healers-victims
Healers Victim

Healer’s Victim

Bookmark

No account yet? Register

healers-victims

 

Coming soon…

Kisah cinta Tabib Zhou sang playboy 🙂

Terbit setelah Emperor’s Consort & Right Hand’s Mistress tamat

Parat ini hanyalah Story  Teaser

“Tabib Zhou!”

Panggilan itu membuat Tabib Zhou yang sedang mengaduk-aduk ramuan terbarunya menolehkan kepala. Alisnya berkerut ketika melihat Chiang, salah satu asisten mudanya berlari-lari menghampiri dengan wajah panik ketakutan.

Asisten Chiang masih baru mengikutinya, dia adalah titipan dari salah satu anak bangsawan yang ingin supaya salah seorang anggota keluarganya memiliki keahlian sebagai penyembuh. Anak ini masih sangat muda, bersemangat dan kadang-kadang ceroboh, Tabib Zhou harus ekstra hati-hati menghadapi muridnya yang satu ini.

Instingnya sebagai seorang tabib langsung menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Dengan sigap diangkatnya periuk ramuan yang masih mendidih itu dan dipindahkan ke tempat yang aman, lalu dia mematikan api kayu bakar, memastikan tidak ada bara yang tertinggal.


“Ada apa?” Tabib Zhou mencuci kedua tangannya yang penuh dengan bekas tumbukan dedaunan di baskom tanah liat yang tersedia, dia menatap cemas ke arah asistennya, “Apakah ada yang terluka?”

“Salah seorang prajurit muda terluka, dia sedang menjaga Kaisar Shen bersama pasukan lainnya dalam perjalanan menyeberangi taman menuju Istana Emas, lalu tiba-tiba ada pengkhianat yang menyusup di antara prajurit kita dan berusaha menikam Kaisar, prajurit muda itu berhasil menghalangi, tetapi dia yang terkena tusukan pisau di dadanya, kondisinya mengkhawatirkan, masih tidak sadarkan diri.”

“Apakah asistenku yang lain tidak ada sehingga kau harus memanggilku?” Tabib Zhou mengerutkan kening, mengambil kantong yang berisi obat-obatan miliknya dan menyelipkannya di ikatan pinggang.

“Kaisar yang memanggil anda. Prajurit muda ini menyelamatkan nyawa beliau.”

Tabib Zhou menganggukkan kepalanya. Cukup masuk akal, Kaisar Shen selalu memberikan rasa terimakasih yang pantas kepada orang-orang yang telah menyelamatkan nyawanya, dan prajurit muda ini tentu saja bukan pengecualian.

“Bawa semua peralatan untuk mengobati luka, lalu susul aku.” Tabib Zhou memberikan perintah kepada asistennya dan segera berlari menelusuri lorong yang menghubungkan mansionnya dengan istana merah. Dilaluinya lorong-lorong istana merah dengan cepat sampai kemudian dia tiba di gerbang depan yang dijaga oleh beberapa penjaga.

Mansionnya memang terletak di dalam perlindungan benteng Istana Merah yang sangat ketat, sehingga untuk keluar masuk dia harus melalui gerbang ini.

Para penjaga yang sudah mengenalinya langsung membukakan pintu, dan Tabib Zhou berlari kembali, kali ini menelusuri taman yang menghubungkan istana emas dengan istana merah. Dia berpapasan dengan beberapa penjaga dan pelayan di jalan bebatuan yang membelah taman itu. Mereka sedang sibuk merapikan taman yang acak-acakan terinjak dan beberapa pelayan berkumpul berjongkok di bawah, membersihkan ceceran darah di sana supaya tidak ada bekas merah di lantai batu taman.

Tabib Zhou melirik ke arah darah itu dan mengerutkan kening melihat banyaknya warna merah di sana. Sepertinya luka tusukan itu cukup dalam dan parah. Dia harus cepat supaya nyawa prajurit penyelamat itu tidak melayang.

“Di mana prajurit yang terluka itu?” Tabib Zhou bertanya ke arah kerumunan pelayan dan prajurit itu.

“Mereka membawanya ke ruang pengobatan kecil di area samping istana emas, Tabib.” Jawab seorang pelayan.

Tabib Zhou menganggukkan kepalanya dan melangkah cepat ke area yang dimaksud.

***

Ketika sampai di sana, dilihatnya area kamar pengobatan itu dijaga ketat oleh satu pasukan. Prajurit-prajurit itu langsung melebar dan memberikan jalan ketika melihatnya. Ada derap langkah kaki di belakangnya, dan dia melihat beberapa orang asistennya berlarian menyusul, mereka semua pasti sedang bertugas di bagian-bagian lain istana ketika insiden ini terjadi dan sama seperti dirinya langsung menghambur kemari.

“Biarkan aku yang memeriksa dulu. Kalian tunggu di luar. Siapkan semua peralatan untuk pengobatan.” Perintah Tabib Zhou kepada semua asistennya yang mulai berkumpul di sana.

