Pernah lah, bahkan sering… tapi biasanya tanggapan aku istigfar aja dan mencoba ikhlas gak memberontak. Ya gak dipungkiri juga kalo orang tua memang selalu membandingkan kita dengan yang lebih baik, dan kadang semua itu berdasarkan fakta.
Kayak aku pernah dibandingin sama anak tetangga, katanya lebih rajin dari aku, lebih pinter dari aku, dsb… tapi yang bisa aku lakuin ya cuma mengangkat bahu. Ya inilah aku. Aku gak bisa dituntut untuk jadi orang lain. Ikhlas aja… tapi ke depannya berusaha lebih baik lagi…
Aku pernah mengalami dalam posisimu. Sakit memang apalagi kala iti aku masih remaja labil.
Yang kulakukan adalah diam sembari intropeksi diri. Tapi apapun itu bentuk pembadingan tidaklah baik dalam ilmu sikologi.
Buatlah orang tuamu menyadari perbedaan itu indah. Maksudku tonjolkan kelebiahmu.
