Lika-Liku Bertemu PSA
Wkwkwk judulnya kek penuh perjuangan banget, ya! Btw curhatan ku ini sebenarnya termotivasi oleh kenangan masa lalu yang jika diulik, teryata ada kebetulan yang cukup kocak.
Jika di tahun 2016 PSA baru berdiri, aku….
Karna lagi mood banget nulis, akhirnya kutuangkan aja kedalam Blog, di web kesayangan kita semua. ProjectSairaAkiraaaaa
Tahun 2016 adalah tahun di mana aku masih disibukan dengan kegiatan yang jauh dengan hobby membaca. Baca Novel, kegiatan apa itu? Itulah pemikiran ku dulu yang dengan polosnya menilai secara egois kalau membaca adalah hal yang membosankan.
Hiburanku dulu hanya sekedar nonton film, belanja, jalan-jalan, makan, pokoknya jauh dengan kegiatan dari dunia literasi.
Membaca dulu sempat ku tekuni, itupun sekedar membaca katalog kosmetik brand fames di era itu. Sebut saja Orif****. Tentunya untuk mencari harga promo. ahahaha
Sampai akhirnya di tahun 2017 awalnya bulan Maret, aku menemukan hiburan yang cukup menarik perhatianku.
Mungkin karna kegabutanku kala itu, pulang kerja, capek, gak bisa tidur, akhirnya iseng melakukan kegiatan konyol dengan menelusuri akun sosial media ku.
Kala itu ada iklan promosi baca Komik online yang muncul tanpa diminta. Iklan itu tanpa tahu malu selalu muncul di beranda, sudah ku batasi, tapi dengan keras kepala selalu muncul.
Pada akhirnya, aku terpancing saat lihat salah satu judul komik di sana. Hmm kalau tidak salah, komik itu berjudul Trouble With the President.
Karna gambar visualnya yang bagus dan pemerannya yang cantik dan tampan, aku yang sebelumnya ogah, berbalik 180°. Jariku yang lihai, kala itu langsung mengunduh aplikasinya, sebut saja Manga***
Masa itu adalah masa di mana aku menemukan kegiatan begadang. Cerita komik tersebut benar-benar menarikku sampai lupa waktu. Termakan oleh keseruhan yang baru aku temui tuk pertama kalinya pada saat itu.
Ungkapan ‘Yang lain sudah basah, aku baru memulai’. Sepertinya benar adanya. Basah dalam artian sudah berkecimpung di dunia perkomikan, aku hanya seorang amatiran yang baru memulai menceburkan diri.
Saat itulah aku merasa nyaman dengan hoby baruku itu. Setiap ada waktu luang dalam kesibukanku kala itu, aku sempetin membaca beberapa halaman.
Karena kebandelanku pada waktu itu, aksi konyolku terpergok oleh atasan ku. Lucu jika mengingat momen itu. Masih ingat betul celetukan beliau. “Kerja woy! Kerja, HP terus” aku yang kena omelan seperti itu hanya bisa cengengesan karna malu.
~Kembali ke laptop~
Sang alogaritma Platform sepertinya mengerti dengan apa yang aku tekuni belakangan ini saat itu. Semula yang hanya fokus pada satu judul, alogaritma merekomendasikan beberapa judul komik femes. Bertema CEO yang terjerat dengan gadis jelata, seorang dokter yang terpikat cinta pada anak angkatnya, gadis polos yang dijual ayahnya ke Presdir karna terjerat utang, dan masih banyak lagi. Sepertinya genre-genre semacam itu masih digandrungi sampai sekarang, ya.
Karna rekomendasi tersebut, list bacaaku yang mulanya hanya satu, jadi bertambah. Hmm kala itu ada 10 judul komik yang menjadi bacaan favoritku.
Karna lagi semangat menulis, aku spill 10 judul komik favoritku. 1. Trouble with President 2. Boss Sombong 3. Dokter Chu Jatuh Cinta 4. Pernikahan Hangat 5. Nona Muda Melawan Tuan Muda 6. Wanita Yang Tersakiti 7.Whisper of the Devil 8. Presdir Mencintaiku 9. Tawanan Dari Penjara Cinta 10. Lupa
Dan begitulah, sepanjang tahun 2017 hingga 2019, aku menjadi pribadi yang gemar membaca. Ya walaupun sebatas membaca komik, tapi itu tidak salah, bukan?
Pribadi yang semula gemar shoping bareng rekan kerja, makan dll jadi tidak seintens dulu. Kadang ada kalanya saat ada ajakan teman untuk nonton film yang baru launching, aku dengan kesadaran penuh mulai menolaknya. Berpikir setelah seharian kerja, lelah, diajak nonton film, itupun musti mengeluarkan cuan. (Sepertinya efek tanggal tua juga, sih)
Karna pemikiran itu, mencari hiburan sambil membaca sepertinya hal yang menarik. Cukup rebahan, imajinasi sudah melanglang buana ke seluruh penjuru dunia.
Dan gongnya di penghujung 2019 tepatnya bulan Oktober lah. Karna dari sekian list komik favoritku, belum ada notifikasi pembaruan, aku gelisah. Maklum komik on going, jika penulisnya mager ya kita digosting, disuruh menunggu dalam ketidakpastian.
Malam itu jempolku terus berselancar, mencari dan mencari jenis bacaan komik yang menurutku bisa mengobati rasa rinduku pada cerita yang tak kunjung update.
Dan pertemuan itu dimulai. (Eaak😭)
Karna terlalu bersemangat menelusuri beranda platfrom, jempolku tanpa sengaja mengeklik kumpulan novel di sana. Aku kaget, berpikir dengan polos. “kok ada platform baca komik bisa menampung jenis novel?”
