Vitamins Blog

Sebatang Pohon yang Kesepian

Bookmark

No account yet? Register

23 votes, average: 1.00 out of 1 (23 votes, average: 1.00 out of 1)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading...

 

Sebatang Pohon yang Kesepian

 

Sebatang pohon yang kesepian.

Sebatang pohon tumbuh di luar sana.

Tiada pohon lain yang tumbuh di tanah lapang itu.

Maka sebatang pohon pun tumbuh sendirian.

 

Terkadang semak-semak dan rerumputan mendongak;

Menatap takjub pada cabang-cabang dan dedauan rimbun yang menghalau cercah sinar matahari.

Awan tersenyum hangat ketika pucuk dedaunan sang pohon ingin menggapai angkasa.

Sesekali angin mampir dan membisikkan kisah perihal negeri seberang yang termasyhur.

 

Tapi sebatang pohon itu rindu akan gurauan musim hujan.

Ia ingin setiap bagian tubuhnya disentuh oleh kesejukan rintik hujan.

Ia rindu gigilan yang dibawa musim dingin.

Karena itu, petir datang menyapa dan berkisah perihal duka.

Tanpa sang pohon tahu, di sela-sela langit nan pekam itu tersembunyi mahluk hitam penghuni alam maya.

Ia ada … menunggu….

 

Dan sang pohon yang kesepian itu mulai ragu pada niatan semula.

Walau ia rindu pada candaan putri malu yang tumbuh di sela-sela akarnya.

Sang pohon berharap….

Ia berharap langit bersedia mendatangkan rintik kebahagiaan.

Tetes-tetes kebahagiaan yang akan menghidupkan pohon-pohon baru di tanah lapang sana.

 

 

 

 

 

 

 

 

28 September 2016

Catatan ketika menunggu di dalam kereta yang menjenuhkan. Kala itu saya melihat sebatang pohon yang tumbuh di tanah lapang. Entah mengapa, saya merasa pemandangan itu begitu melekat di kepala saya. Rasanya saya kesepian dan sangat terasing di semesta yang luas ini.

 

12 Komentar

  1. farahzamani5 menulis:

    Pas dpt notif titi nada cinta pasti di web ka galuh jg update dah di vitamin blog hihi
    Sbntr ka, kok jleb yak bca note dri dikau tuh :PATAHHATI
    Aq bca dlu *biasa dah pasti bikin yg nyes2 dah dia mah :PATAHHATI

    1. farahzamani5 menulis:

      Ka galuh, aq dah nulis komen panjang kali lebar ttng tulisan dikau itu, trs ke log out, ilang semua komen ny, gmn dongs, nulis sesuatu yg udah ditulis tuh rasanya :PATAHHATI :PATAHHATI :PATAHHATI

  2. Aku juga kadang seperti pohon ituuu yang merindukan air hujan kerinduan :PATAHHATI

  3. riaanjelina71 menulis:

    banyak rasa yg di rasakan pohob itu…. nyes rasanya…

  4. Aku jg berharap yg sama kaya si pohon, rintik kebahagian…

  5. Kenapa aku sedih bacanyaa.. Ngerasain banget kesepiannya sipohon.. :PEDIHH

  6. Aihh kak, dikau bisaan sekali menggambarkan perasaan dari sudut pandang si pohon :YUHUIII
    Huhuhu aku jadi berasa iut erasakan kesepiannya si pohon. Ramainya semesta, tapi ia tetap merasa sendiri. Tanpa mengetahui jika di luar sana ada yang menunggunya *eaaa :LARIDEMIHIDUP

    1. Typo~~~ Oh typo~~~
      *ikut merasakan kak :LARIDEMIHIDUP

  7. farahzamani5 menulis:

    Makhluk hitam penghuni alam maya??? Siapa ituuu, kok serem yak :LARIDEMIHIDUP
    Kdng tiba2 rasa kesepian itu dtng, ga ada angin ga ada hujan, ujug2 aja dtng tu rasa eaaaa hihi
    Meskipun pohon yg dikau tulis merasa kesepian, sadarkah dia, jika keberadaan ny sangat berarti untuk orang2 di sekitarny

  8. farahzamani5 menulis:

    Oia ka, kurang nih *berharap dibaca komen ini sma dikau
    Pernah denger kalimat, sendiri dalam keramaian atau ramai dlm kesendirian, nahhh gmn itu rasany hehe

  9. Saat smp dan camping d bumi perkemahan, cj melihat pohon yang berdiri sendirian diatas bukit. Berjarak cukup jauh dari pohon2 lainnya, dan sampai skrg pohon itu terus melekat diingatan cj dan cj beri nama… Lonely tree. Bahkan ditulis di buku curhatan.
    Persis seperti sebatang pohon ini.
    Uh sisi mellow kita ga jauh beda ya… Hihi
    Nice poem, kak. :inlovebabe

  10. fitriartemisia menulis:

    eugh, analoginya pake pohon, baguss :YUHUIII