya aku pun pasrah juga. Aku juga berfikir, aku takut menyesal karena tidak sempat mencium untuk yang terakhir kalinya.

Saat malam hari, sesudah acara tahlilan di rumah selesai, ibuku menyuruhku tidur, aku tidak berani tidur karena aku takut, aku takut memimpikan nenekku yang sudah meninggal. Karena sepupuku bilang waktu nenek dari pihak ibunya meninggal, malamnya saat dia tidur neneknya datang dalam mimpinya dia. Maka dari itu, aku tidak mau tidur sampai pagi. Aku hanya takut nenekku datang ke dalam mimpi, aku belum siap, karena aku sadar kalau aku banyak dosa pada beliau. Apalagi ditambah dengan orang-orang selalu bilang kalau orang yang meninggal belum tujuh hari arwahnya masih ada di dalam rumah.

Aku lupa tepatnya kapan, tapi tidak lama setelah nenekku meninggal aku malah jadi lebih berani. Kemana-mana sudah tidak diantar, mandi pun sudah tidak perlu ditunggui lagi. Aku jadi berfikir, benar kata almarhumah nenekku kalau mencium orang yang meninggal itu bisa membuat kita lebih berani. Tapi saat aku lebih berani inilah keanehan diriku dimulai. Kalian tahu keanehanku apa??. Aku selalu melihat sesuatu yang hanya diriku lihat tapi orang lain tidak bisa melihat. Karena aku si penakut, saat aku bercerita tidak ada yang mempercayaiku, aku dibilang tukang kibul, aku dibilang terlalu berhalusinasi. Inilah hidupku yang dibayang-bayangi hal-hal tak kasat mata. Mereka yang menurutmu tak terlihat, mungkin saja sedang memperhatikanmu..

 

 

Note:
Maafkeun kalau tulisanku ini ancur amburadul soalnya aku bukan penulis. Ini juga cuman sekedar diary gak jelas hidupku.

8 Komentar

  1. farahzamani5 menulis:

    Asal mula dikau bsa ‘ngeliat’ ya teh
    Wahhhh dpt ‘nikmat’ yg cuma bbrp orang aja diksh nya ehh hehe
    Pasti awal2 kaget bngt ya teh, skrng mah kykny dah biasa kan yak ehh hihi

  2. Waduh jadi kak mel bisa ngeliat yg begituan ya,,

  3. Akhirnya di post di sini jg… Lanjut ka pinky girl… Asal mula nya lumayan unik yg laen ada jg yg bs liat dr lahir

  4. Waahh kelebihan mu ya kak mel bisa melihat yang tak bisa dilihat orang lain. Hihi bagus prolog nya

  5. ernachoi26 menulis:

    Waduh.. Kak mel bisa ngeliat begituan? Aku yg bisa ngerasain aja dah meriang apalagi ngeliat langsung :LARIDEMIHIDUP

  6. yeah,,,, part1 akhirnya up juga :YUHUIII

  7. nenaagustin menulis:

    kak mel aku udh pernah ngeliat diwatty tpi aku ga berani baca ini aja baca kaki sampe dingin banget hahaha

  8. fitriartemisia menulis:

    maap ya mel, baru baca PSP di web hahaha

Tinggalkan Balasan