Dengan hati-hati, Tabib Zhou membuka pintu dan menemukan sosok tubuh si prajurit muda yang terbaring lemah di atas ranjang. Bagian dadanya masih tertancap pisau dan berkubang darah, membasahi hampir sebagian besar bagian depan pakaiannya.

Kasim Rojin berdiri di sana, menyiapkan air bersih yang diletakkan di dalam baskom lebar dan meletakkannya di meja yang terletak di samping ranjang.

“Kaisar memberi titah. Prajurit muda ini harus hidup.” Kasim Rojin berkata ketika melihat kehadiran Tabib Zhou

Tabib Zhou menganggukkan kepalanya, “Aku akan berusaha.”

Disingsingkannya lengan kemejanya, dan ketika Kasim Rojin keluar meninggalkannya sendirian dengan prajurit penyelamat ini, Tabib Zhou memulai tugasnya.

Dengan hati-hati dia mengambil pisau dan mencoba merobek baju prajurit tebal yang basah berlumuran darah. Dia harus memastikan ada tidaknya bahaya yang lain, pisau ini nampak kecil dan mematikan, belum lagi kemungkinan ada racun yang dioleskan di ujung pisau.

Prajurit itu mengerang kesakitan, antara sadar dan tidak ketika area lukanya tersentuh. Membuat Tabib Zhou langsung berbisik menenangkan. Dia tahu bahwa pasiennya bisa tetap mendengarnya meskipun dalam kondisi setengah sadar.

“Tenang. Aku akan mengobatimu. Kau akan selamat, bertahanlah. Kalau kau bertahan, Kaisar pasti akan menunjukkan rasa terima kasihnya kepadamu.”

Tabib Zhou mengangkat permukaan kain yang lengket oleh darah, lalu menggunakan pisau untuk merobek seluruh bagian penutup dada.

Dan dia tertegun.

***

Suasana sudah berubah tenang ketika malam menjelang dan kegelapan mulai menapaki langit. Hiruk pikuk tadi siang terlupakan sudah. Kamar pengobatan ini tentu saja masih dijaga ketat, di luar kamar masih ada banyak prajurit yang sedang berpatroli.

Sementara itu, di dalam kamar yang redup, hanya bercahayakan lentera kecil, Tabib Zhou duduk merenung di atas sebuh kursi kayu di sudut ruangan. Sudah sejak tadi siang dia duduk di sana dan menanti. Berbagai pikiran dan pertanyaan berkecamuk di benaknya. Tetapi dia berusaha menunggu.

Tubuh prajurit penyelamat itu masih terbaring di sana. Dengan pakaian bersih tanpa darah dan lelap dalam napas teratur yang tenang. Tabib Zhou sendiri yang menjahit lukanya, memberikan tumbukan daun kusuri, membebat lukanya dengan perban, lalu memakaikan pakaian baru yang bersih untuknya.

Seharusnya prajurit ini sudah bangun.

Tabib Zhou mengerutkan kening dan menatap tajam ke arah tubuh yang terbaring di depannya. Menghitung dalam hati.

Hitungannya hanya meleset sedikit karena tak berapa lama, bulu mata prajurit itu bergerak-gerak pelan. Ketika melihat itu, Tabib Zhou langsung mengambil belati kecil yang sudah dia siapkan di atas meja. Lelaki itu berdiri, dan menyilangkan belati itu di leher si prajurit penyelamat.

Dan ketika mata prajurit penyelamat itu terbuka sepenuhnya, bangun dari ketidaksadaran yang melingkupi, Tabib Zhou langsung mengajukan pertanyaan yang sejak tadi mengganggunya dengan nada mengancam.

“Jelaskan padaku apa tujuanmu. Kenapa seorang perempuan sepertimu menyamar menjadi prajurit dan memasuki istana. Jawab jujur atau pisauku ini akan mengiris tenggorokanmu.”

END of Story Teaser

444 Komentar

  1. @1ND0N3514R4Y4 menulis:

    Aww.. memang nih kaka kaka projectsairaakiran pandai banget nyusun cerita… Dan genre nya pasti romance menantang… Susah susah nyari di wattpad akhirnya dapat cerita bagus di app psa ini :berharapindah :kisskiss :bantingkursi

  2. Ahhhh…
    Penasaran sm lanjutannya…
    Akhirnya ketemu cerita yg menarik lg,apa lg tema nya ky gini,baru awal aja udah bikin tertarik sm penasaran..
    SEMOGA CEPET ADA LANJUTANNYA

  3. Sily ayu ningtias menulis:

    I always like your story kak :bantingkursi :kisskiss :bantingkursi :kisskiss :kisskiss :kisskiss

  4. Menarik

  5. @adedwirilin menulis:

    teasernya saja sekeren ini.. semoga cepat terbit lanjutannya.. :sebarcinta

  6. :berharapindah :berharapindah :berharapindah

  7. Kerennyaaaaa ceritanya..good buat penulisnya deh….semoga cepat di next gag sabar menanti…

  8. Sinta Setiawati menulis:

    Akhirnya ada.cerita tentang Tabib Zhou..penasaran banget dengan ceritanya..ditunggu ceritanya ya aouthor..

