Vitamins Blog

Resonansi Jiwa “Jessica”

Bookmark

No account yet? Register

303 votes, average: 1,00 out of 1 (303 votes, average: 1,00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...

Pada suatu malam, “Budi” seorang executive success, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas berkas pekerjaan kantor,yg dia bawa pulang kerumah,karna keesokan harinya ada rapat umum yg sangat penting dengan para pemegang saham.
Ketika sedang asik menyeleksi dokumen kantor tersebut,Putrinya Jessica datang mendekati dan berdiri dekat disampingnya sambil memegang buku cerita baaaarrruuu. Buku itu bergambar seorang peri kecil yg sangat menarik perhatian Jessica
Jessica : “pa , lihat Jessi punya buku baru baaaguss deCcCcChh!!” Jessica berusaha menarik perhatiaan ayahnya,Budi menengok kearahnya sambil menurunkan kacamatanya.kalimat yg keluar hanya kalimat basa basi
Budi : “waaah, bagus ya Jes”
Jessica : “iya papa” Jessica merasa senang , karena ada tanggapan dari ayahnya. “bacaan Jessi dong pa” pinta Jessi dengan lembut
Budi : “waaah, papa sedang sibuk sekali ni,jangan sekarang deh” sanggah Budi dengan cepat,lalu Dia mengalihkan perhatiaannya dengan kertas kertas yg berserakan didepannya.
Jessica diam, tapi dia belum menyerah,dengan suara lembut dan sedikit manja,dia kembali merayu ayahnya
Jessica : “pa,mama bilang, paaapa mau baca untuk jessy”
Budi : “lain kalii Jessica,sana! Papa lagi banyak kerjaan nih” budi berusaha memusatkan perhatiannya kepada lembaran kertas kertas tadi.
Menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempat yg penuh harap dan tiba tida Dia memulai percakapan lagi
Jessica : “pa, gambarnya bagus bagus deh,papa pasti suka.
Budi :” Jessica, papa bilang “ LAIN KALI” Budi membentaknya dengan keras, kali ini Budi berhasil membuat Jessica mundur.Matanya berkaca kaca, dan dia bergeser menjauhi ayahnya
Jessica : “ya pa, lain kali aja ya pa” dia masih sempat mendekati ayahnya dan menyentuh lembut tangan ayahnya,dia menaruh buku cerita di pangkuan ayahnya.
Jessica :”pa, kalau papa ada waktu, papa baca keras keras ya pah, supaya Jessica bisa denger.

Hari demi hari telah berlalu tanpa terasa 2 pekan berlalu,namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi. Buku cerita peri kecil, belum pernah dibacakan bagi dirinya,hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras.
(Bayangkan lagu Titanic)
Beberapa tetangga melaporkan dengan histeris,bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yg membawa kendaraannya dengan kencang di depan rumah Budi.
Tubuh Jessica mungil terlempar beberapa meter . Dalam keadaan yg begitu panik,ambulans didatangkan secepatnya.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica sempat berkata dengan begitu lirih,
Jessica :”papa,mama, jessi takut pa. Jessi sayang papa dan mama”
Darah segar terus keluar dari mulutnya,hingga dia tidak tertolong lagi,Ketika sesampainya dirumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu mengguncang hati nurani Budi, tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji.kini yg ada hanyalah sebuah penyesalan. Permintaan sang buah hati yg sangat sederhanapun tidak dia penuhi.
Masih segar terbayang dalam ingatan Budi, tangan kecil anaknya yg memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita. Kini , sentuhan kecil itu sangat berarti sekali.
Sore itu setelah segalanya berlalu , yang tersisa hanyalah kesunyian dan keheningan hati.
Canda dan riang Jessica kecil , tidak akan terdengar lagi
Budi mulai membuka buku cerita peri kecil yg diambilnya perlahan dari obokan mainan Jessica dipojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan yg tak berbentuk, menghiasi lembar lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. Budi menguatkan hati dengan mata yg berkaca kaca. Dia membuka halaman pertama dengan suara yg sangat keras.Tampak sekali Dia berusaha membacanya dengan sangat keras(bayangkan orang ygi menangis berteriak menyesali perbuatannya) .
Dia terus membacanya dengan keras keras, halaman demi halaman, dengan berlinang air mata .
Budi :” Jessi, dengar, papa baca untukmu nak” selang beberapa kata,hatinya pun memohon lagi
Budi : “jessi, papa mohon ampun nak, papa sayang sama Jessi.” Seakan tiap kata dalam bacaan itu,begitu menggores lubuk hatinya .
Tak kuasa menahan sakit, Budi bersujud dan menangis,memohon kepada tuhan untuk diberi kesempatan lagi.
Untuk belajar MENCINTAI.

Classy people “ LUANGKANLAH WAKTU UNTUK ORANG YANG ANDA CINTAI DAN KASIHI, KARNA HIDUP HANYA SEKALI”

14 Komentar

  1. Terharu banget baca cerita ini, banyak pelajaran bagi orang tua walaupun sibuk mencari nafkah harus tetap meluangkan waktu bagi anak nya.
    Siip terimakasih untuk cerita yg inspiratif ini

    1. hihi iya kaka. aku waktu dengar nangis loh. coba download dan dengarkan kak. lebih nyentuh klu di dengarkan

  2. farahzamani5 menulis:

    Aduhhh nangis2 ni baca ini
    Untung dah di rmh huhuhu
    Kdng saking sibukny ayah lupa akan anak, ya walaupun mencari nafkah jg kewajiban ayah tp memberi perhatian ke anak jg penting bngt, apalagi anak kecil, butuh bngt perhatian
    Huhuhuhu
    Ditunggu karya2 lainnya ya put
    Semangat yak

    1. Put diedit dikit tulisan ny, dibagian atas tulisan kmu ditambah kata [ratings] spy nnt muncul lope lope bwt kita2 klik untuk mengapresiasi karya ny dikau
      Yuks dicba put

    2. hihi aku nemu jga ini kak palah. coba download deh kak lebih nyentuh klu didengarkan. mungkin lebih dapat feelnya. banyak bngt resonansi jiwa ini yg bagus2 kak. banyak yg menyentuh

    3. farahzamani5 menulis:

      Donlot apaan mksdny pitut???

    4. Download yg versi suaranya kak @farahzamani5 Lebih nyentuh klu didengar versi mp3 nya

  3. Nyentuh bgt yaaa… Nyessss bgt gitu
    Sori ada typo dikit itu pas bagian “bacaan dong pa” jadi ,”bacain dong pa”……

    1. Hihi. coba download deh kak. lebih nyentuh klu di dengarkan

  4. KhairaAlfia menulis:

    Jangan sia-siakan kesempatan yang ada,,

  5. Nyentuh bangettt :PATAHHATI

  6. fitriartemisia menulis:

    betul nih, huhuhu sakit hatiku bacanya

  7. :dragonnangis

  8. Ditunggu kelanjutannyaaa

Tinggalkan Balasan