Vitamins Blog

Prolog

Bookmark
Please login to bookmarkClose

No account yet? Register

 

 

 

BAGIAN I:

ADA TEMBOK YANG TINGGI DI SEBELAH TIMUR

 

 

 

 

 

Teror membayangi umat manusia, lagi.

Sudah ratusan ribu tahun manusia memerangi musuh bebuyutannya. Musuh yang tak akan pernah bisa ditaklukkan hingga waktu berhenti berdetak untuk kehidupan.

Kematian.

Manusia tidak butuh akhir cerita yang bahagia. Kami butuh cerita yang terus bergulir tanpa henti. Kami ingin keabadian. Tapi, sang antagonis terus-menerus membunuh kami semua.

Kematian.

Berbagai syair sedih mendramatisasi Kematian, sebagian puisi meromantisasinya, seakan membujuknya untuk melembut pada kami semua. Para ilmuwan bekerja keras untuk mengalahkan Kematian, berusaha agar umat manusia dapat mencapai keilahian tuhan-tuhan yang pernah kami sembah di bilik-bilik doa.

Namun, siapa yang bisa mengira bahwa Kematian itu sendiri justru bersedia bersekutu dengan manusia?

Hari ini adalah tanggal 1 bulan kelima, tahun 1027 Masa Akhir. Tepat 100 tahun setelah tragedi berdarah yang terjadi di Rahim Kelam. Rahim yang melahirkan manusia-manusia terkutuk, manusia yang bertransformasi menjadi malaikat-malaikat kematian, secara harfiah. Mereka disebut Azrael Terkutuk. Saat aku mengatakan malaikat kematian, yang kumaksud bukan pria berjubah hitam yang membawa sabit. Itu adalah angan-angan manusia yang hidup pada Masa Tak Terjamah. Azrael, malaikat kematian yang sesungguhnya, sebenarnya hanya berbekal benang-benang hitam untuk mencabut nyawa manusia atas perintah Tuhan. Fakta memalukan lainnya. Kita semua dikalahkan oleh senjata setipis benang!

Walaupun, tentu saja, bukan sekadar benang.

Setelah tragedi berdarah di Rahim Kelam, manusia berjuang keras untuk memerangi Azrael-Azrael Terkutuk itu. Perjuangan kami membuahkan hasil. Perang Besar melawan Azrael berujung pada kemenangan umat manusia. Mereka berhasil mengurung makhluk-makhluk itu di dalam Tembok Timur. Tembok yang, konon, terbuat dari besi yang sama dengan yang dipakai untuk mengurung Yazaz dan Mazaz. Dua bangsa biadab yang suatu hari nanti akan berhasil menghancurkan Dinding dan menyebar teror sekali lagi pada umat manusia (kami memiliki banyak musuh, sial.)

Sayangnya, baru setengah abad berjalan, Azrael-Azrael baru bermunculan secara misterius. Awalnya ditemukan satu, kemudian tiga, kemudian tujuh, kemudian menjamur ke seluruh distrik negara Syr. Pasukan Khusus Anti-Azrael yang sempat dinyatakan selesai tugas oleh Presiden Syr lalu dibentuk kembali untuk menangani mereka. Pasukan Khusus itu kemudian berkembang menjadi satuan militer sendiri di bawah sayap Angkatan Darat.

Aku sesungguhnya berpikir para Azrael Terkutuk itu adalah doa-doa kita yang terkabul. Tidak peduli bagaimana koran-koran menyebut mereka monster, kita tak dapat menampik bahwa Azrael Terkutuk itu memiliki keindahan tempat-tempat liar. Kita terpaksa mengakui bahwa mereka adalah manusia-manusia yang bertransformasi menjadi dewa. Diam-diam, umat maunusia menyimpan iri pada mereka. Rasanya seperti dikhianati saudara kandung sendiri. Bagaimana tidak, Azrael memiliki kekuatan dan keabadian yang selama ini diidamkan manusia sejak Penciptaan Pertama.

Apakah itu artinya Azrael Terkutuk sebenarnya adalah berita bagus dari langit?

 

-L-

2 Komentar

  1. ArinaRisaDewi menulis:

    Ini bagus loh..kok gak dilanjut mbak author

  2. Indah Narty menulis:

    Lanjutkan