Vitamins Blog

Blankly

Bookmark

No account yet? Register

23 votes, average: 1,00 out of 1 (23 votes, average: 1,00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...

Pagi yang cerah secarah perasaanku, hari ini kau meminta untuk bertemu setelah berapa minggu kita tak pernah bertemu, perasaanku akan rindu ini semakin menggebu gebu. Aku menemui mu ditempat kita biasa bertemu, ini akan menjadi kencan kita yang manis.

Tanpa diduga kau mengakhiri hubungan kita. Aku hanya bisa diam membisu. Aku takut jika aku menangis sekarang, ini benar-benar akan menjadi perpisahan kita. Kenyataan ini memang perpisahan kita.
Jadi aku berpura-pura berusaha tenang dan membiarkanmu pergi, aku tak ingin kita berpisah jadi aku hanya memandang mu dengan hampa.
Aku berpikir untuk memintamu jangan pergi dan kembalilah padaku sekali lagi, namun aku tak bisa karena ekspresimu terlalu dingin.

Berapa bulan kita berakhir kau datang kembali meminta maaf, aku memaafkan mu karena aku masih mengharapkan mu. Aku bodoh ya aku sangat bodoh menerima mu kembali setelah kau menyakitiku terlalu dalam bahkan setelah berpisah aku menangis karena dirimu. Perasaan ku pada mu tidak bisa pudar secepat aku jatuh cinta padamu .

Pria bodohku aku memaafkan mu. Tanpa mu perasaanku kosong, hidupku serasa hampa.
Kenangan yang indah tak selalu indah.

Hari ini kau menyakiti ku lagi. Kau pergi lagi, kau meminta kita berakhir lagi. Dalam benakku aku ingin menanyakan ‘kenapa aiden? Kenapa kau meminta perpisahan lagi? Setelah kau berjanji tidak akan menyakiti ku lagi?’ Semua janji mu hanya omongan semata. Apa salahku ? Salahku memberikan mu kesempatan kita menjalani hubungan ini lagi. Benar calista, kau sangat bodoh. Bodoh karena cinta.

Dulu aku memaafkan mu dan memberimu kesempatan karena aku yakin kita masih saling mencintai. Namun kenyataan rasa cinta mu tak sebesar rasa cinta ku pada mu. Secepat itu perasaan mu berubah. Aku tidak tau kenapa kau meminta berakhir padahal belum lama kita menjalani hubungan kita lagi setelah berakhir berapa waktu lalu,  Kau hanya mengatakan dengan datar  ‘calista perasaanku pada mu tidak sama seperti dulu lagi, maafkan aku, kita berakhir sampai disini maafkan aku, selamat  tinggal calista’ .

Aiden ingatkah kau, dulu Kau menginginkanku seperti orang gila.
Awalnya aku tak bisa percaya padamu yang ingin kembali padaku setelah perpisahan kita dengan  tatapan dinginmu yang sangat menyakitkan itu. Tapi karna rasa cinta ku terlalu besar aku dengan gampang terbujuk janji mu itu aku kembali pada mu.

Mengingat kenangan kita yang bahagia  dan indah, Secepat itu air mata ku mengalir di kedua pipiku.
Sepertinya sekarang aku harus membiarkanmu pergi.

Kau benar-benar pergi,  kau yang menjauh terlihat olehku, bahkan aku tak bisa bergerak selangkahpun untuk mengejar mu dan memeluk mu untuk terakhir kalinya.
Perasaanku Kosong ketika kau pergi.

Aku sangat membenci diriku yang menangis karena dirimu. Aku sangat berharap  agar waktu bisa berputar balik.
Aku ingin kembali ke masa aku tak mengenalmu.

5 Komentar

  1. Wkwkwk, jd blank karena tingkah lakunya ya :LARIDEMIHIDUP

  2. fitriartemisia menulis:

    hmmm, blankly itu maksudnya blank gitu ya..

  3. farahzamani5 menulis:

    Itulah cinta kdng manis kdng pait
    Bikin kita jdi tmbh dewasa
    Ga usah diputar lgi waktunya, anggap aja itu pembelajaran spy jdi lbh baik lgi
    Semangat

  4. Ooohhh jadi begitu yaaa

  5. Ditunggu kelanjutannyaaa

Tinggalkan Balasan