4.58K views
0

Apa tanggapan kalian jika ada mertua yang selalu mengatur rumah tangga anaknya? Padahal setiap orang yang berumah tangga pasti punya standar masing – masing kan?

Dan bagaimana cara menyampaikan maksud kita tanpa menyinggung perasaannya?

*efek abis reuni terus dicritain masalah ginian sama temen yang udah nikah*

0

Belum ngerasain sih yaa, yg jelas rada kesel sih psti cm mertua adalah ibu kita jg kan. Kalo nnti mertua aku kaya gitu mungkin aku simpulkan bahwa dia sayang sm kita dan aku bakalan nunjukin kalo rmh tngga aku bakalan lebih baik

0

Belum ngerasain jadi ya gag bisa ngomong apa-apa sih..

Cuma menurutku, mertua seperti itu karena sang mertua masih sayang sama anaknya. Naruli orang tua, ingin anak selalu terlindungi disisinya atau tanpa sisinya.

0

Sebenarnya orang tua itu pengen yang terbaik buat anaknya klo emang anaknya sudah mampu mengatur rumah tangganya sendiri dan membuktikannya lewat tindakan bahwa ia bisa di percaya dan menjalankan peran di keluarga sendiri saya yakin gak akan ada satu orang tua pun akan mengusik atau turut campur dalam hal apapun dab yang terpenting menjaga komunikasi yang baik sampaikan lah unek2 di waktu yang tepat misal saat kita bantu mertua masak trus mulai lah kita ajak ngobrol yg ringan2 dulu baru dech mengutarakan maksud kita dan yaa satu hal lagi yang perlu kita tau yaitu alasan orang tua masih ikut campur dgn masalah keluarga anaknya ?

Kunci dari masalah kaya gini cuma satu sebenarnya yaith komunikasi :) #SemogaMembantu

0

Aku belum menikah jd nggk tau:-(.

0

Saya belum menikah, jadi tidak tahu rasanya seperti apa.

Tapi mama saya alhamdulillah orangnya tidak seperti itu terhadap menantunya. Malah karena putrinya sudah menikah, keputusan dalam rumah tangga kakak saya ya diserahkan kepada mereka berdua tapi orang tua kedua belah pihak tetap dilibatkan dalam diskusi.

BTW, saya ada teman yang bisa dikatakan mengalami hal yang sama dengan “teman kamu”.

Tapi saya pribadi berusaha berpikir positif bahwa itu naluri orang tua. Memang sih kalau nikah itu segala hal pure jadi tanggung jawab suami-istri, tapi apa salahnya kalau orang tua juga dilibatkan/melibatkan diri (dalam hal positif) pada hubungan anaknya. Toh putra/putri nya gak langsung tau-tau ada dan kenal dunia, orang tua lebih dulu mengajarkan segalanya.

Biar bagaimana pun sekarang mertua teman kamu itu juga orang tua dia. Jadi, pahamilah kalau memang sikapnya seperti itu. Saya rasa bukan hanya mereka yang harus beradaptasi dengan kita, tapi kita juga harus beradaptasi dengan sikap mereka.

Kalau kasus teman saya sih, dia bilang mertuanya ikut campur karena suaminya itu masih sering diatur-atur orang tua khususnya masalah keuangan. Jadinya ya… Kontra melulu.

Tapi ya, kembali lagi saja. Kita mencintai pasangab kita bukan berarti hanya mencintai pasangannya, tapi juga mencintai keluarganya.

Kalau mau dikomunikasikan, ya cari waktu saat santai berdua. Usahakan jangan ada orang lain agar salah satu pihak tidak terpancing untuk melakukan konfrontasi. Ngomongnya juga pelan aja.

Tapi…

Saya wanti-wanti aja nih ya.. Rasanya pasti serba salah, posisi teman kamu itu pasangannya, dan mereka orang tuanya. Kita sebagai pasangan tidak berhak menuntut orang tua tidak ikut campur (saya rasa kita justru dicap menantu durhaka). Tapi kalau kita komunikasikan dengan pasangan kalau kita cukup terganggu dengan kondisi itu dan minta dia yang menjelaskan pada orang tuanya secara halus (pasangan yang menyadarkan orang tuanya) itu lebih etis dan masuk akal.

Semoga jawaban saya bisa membantu teman kamu, Mourina :CINTA

DayNight
DayNight