Vitamins Blog

Feel ink

Bookmark

No account yet? Register

435 votes, average: 1,00 out of 1 (435 votes, average: 1,00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...

Beberapa menit lalu sinar matahari masih terik, seperti sengatan yang sangat mengganggu tapi menyenangkan. Kemudian awan datang dan berarak sendu, membawa gumpalan hitam yang menakutkan dari ufuk timur. Akhirnya hujan rintik-rintik mengguyur seluruh kota.

Beberapa orang bergerutu pelan, lalu meneduh di pinggir jalan. Bagi mereka, hujan disaat seperti ini sangat mengganggu. Seberapapun keringnya bumi, mereka tetap mengeluh saat hujan turun di waktu yang tidak mereka harapkan.

Tidak sadarkah mereka? Do’a mereka terkabul, dan mereka masih mengeluh?

Aku menggeleng pelan.

Menghiraukan gerutuan seorang perempuan yang duduk tidak jauh dariku. Hujan yang semakin deras membuat halte bus mulai dipenuhi orang-orang yang mencari tempat berteduh. Aku merapatkan jaketku, air hujan membuat kedua pipiku dingin, aku tersenyum merasakan perasaan yang menggelitik ini. Aku menyukainya.

“Hujan itu, rasanya kayak hypnosis.”

Kilasan yang menyedihkan, aku tidak ingin menyingkirkannya. Masa lalu adalah kenyataan bahwa kita ini telah berjalan cukup lama, saat terjatuh dan dijatuhkan adalah hal yang tidak dapat diduga. Manusia itu makhluk yang suka menerka-nerka. Bukan hal yang mustahil jika mereka tidak memikirkan bagaimana jadinya nanti nasib mereka.

Ini semua terlalu rumit.

Angkutan umum tidak kunjung datang. Setiap kendaraan umum itu melintas, penumpang pasti sudah memenuhinya dan membuat orang sepertiku harus menunggu angkutan umum lain.

“Butuh tumpangan?” Suara yang cukup dingin itu menghenyakkan alunan musik sendu yang mengalun didalam pikiranku. Entah kenapa kepalaku gatal untuk sekedar menoleh, tapi dengan sisa-sisa kesadaran yang terkikis ini aku berharap khayalan konyol ini berakhir detik itu juga.

“Yaudah,” beberapa detik hanya membisu Laki-laki itu berjalan meninggalkanku dengan sejuta pertanyaan yang ingin ku sampaikan. Tawarannya itu menggirukan, namun untuk sekedar berharap pun aku harus membuangnya jauh-jauh. Kenyataan bahwa saat ini aku berjalan pada jalan yang baru membuatku harus waspada dengan perasaan dan hati yang mudah terbawa suasana.

*

 

 

syniaraikai

Dunia kedua yang menjadi pelipur lara adalah ketika pikiran melayang meninggal raga sekejap rasa.

17 Komentar

  1. hypnosis itu apa ya kak ?

    1. Hypnosis itu kayak hipnotis, orang itu tidur tapi dia menjawab dan ngerespon pertanyaan lewat alam bawah sadarnya

    2. Wah baru tau jg aku, hhe

  2. Bagus kak.. ini ada lanjutannya gak ya..
    penasaran, hihi
    ada typo dikit2..

  3. Dalpahandayani menulis:

    Bagus
    Penasaran di tunggu kelanjutannya

  4. :ragunih :ragunih

  5. Cerita ini kurang panjang dan blm jelas mau dibawa ke mana…. jd aku bingung mau komen apa…
    Lanjut dong….

  6. Tanpa sadar

  7. Ini bru prologny aja kah ka???
    Ditunggu kelanjutanny ya
    Semangat trs

  8. aishelatsilla menulis:

    Ada lanjutannya kah?

  9. Semangat buat ngelanjutin ceritanya :superhero :owlcerahceria

  10. Suka

  11. KhairaAlfia menulis:

    Kalau menggiurkan mengapa ditolak??

    1. karena gengsi cewe itu gede haha

  12. Bagusss

  13. fitriartemisia menulis:

    gengsi?
    eyy hehehe

  14. Ini masih ada lanjutannya kn?

Tinggalkan Balasan