  9. Airaqyoung1215 menulis:

    :kisskiss :kisskiss :kisskiss :kisskiss :kisskiss :kisskiss :kisskiss :kisskiss :kisskiss :kisskiss :kisskiss :kisskiss paman joujouuuu

  10. Arnaningtyas Rofi'i menulis:

    :kisskiss :kisskiss duhhhhh gemasss ?

  11. Anisa Fitriani menulis:

    Waaaaaa bikin penasaran bgtttt dehhh

  12. lelyana081338209788 menulis:

    Penulis berkelas ??ikutin kamu dari jaman masi di wattpad dan gak perna kecewa,.terima kasih sudah membuat waktu senggangku lebih berbobot dengan baca cerita kamu???

  13. Gak sabar nunggu kelanjutan ceritanya lagi ?
    Kayak cerita lain yg romancenya menantang

  14. emang kereenn cerita di psa ga sabar nunggu lanjutannya

  15. Uwaaah tabib zhou

  16. Tjieee ketemu jodohhh

  17. Cerita PSA memang selalu yang aku tunggu-tunggu

  18. I love this story ??

  19. Entah kpn cerita ini akan dilnjutkn, dan entah brpa tahun lgi aku hrus mnunggu cerita ini dilnjutkn.. Yg jendral yoshou aja selsainya keknya masih lma bnget, sdgkn cerita ini dlnjutkn klo cerita jendral yoshou dah selsai.. Kasihan tabib zhou semkin tua.. Semngt thor, jgn lpkn cerita ini yaa :kisskiss

  20. Sily ayu ningtias menulis:

    Semua cerita di PSA selalu menarik…aku jadi bingung mau fokus baca yang mana…. Di tnggu cerita ini
    :kisskiss :kisskiss

  21. ternyata ada Teasernyaaaa :nyengirlebar :nyengirlebar :penuhsemangat :penuhsemangat

  22. Kaisar Shen, jenderal youshou sama tabib Zhou :kisskiss :kisskiss :kisskiss
    :muach :berkacakaca :muach :muach
    Menanti semua pokoknya. Jangan lupakan pembacamu ini yaa admin :penuhsemangat :huhuhu :huhuhu :huhuhu
    Menunggu kisah mereka berlanjut a :gaksabar :gaksabar :berharapindah :menor

  23. Puti oneyna menulis:

    Oke hai semua pada para pejuang comment. Sebelumnya saya mau memberikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada tim Saira Akira yang kalo saya ngga temui di wattpad saya mungkin tidak akan bisa menulis di akun komentar ini.
    Jadi saya sudah memulai membaca sejak beberapa tahun lalu di akun ini, tapi akibat kesibukan saya sempat meninggalkan membaca dan berharap cerita yang saya tinggalkan dapat berlanjut hingga tamat.
    Tapi sungguh sayang update nya tidak seperti harapan saya yang baru-baru ini bisa kembali pada akun ini, saya berharap tim Saira Akira tetap sehat dan kuat dalam melanjutkan seriesnya yang luar biasa.
    Saya hanya takut, author sudah menyerah dan let these amazing stories got hang cliff.
    The real nightmare for an author is a writer block, but the nightmare for us (your readers) are discontinued.
    Please give us some explanation,

  24. Anik Julian menulis:

    Kira2 kpn ya lanjutannya. Semua cerita team PSA keren dan sll di nanti para readers mu . Smoga cerita2 yg msh nggantung cepet di up lagi ya kak

  25. Irma Nurhlimah menulis:

    AW AW AW pacarnya tabib Zhao prajurit nakhal :ngakakabis

  26. Aw bakalan seru nih🤧

  27. astaga, astaga. seru nih, wah seru nih.

  28. Duh jadi penasaran banget ini mah. Si tabib zhou playboy istana, dapet jodoh seorang wanita yang kuat bisa nyamar jadi prajurit lagiii. Kerennnn 😍😍😍

  29. Ga nyangka ada harta karun bernama teaser dari Healer’s Victim 🥳 can’t wait to read hikayat romansa Zhou Yangzyi yang tertampan sejagat Kerajaan Sashou

  30. famelovenda menulis:

    Kok aku baru tahu yaaaa ada ini? Huhu telat bangwt. Nyesel banget. :kumenangismelepasmu :kumenangismelepasmu :kumenangismelepasmu

    Gender bender!!! Yayy!! Bakal seru banhet. :sebarcinta

  31. Ya ampuuun, akhirnya ketemu teaser ini. Terima kasih kolom search. Wkwkwk. :sebarcinta

Tinggalkan Balasan