Daftar Postingan

Dua minggu yang lalu, Miranda memintaku membawa Alin ke tempatnya dirawat. Aku menyingkir begitu kedua wanita itu bertemu diiringi tangis. Setelahnya Alin bercerita padaku bahwa Miranda adalah wanita yang telah menolongnya beberapa tahun silam dan kemudian mereka bersahabat. Ternyata aku telah menorehkan luka yang begitu besar di hati Miranda.…
Diposting: 3 September 2018
“Istri Anda mengidap penyakit kanker rahim stadium empat.” DEG. Tubuhku terasa limbung hingga tanpa sadar aku mundur dua langkah menjauhi dokter. “Apa sekarang waktunya bercanda, Dok?” tanyaku dengan geram. Kedua tanganku sudah mengepal kuat, siap menghajar dokter itu sewaktu-waktu. “Maafkan kami, tapi itu hasil pemeriksaan.” Ungkap dokter itu dengan…
Diposting: 2 September 2018
(No Ratings Yet) Loading...   Akhirnya hari ini tiba juga. Sidang pertama perceraian kami. Sempat kupikir suamiku tidak akan datang. Tapi ternyata dia datang. Hatiku sakit melihat keadaannya. Penampilannya memang rapi seperti biasa. Tapi bakal janggut didagu dan rahangnya dibiarkan tumbuh bebas. Matanya merah dengan rambut acak-acakan. Bahkan ujung hidungnya…
Diposting: 2 September 2018
Air mataku bergulir tanpa bisa dicegah ketika mobil suamiku memasuki halaman rumah. Segara kuhapus air mata lalu menyingkir dari jendela kamar. “Dia sudah datang.” Lirihku pada Erlan. “Belum terlambat untuk berubah pikiran.” Erlan menasihati. Aku menggeleng seraya melepas gaun tidurku, menyisakan bra dan celana dalam. Sebenarnya aku malu setengah…
Diposting: 1 September 2018
Dua minggu sudah berlalu sejak Alin mengungkapkan semua. Sekarang suamiku sudah kembali ke dalam pelukanku. Tidak mungkin suamiku mau berpisah begitu saja tanpa alasan yang jelas. Aku tahu seberapa besar cintanya kepadaku. Karena itu aku memikirkan banyak skenario. Sampai akhirnya aku memilih untuk membuatnya membenciku. Mungkin Tuhan memang merestui pilihanku.…
Diposting: 1 September 2018
Mereka tidak melanjutkan pembicaraan karena sadar masih di sekolah Ardian. Baru setelah kembali ke rumah Alin dan Ardian pergi bermain, kedua wanita itu duduk berdampingan di ruang tamu. “Aku bertemu Mas Ryan ketika masih bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah makan.” Alin memulai ceritanya. “Hari itu Mas Ryan datang bersama…
Diposting: 31 Agustus 2018
Aku kembali ke tempat Alin berada. Sama sekali tidak ada bekas air mata di wajahku. Aku sudah terlalu sering menangis dan menyembunyikannya hingga tahu dengan tepat cara merias wajahku untuk menutupi jejak air mata. Karena itu, alat make-up lengkap tidak pernah lupa kubawa. “Kakak sakit?” tanya Alin dengan nada khawatir.…
Diposting: 31 Agustus 2018
“Ardian akan punya adik.” Aku terdiam. Rasanya seluruh tubuhku berubah menjadi patung yang sewaktu-waktu bisa hancur. “Kak?” Aku tersentak lalu segera memalingkan wajah agar Alin tidak melihat mataku yang berkaca-kaca. Pedih. Oh Tuhan, berapa lama lagi aku sanggup menahan siksaan ini? “Kakak kenapa?” tanya Alan sambil menyentuh punggungku. Nada suaranya…
Diposting: 30 Agustus 2018
  Kue buatan Alin memang sangat lezat. Ada sedikit kepedihan dalam hatiku menyadari kenyataan itu. Lagi-lagi aku merasa kalah darinya. Aku tidak bermaksud bersaing. Namun tanpa bisa dicegah, aku selalu membanding-bandingkan kami. Dan tiap kali aku menemukan kelebihan dalam dirinya, aku semakin terpuruk. Aku pastilah wanita paling bodoh di dunia.…
Diposting: 30 Agustus 2018
  Suamiku berbohong. Aku terlalu mencintainya dan terlalu mengenalnya hingga dengan mudah bisa mengetahui kenyataan itu. Dengan jantung berdegup kencang, aku mengikutinya. Dia mengaku hendak melakukan perjalanan bisnis ke luar kota. Dan memang saat ini mobil yang dikendarai suamiku semakin mendekati perbatasan kota. Aku pasti salah! Kalimat itu kuulang-ulang dalam…
Diposting: 29 Agustus 2018
1 2 3