Merasa menemukan dunia baru, jariku yang semula bergerak grasak-grusuk di atas layar, berubah menjadi gerakan pelan, setiap judul novel yang terpampang di sana, aku baca sekilas, klik ceritanya, baca sinopsisnya. Gak menarik, aku skip.
Kegiatan itu berlangsung hampir satu jam dan hasilnya tetap sama. Mungkin karena terbiasa dengan komik, jadi saat memasuki dunia pernovelan berasa asing dan kurang menarik bagiku, kala itu. Mungkin juga karna genre novel itu bukan seleraku.
Dan lagi-lagi alogaritma yang menentukan. Alogaritma sepertinya mampu membaca isi pikiranku saat itu. Merasa seperti mengasihiku agar terlepas dari siksaan. (Siksaan dibuat sendiri ahaha)
Saat aku masih menelusuri, di ujung bawah beranda terpampang rekomendasi ‘Novel paling populer. Karna penasaran, saat itu juga aku klik novel itu, kemudian masuk kedalamnya. (Gak aku sebutkan secara spesifik judulnya, karna sudah aku tulis sebelumnya di blog pertamaku. ‘Perjalanan Bertemu PSA’ kalau minat tinggal scroll aja di Vit blog. Wkwkwk)
Dan disitulah keajaiban terjadi. Aku yang semula sipaling Komik, yang selalu gelisah jika notifikasi tak kunjung update. Merasa abai saat membaca novel ini.
Novel yang kutemukan kali ini, benar-benar jenis magnet yang mampu menarik ku hingga menjungkirbalikkan hobby ku.
Entah energi apa yang terkandung di novel itu, pokoknya mampu membuat koleksi Komiku jadi terbengkalai, usang dan berdebu. Dan pada akhirnya, sang pengoleksi mengabaikan sepenuhnya. Dramatis, bukan?
Dan begitulah, aku yang mulai menyukai cerita Akram, terus membacanya dan membaca. Awalnya aku merasa lelah dan capek saat membaca. Satu chapter saja aku habisan sampe dua hari, berbanding terbalik dengan Komik yang satu chapter terdapat 20 dialog dan jumlah halaman hanya belasan yang bisa aku lahap dalam hitungan menit.
Dengan membaca cerita khas dari author PSA yang dominan di narasi dan jumlah words yang tumpah ruah itu, tentunya aku merasakan culture shock, bukan?
Mataku yang dulu nyaman tanpa kacamata. Kini berubah, kacamata baca selalu ku kenakan sampai sekarang, saat membaca ribuan words yang berderet kebawah. Words PSA gitu loh, begitu panjang bagaikan tol Palimanan. Wkwkwkwk pedes, pedes dah mata.
Oktober 2019 sampe 2020 adalah masa yang sangat seru di paltform itu. Readers bersatu dalam grup chat yang sangat menyenangkan. Hal-hal random dan absrud selalu jadi bahan obrolan di sana.
Puncak keseruan itu pecah saat pemilik atau Sang pawang grup chat muncul, seketika readers yang ada disana keluar sebagian. ahaha lucu, seru. Banyak kenangan pokoknya.
Tapi begitulah, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Kalau kata lagu Jawa sih ditinggal pas lagi sayang-sayang-nge. Wkwkwk
Bukan perpisahan yang sesungguhnya, jenis perpisahan yang jika memang ada keinginan ingin berjumpa pasti akan bertemu. Bertemu dalam artian bisa membaca karya-karya barunya.
Aku yang sebelumnya penghuni platfrom itu, rela bermigrasi dan menetap di sini. Mengekori sang penulis demi menjangkau karya barunya di platfrom mungil yang teryata menyimpan cerita yang sangat, sangat… WOW!
Dan lagi-lagi, setelah kumpulan komik yang ku abaikan sebelumnya, kini platfrom besar itupun kutinggalkan dengan cara yang paling kejam. Uninstall
Entah karna dorongan apa, malam ini 3 April 2026 aku mengunduhnya lagi. Berniat ingin mengenang memori, sengaja berbagi poin di sana, memancing teman-teman yang dulu pernah berinteraksi intens digrup chat. Tapi sekarang…. beda. Grup chat itu sepi, senyap, hening tanpa ada eksistensi yang muncul.
GC itu Bagaikan rumah tua, rumah yang sudah ditumbuhi semak belukar, beraroma pengap dan dingin.
Aku yang melihat keadaan itu merasa baper. Grup yang dulu hidup, penuh warna oleh keceriaan ratusan member, kini hampa. Ya, mungkin mereka sudah sibuk di real lifenya masing-masing. Karna keadaan yang sudah beda, akupun menghapus aplikasi itu kembali.
~Kembali ke laptop~
Begitulah, individu yang semula tidak menyukai membaca buku dan penulisan, bisa berubah menjadi sosok yang sekarang.
Membaca, bagiku sekarang sudah seperti teman. Mengisi Hari-hariku, menghiburku saat menghadapi realita yang melelahkan.
Hmm kalau dipikir-pikir, aku bisa menulis seperti ini, menemukan diksi indah, semua karna PSA hihihi.
~ Happy birthday PSA yang ke 10~ 🩷 🩷


Thank you dear udah sharing.gif)
Karna dua cerita barunya PSA gak kunjung update. Aku jadi yapping, kak!.gif)
Sama-sama ❤️
OMG, setelah baca ulang, bagian akhir curhatku ada kata yang keliru. Maksud hati ingin menulis real life, kenapa tertulis realita.😵
Brrti kakak terselamatkan dr platform si oren yaa kakk.gif)